CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
love is Fool


__ADS_3

Hello..Readers yang menanyakan visual Adrie sudah ada yaa😍 di episode sebelumnya foto Adrie cuma satu itu agak susah untuk visual foto Adrie yang disesuaikan dengan tokoh Adrie. Author juga Mon maaf, bila ada pengulangan kata yang belum di rapihkan tulisan ku🙏 Happy reading.


👉👉 lanjut.


Sementara Devis menunggu Adrie keluar dari ruangan pasien, ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Johan.


" Jo, siap kan tiket penerbangan ku ke Amsterdam!"


Devis ingin fokus pada pekerjaan di kota nya. Tidak hanya itu, Devis berencana akan mengadakan perjalanan ke Australia dan Jerman untuk memantau usahanya di sana. Devis juga harus melupakan peristiwa yang telah terjadi dalam hidup nya di Indonesia. Tapi belum tentu ia bisa lepas dari bayang bayang Lina. Devis butuh waktu, karena tidak mudah untuk melupakan begitu saja pada wanita yang ia cintai. Entahlah?, hanya sosok Lina yang bisa membuat diri nya menjadi bodoh seperti ini.


Sudah jelas jelas!, Adrie dan Lina sudah kembali menyatu, tapi masih mengharapkan cinta nya, Lina.


Pagi menyambut, Adrie dan Lina serta ketiga anaknya datang. Adrie sangat bahagia, ia sudah membawa orang orang tercinta nya kembali kerumah.


TINN


Adrie mengklakson ketika mobil nya sudah masuk ke halaman garasi. Buk Jum buru buru menyambut Tuan nya itu, mata nya mengamati di samping Tuan sudah ada Nyonya yang sedang tersenyum pada Buk Jum.


" Nyonya?, Buk Jum terlihat sangat senang melihat Tuan dan Nyonya nya itu telah kembali.


" Pagi Tuan."


" Pagi Buk Jum"


" Pagi, Nyonya."


" Pagi Buk Jum, Buk Jum apa kabar?, sehat sehat saja, kan?"


" Alhamdulillah Nyonya, saya dan Buk Inah sehat."


" Tolong turunkan barang barang Ibu, ya!"


" Baik, Tuan!"


Buk Inah lagi di dapur penasaran, siapa yang datang? karena Buk Inah mendengar suara majikan perempuan yang di panggil oleh Buk Jum. Buru buru ia pun ingin menghampiri mereka.


" Buk Inah!" Anak anak Lina sudah keluar dari mobil dan memanggil pengasuh itu, yang sangat lemah lembut.


" Sakya Aileen Dek Aldeen." Buk Inah tersenyum bahagia, rindu rasa nya lama tidak bertemu dengan ketiga anak yang cantik dan tampan itu.


Adrie menggandeng tangan Lina, nampak wajah kedua nya sangat bahagia. Begitu juga Buk Inah dan Buk Jum senang melihat mereka bersatu kembali.


" Ayo masuk, sayang!" Ajak Adrie pada Lina.


Ketika Adrie sudah masuk rumah, mata nya mengedar sekeliling ruangan itu, suasana dalam rumah kembali menghangat, tidak ada lagi suasana sepi dan dingin di rumah ini. Rumah lah, adalah tempat berkumpul nya keluarga yang ia cintai.

__ADS_1


Di tambah lagi Adrie sudah merasakan kembali suara riuh nya anak anaknya, Adrie mendengar Sakya sedang memainkan gitar nya. Aldeen dan Aileen berkejaran. Lina dan Buk Jum kembali sedang berkutat di dapur.


Suasana inilah yang Adrie rindukan.


" Bang, kau mau makan apa?, biar aku masak untuk makan siang kita."


" Steak saja."


" Steak?" Lina berfikir ia harus belanja dulu karena baru saja melihat isi lemari es itu kosong.


" Baik lah, Bang!"


Adrie tersenyum ia sudah sangat rindu dengan masakan istri nya. Lina menyuruh Buk Jum dan Buk Inah berbelanja karna suami nya ingin makan kesukaan nya itu. Lina lalu ingin mengecek toko sembako nya.


" Surya, Lesti."


" Nyonya." Surya dan Lesti yang sedang sibuk langsung menoleh pada Lina.


" Apa kabar dengan kalian, berdua?"


" Kami baik baik saja, Bu."


" Syukurlah!, bagaimana dengan toko ini?, lancar?"


" Heum?" apa itu?"


" Euh..euh, pembukuan nya agak sedikit kacau. Seperti nya Tuan ada sedikit kesalahan menghitung total keseluruhan."


