
Laura dan Derick masih menunggu pasangan suami istri itu turun, mereka akan memenuhi undangan dari keluarga Leander.
Devis masih menunggu Lina yang masih menyusui Baby Hasya, Lina sendiri sudah merias wajah nya dan masih memakai Bathrobe setelah bayi mungil itu sudah kenyang Lina memberikan pada Baby sitter untuk di gendong dengan Neneknya
Lina kemudian memakaikan Devis dasi dan jas suit double breast 2 kancing depan.
" Kau sudah tampan dan gagah, Sekang aku harus berpakaian dan menata rambut ku."
Devis mengangguk lalu meraih botol parfume ia menyemprotkan minyak wangi itu pada bagian titik kulit nadi dan bagian belakang telinga, terakhir Devis memakai arloji Seiko yang sepasang dengan Lina. Lina sudah memakai busana untuk undangan makan malam terakhir ia menata rambut nya yang ia ikat satu dengan belahan pinggir. Warna busana Lina dan devis senada. Lina tak lupa juga menyemprotkan minyak wangi pada titik lipatan sikut tangan, belakang telinga dan pada bagian lipatan kaki belakang dengkul.
" Kau sudah siap?"
" Sudah ."
" Kita temui Ayah dan Mommy."
Mereka sudah dalam perjalanan menuju Mansion keluarga Leander. Selama di perjalanan Laura menceritakan antara hubungan keluarga Lefrandt dan Leander kini sudah menjadi besan. Tentu Devis kenal dengan Maria, dia hanya tersenyum mengingat kejadian itu tentang perjodohannya dengan Maria. Bagi Devis itu sudah masa lalu, kini Maria pun sudah mendapatkan suami yang mencintai Maria.
Devis dan Derick memang sudah kenal dengan keluarga Leander, sebagai sama sama pengusaha pasti pergaulan nya masih satu circle, kalau sudah bertemu tidak jauh jauh obrolan mereka pasti tentang bisnis mereka.
Lina sendiri semenjak menikah dengan Devis, ia harus tahu porsi nya yaitu kedudukan nya menjadi Istri pengusaha. Dia harus menjaga itikad yang baik jangan sampai terlihat norak atau kampungan. Lina memang harus banyak belajar tentang tata Krama pergaulan nya di saat ada pertemuan seperti ini.
Setelah mobil sampai di kediaman keluarga Leander Devis meminta agar Mommy dan Ayah nya lebih dulu menemui Nyonya Leander, Ia harus menunggu Lina agar Hasya aman di gendongan nya. Devis sebelum membukakan pintu untuk Lina, ia melangkah sambil jari jari nya mengancing jas nya. Devis seperti biasa menggandeng Lina, dan langsung menemui Tuan dan Nyonya Leander.
" Halo Nak Devis apa kabar?" sapa Floren Ibunya Freddy dan langsung memeluk dan mencium pipi.
" Kabar saya baik Nyonya Floren, dan kenalkan ini istriku nama nya Lina."
" Selamat malam Nyonya, saya Lina."
" Kau nampak nya berasal dari negara?"
" Indonesia Nyonya."
" Ohh..iya, Devis istri mu cantik, dan ini putri mu..siapa nama nya?"
" Hasya."
" Hasya nama yang indah..Oh..mari silahkan masuk!, kita bincang bincang di dalam."
Tuan Leander bersama Maria dan Freddy yang juga sedang menggendong putrinya muncul dan ikut bergabung dengan keluarga Bakker.
__ADS_1
" Selamat malam selamat datang di rumah kami Tuan Derick dan Nyonya Laura." sambut Leander.
Keluarga Bakker pun berdiri dan mereka berjabatan tangan. Maria pun kaget melihat kedatangan Devis bersama istri dan bayi mungilnya.
" Devis." Maria tersenyum
" Apa kabar Maria?"
" Baik Dev."
" Apa kabar Freddy."
" Baik Devis."
" Siapa nama putri mu, Maria?"
" Nayla..Nayla Isabell Leander."
" Oh..nama yang bagus."
" Trimakasih Dev, dan ini Istri mu?" Maria beralih menatap Lina.
" Iya, Lina kenalkan Ini Maria."
" Putri kita tidak jauh umur nya, ya! Nayla sudah berusia 3 bulan."
Lina pun menatap putri pasangan Maria dan Freddy sangat lucu dan pipinya yang chubby.
Mereka pun duduk kembali dan berbincang bincang.
" Tuan Leander mana putra mu Freddo?" tanya Derick.
" Dia masih masih dalam perjalanan sebentar lagi tiba." jawab Leander.
Baru saja Derick menanyakan Freddo, Freddo sudah muncul di ambang pintu.
" Selamat malam semuanya."
" Nah itu dia putra kami Freddo sudah datang." lanjut Floren.
" Freddo masuklah!" seru Floren
__ADS_1
" Maaf saya baru tiba."
Lina yang sudah pernah melihat pria itu beberapa hari lalu langsung terkejut.
" Bukan kah pria itu yang membayar belanjaan ku." dalam hati Lina.
Freddo melangkah dan akan bergabung tatapannya kini pada wanita yang dikenal nya beberapa hari lalu, Freddo yang masih berdiri terkejut melihat wanita Indonesia itu ada di rumah nya.
" Lina?" Spontan Freddo memanggil Lina dengan tatapan yang tajam ke arah Lina karena nama Lina tidak akan dia lupa.
Membuat Lina menjadi gugup, karena semua yang berada di situ menatap ke arah nya. Devis pun juga tidak menduga kalau Freddo bisa mengenal Lina, tapi bagaimana? Lina dan Freddo bisa saling kenal. Devis mulai dengan tatapan selidik pada Freddo dan Lina.
Devis pun berdiri dan langsung bicara pada Freddo.
" Apa kabar Freddo?"
" Baik Devis Bakker." Freddo langsung memberi tangan pada Devis.
" Kenalkan ini istri ku dan juga putri ku."
" Oh..ok, baik kalau begitu." balas Freddo dengan ekspresi tergugu.
Lina pun berdiri.
" Hi..Freddo."
" Hi..Lina, aku tidak menyangka kita bertemu di sini."
" Iya." Lina tersenyum kaku.
Devis yang masih berdiri masih menatap Freddo dan beralih pada Lina.
" Memang nya kalian sudah bertemu di mana?" lanjut Devis dengan tatapan selidik nya.
" Di supermarket, Dev."
Devis mengangguk.
" Devis, Freddo silahkan duduk!" Leander langsung mengambil alih.
Devis pun duduk kembali.
__ADS_1
" Sesudah ini kau harus jelaskan padaku." ucap nya berbisik di telinga Lina dengan penuh penekanan.
Membuat Lina hatinya nya jadi was was pada Devis. sedangkan Freddo sendiri yang sebelum nya sedang berbunga bunga hati nya karena telah bertemu dengan wanita Indonesia yang cantik kini, harus pupus seketika.Ternyata wanita yang baru dikenalnya dan sekarang berada di rumah nya adalah, istri Devis teman Ayah nya. Freddo sudah hampir jatuh cinta pada Lina.