
Dimata Devis Maria memang gadis yang anggun, hanya saja banyak bicara. Bahasa Maria banyak menggunakan kata kata bahasa yang menurut Devis terlalu tinggi, beda dengan sosok Lina apa adanya, Lina agak pendiam namun bila sudah bicara dengan Devis di telinga Devis sangat lembut dan nyambung apabila sudah berdiskusi masalah bisnis. Lina memang bukan lah wanita karir bagi Lina ia memilih menjadi ibu rumah tangga yang memprioritaskan keluarga sifatnya tidak beda jauh dengan almarhum istri Devis.
" Dev."
" Iya Mom."
" Ajaklah Maria jalan jalan, supaya kalian bisa mengenal lebih dekat."
" Aku sibuk Mom, banyak pekerjaan yang harus Devis kerjakan."
" Ya sudah kalau kau ada waktu, ajaklah Maria!, sepertinya dia menyukai kamu."
" Nanti lah Mom, Devis hanya tidak ingin terburu buru."
" Dev, Lina sudah bahagia dengan Adrie. Mereka sedang menikmati kembali madu nya mahligai rumah tangga, bukalah hati kamu untuk Maria sedikit saja!"
" Mom, Devis justru sangat sibuk tidak ada waktu memikirkan hal itu lagi."
" Sukurlah!, Mommy hanya khawatir dengan sifat keras kepala kamu. Mommy takut kamu bawa kabur istri orang."
Devis terkekeh, dengan ucapan Mommy nya.
" Jangan khawatir Mom!, Devis akan mencari wanita yang cocok untuk Devis yang sayang juga dengan cucu cucu Mommy."
" Mommy percaya sama kamu, Dev."
😍😍😍
TOK TOK
" Masuk!"
" Selamat siang, Pak Adrie."
" Siang."
" Ada kiriman makanan dari Ibu Tiara."
" Oh, baik Terima kasih."
Adrie melihat box makanan itu, namun dari aroma makanan itu sangat harum dan masih sedikit hangat. Ia membuka box itu rupanya Tiara mengirimkan makanan steak untuk makan siangnya.
Adrie mencicipi steak Buatan Tiara, dan sangat mengejutkan steak sangat enak rasanya.
" Apa ini Tiara yang buat sendiri." Adrie bergumam.
Tak lama ponsel Adrie berdering, Tiara menelpon Adrie.
" Halo, Ra."
" Sudah sampai steaknya?"
" Sudah Ra, ini aku lagi makan."
Adrie kemudian mengalih panggilan itu ke video call.
" Bagaimana rasa steaknya?"
Adrie mengacungkan jempol nya ke bawah, sengaja Adrie ingin mengerjai Tiara. Membuat wajah Tiara agak panik sedikit. lalu jempol Adrie di putar ke atas.
" Enak, Ra hehhehe."
__ADS_1
" Huuhh, kamu itu bikin aku deg degan saja."
" Tumben, steak nya enak, pesan dimana?" Mulutnya sambil menguyah.
Adrie lagi lagi menggoda Tiara, sengaja ingin membuat Tiara kesal. Padahal Adrie tahu steak ini buatan Tiara.
" Enak saja pesan!, steak itu aku buat sendiri tau."
" Oh ya, kemajuan nehh!, sudah jadi Nyonya Brata jadi pintar masak."
" Iya dong!, aku kira kamu akan memuntahkan steak buatan ku."
" Gak Ra, sumpah ini enak banget steak nya."
" Trimakasih!, ok lanjutin makannya aku tutup dulu."
,
,
,
,
TING TONG
" Itu Maria sudah datang." ucap Laura langsung meyambut kedatangan Maria.
" Selamat siang, Om Tante."
" Selamat siang, Maria. Apa kalian akan pergi?" Balas Derick.
" Oh, oke!"
" Derick kami jalan dulu!"
Maria dan Laura sudah berencana ingin meluangkan waktu berbelanja, ke salon dan makan. Maria ingin lebih akrab dengan Laura adalah cara ia agar bisa memudahkan menjalin hubungan dengan Devis.
Sampailah mereka berdua di pusat belanja, Maria dan Laura langsung menuju ke sebuah outlet rumah mode pakaian, sepatu dan tas branded Her*es terkenal itu.