Lina terkekeh, dalam pengecekan laporan pembukuan memang harus teliti.


" Ya sudah, nanti Ibu perbaiki!, Ibu masuk dulu!"


" Iya Bu."


Lina kembali ke dapur dan mulai menyibukkan dengan pekerjaan rumah tangga nya. Ia mengecek bahan bahan yang kurang di dapur. Sambil menunggu Buk Jum dan Buk Inah dari pasar, Lina memasak sedikit makanan untuk anak anak nya. Lina sudah berganti baju favorit nya itu, celana pendek dan kaos tank top. Lina mengaduk masakan sambil bersenandung pelan.


Adrie yang baru keluar dari kamar, melihat istri nya sedang di depan kompor. Adrie tersenyum momen ini yang Adrie rindukan, Adrie ingin menggodanya. Adrie perlahan mendekati Lina dari belakang, Adrie mendengar istrinya sedang bersenandung.


Kedua tangan Adrie sudah siap ingin memeluk Lina. Begitu tangan Adrie sudah melingkar di pinggang Lina, Lina sedikit kaget di lihat kedua tangan Adrie yang kekar memeluk nya.


" Ahh Abang!, kenapa suka sekali, Abang memeluk ku di saat aku sedang masak?"


Adrie tersenyum sambil bibir nya mengecupi tengkuk leher Lina.


" Kau sedang masak apa?"

__ADS_1


" Aku memasak sayur untuk anak anak, Bang."


Adrie semakin intens mengecupi leher istri nya dan bibir nya berpindah pada bahu Lina, tangan nya menurunkan baju tanktop sampai bawah bahu Lina. Adrie semakin gemas mengecup sedikit memberi tanda merah pada bahu nya.


" Aww..Abang, geli ahh!, Abang aku sedang memasak!, kalau Abang terus seperti ini. Bisa bisa tertunda masakan ini, kapan selesai nya, Bang?"


Adrie mengembangkan senyum nya, sudah lama tidak mendengar kata kata seperti yang tadi Lina ucapkan.


" Masih lama matang nya?, heum?"


" Sedikit lagi."


Adrie yang masih terus memeluk Lina, Lina hanya mendiamkan saja. Dalam hati Lina juga merasa rindu momen seperti ini. Sayur pun sudah matang, Lina mematikan kompor.


Adrie sudah tidak tahan, begitu Lina sudah mematikan kompor itu. Adrie menarik tubuh istri nya agak menjauh dari kompor itu, dan membalikan Lina berhadapan dengan Adrie. Adrie kembali mengecup leher Lina, bibir nya menyapu bagian leher itu dengan lembut dan kembali memberi tanda merah di leher Lina . Lina mulai mende**h.


Mendengar des**an keluar dari mulut Lina, Adrie semakin ganas bibir nya me***at bibir Lina, Lina membuka mulut nya sambil terpejam menikmati ujung lidah Adrie memainkan rongga mulut Lina. Lidah kedua nya saling mengait dan menghisap. Lina merasakan geli dan nikmat ujung lidah Adrie memainkan langit langit mulut Lina. Membuat tubuh nya meremang. Tangan Adrie sudah meremas dada kanan Lina, Lina mulai bergairah. Adrie dan Lina melepaskan ciuman itu. Sambil mengambil nafas dalam dalam.


Jari Adrie mengelap bibir Lina yang basah oleh Saliva.


" Sayang!"


" Iya!"


" Abang sangat mencintai mu."


Lina tersenyum kedua tangan Lina merangkul di leher Adrie.


" Aku juga mencintai mu, Bang."


" Sungguh?"


" Sangat sungguh!'


Adrie tersenyum ia menarik tubuh Lina lebih menempel ke tubuh nya. Tapi dengan lancang, tangan Adrie menarik tangan Lina dan telapak tangan Lina sengaja Adrie letakan tepat pada bagian bawah Adrie yang sudah mengeras. Yang terasa pada telapak Lina seperti ada kayu di balik celana Adrie.


Lina terkekeh mata nya melihat bagian bawah Adrie, tangan Lina juga lancang ditarik nya celana pendek Adrie yang pinggang nya dari karet itu. Mata Lina sumringah melihat di balik celana pendek Adrie yang tidak memakai cd.


" Kenapa?, ucap Adrie menggoda Lina. " Kau merindukan singkong bakar ku?"


Lina tersenyum malu, ia mengangguk dan berkata.


" Tentu saja aku merindukan ini."


Tanpa basa basi Adrie langsung menggendong Lina, menuju kamar pribadi mereka.

__ADS_1


__ADS_2