CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Surat Ijin Dari Papa


__ADS_3

Sakya dan Aldo sudah kembali, terdengar suara bola basket yang di pantul pantulan oleh Aldo dengan gaya dribbling. Mereka habis bermain basket di lapangan komplek perumahan, Sakya melihat Devis sedang berada di teras rumah bersama mama nya dan Ayah Aldo.


" Uncle Dev." Sapa Sakya.


" Itu putra ku." ucap Bimo pada Devis.


Kedua anak itu langsung menghampiri mereka.


" Papa sudah datang."


" Iya Nak, ya sudah kita pulang sekarang!"


" Ok."


" Lina kami pulang dulu."


" Iya Pak Bimo." Lina sambil mengangguk.


" Pak Devis kami pulang dulu."


" Iya Pak Bimo."


Lina langsung mendekat di sisi Devis yang sudah berdiri, pandangan kedua nya menatap Bimo dan putra nya melangkah sampai di mobil.


" Dev, kau datang tidak memberitahu ku."


" Aku sengaja ingin memberi mu kejutan."


" Kau tidak cemburu kan pada Ayah teman nya Sakya?"


" Tidak sayang, dia pria yang sopan menurut ku."

__ADS_1


Lina tersenyum tangan nya langsung merangkul lengan Devis.


" Teman Sakya sudah beberapa kali main di rumah ini, sudah sering menginap di sini bila Ayah nya sedang keluar kota."


" Bimo sudah sering ke rumah ini?"


" Mungkin 2 atau 3 kali, selebihnya dia menjemput putra nya hanya menunggu di mobil. saja."


" Kau masak apa?, aku lapar sayang."


Lina menatap Devis kemudian mencium pipi Devis.


" Aku siapkan dulu untuk makan malam."


Devis menggandeng tangan Lina masuk kedalam. Lina langsung berkutat di dapur membantu Buk Jum yang sedang masak untuk makan malam mereka.


Di meja itu makan malam mereka nampak tenang, Devis menempati kursi yang sudah biasa Adrie duduki. Semenjak kepergian Adrie kursi itu selalu kosong. Buk Jum memperhatikan Lina dan Devis bersama anak anak Lina makan malam di meja itu dari dapur, Hati nya terasa adem Majikan nya sudah mendapatkan calon pengganti Tuan Adrie. Buk Jum berfikir lebih baik mendapatkan calon yang masih saudara kental dari almarhum Tuan Adrie, dari pada mendapatkan pengganti almarhum Tuan Adrie hanya orang lain yang belum tentu baik dan tidak tahu seluk beluk nya.


Selesai makan malam, Devis bermain main dengan anak anak Lina di ruang tv. Lina mengambil buku besar nya untuk mengecek laporan keuangan toko sembako nya. Devis tidak ingin menggangu Lina, namun yang menjadi perhatian Devis Lina nampak cantik dengan kaca mata bening nya Lina terlihat sangat serius menatap buku besar nya dan jari jari nya yang lihai menekan angka angka pada kalkulator itu tanpa melihat.


" Kita jangan ganggu, mama kalian sedang serius!"


Aldeen dan Aileen langsung menoleh pada mama mereka, dan tertawa pelan.


" Uncle Dev."


Aileen memanggil Devis mata nya masih menatap Lina.


" Uncle Dev..Uncle."


" Eugh?" mata Devis beralih pada Aileen.

__ADS_1


" Ada apa Aileen?"


" Uncle sayang sama Mama aku?" ucap nya berbisik


" Iya tentu Uncle sayang sama Mama kalian."


" Uncle akan menikah dengan Mama aku?"


Devis terkekeh terlihat wajahnya merah tomat.


" Uncle akan menikahi Mama kalian, kalian setuju tidak kalau Uncle menikah dengan Mama kalian?"


" Euumm..bagaimana yaa?" jawab Aileen dengan telunjuk nya di dagu nya bola matanya keatas.


" Apa Uncle sudah ijin pada pada Papa aku?"


" Sepertinya belum Aileen."


" Bahaya Uncle..kalau Uncle belum ada surat ijin dari Papa aku."


Devis tertawa mendengar ucapan Aileen.


" Bahaya kenapa?"


" Papa akan menghantui Uncle Dev ." Ucapnya memasang wajah serius.


Devis tertawa namun jadi perhatian Lina, Lina melihat kedua anak nya dan Devis tersenyum melihat kedekatan Aileen dan Aldeen dengan Devis.


" Oke oke Uncle akan minta ijin pada Papa kalian, besok Uncle akan datang ke makam Papa kalian."


Lina menghentikan pekerjaan laporannya sebentar Ia ingin berganti baju favorit nya kaos tanktop dan celana jeans hotpants. Dia terasa tidak nyaman dengan rok panjang nya ketika dia pakai saat berbincang dengan Ayahnya Aldo sore tadi. Kemudian ia duduk dan mulai kembali mengerjakan laporan pembukuan sembako di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2