Bagi Laura dan Maria berbelanja pakaian, sepatu dan tas dengan harga yang sangat fantastis hal yang biasa.
Maria sedang melihat lihat koleksi fashion terbaru dari Paris itu untuk dirinya dan juga Laura. Tepat kedua bola mata Maria tertuju pada dress warna electric blue bentuk terusan rok panjang dan lengan panjang lengkap belt hitam yang terlihat simple tapi elegan.
" Tante, baju ini sangat anggun yaa!" seru nya.
" Iya seperti nya keluaran terbaru."
" Aku suka warna nya. Tante."
" Kau sepertinya punya selera yang bagus."
" Aku ingin memakainya saat berkencan dengan Devis saja, Tante."
Laura menatap Maria tersenyum sumringah, sepertinya Maria ingin sekali berkencan dengan Devis. Tapi Laura juga masih sangsi apakah Devis mau menerima Maria.
" Tante berharap seperti itu."
" Tapi...Devis belum menyukai ku. Tante."
" Sabar, ya!, Devis sangat sibuk nanti kalau dia sedang libur, Tante akan meminta Devis berkencan dengan mu."
__ADS_1
" Trimakasih. Tante."
Setelah Maria sudah mencoba dress pilihannya, ia meminta pada pramuniaga untuk di masukan tas belanja. Laura dan Maria kini menuju salon untuk melakukan perawatan tubuh. Maria dan Laura juga ingin merubah bentuk dan warna Rambut trend masa kini.
Pukul 9 malam Maria dan Laura sudah kembali, sebelum nya Maria mengantar Laura ke kediamannya Devis. Mobil Maria sudah berada di parkiran halaman rumah Devis. Pelayan langsung membuka kan pintu mobil dan membawa barang barang belanja majikannya kedalam.
Selang beberapa menit mobil Devis masuk, namun ia meminta supirnya untuk berhenti. Devis sudah melihat mobil Maria, ia memperhatikan dari dalam mobil, Maria dan Mommy nya seperti habis dari mal karena Devis melihat pelayan rumah sedang menurunkan beberapa banyak paperbag dan di bawa oleh pelayan kedalam.
Devis mengurungkan untuk masuk kedalam rumah, ia perintahkan pada supir nya kembali. Ia memilih ingin beristirahat di apartemennya saja. Devis tahu Maria pasti menunggunya dan ingin berbincang bincang dengan nya.
Laura sudah melihat mobil Devis, namun ia menunggu Devis tak kunjung masuk rumah. Laura ingin menelpon Devis.
" Maria, Tante masuk ke kamar sebentar, yaa!"
" Baik Tante."
Setelah di dalam kamar Laura segera menelpon Devis.
" Iya Mom, ada apa?"
" Dev, kau dimana?"
" Aku baru sampai di apartemen, Mom."
" Bukan kah kau tadi sudah dihalaman rumah, Dev, Maria menunggu mu."
Mommy rupanya sudah melihat ku." Devis bicara dalam hati.
" Maaf Mom, aku lupa sesuatu jadi aku akan tidur di apartemen ku saja."
Terdengar Hela nafas berat Laura di ponsel Devis."
" Ya sudah, kalau begitu istirahatlah."
" Trimakasih, Mom."
Laura kembali menemui Maria.
" Maria trimakasih sudah mengajak Tante jalan."
" Iya Tante, eumm..Devis belum pulang ya Tante?"
" Euh..Devis sepertinya tidak pulang kerumah, ia sangat sibuk dia sedang di apartemen Karena lebih dekat dengan kantornya, jadi mungkin kalau dia pulang kerumah ia akan kesiangan." Jawab Laura beralasan.
" Owh, tidak apa Tante. Kalau begitu Maria pulang dulu Tante ini sudah malam."
" Biar supir Tante yang mengantar kau pulang."
" Tidak usah Tante, maaf nanti malah merepotkan."
" Tidak Maria."
" Trimakasih Tante, aku pamit pulang dulu sampaikan salam untuk Om Derick."
" Baiklah, hati hati di jalan ya!"
Dalam mobil Maria sedikit mendengus, ia menyadari bahwa tadi ia sudah melihat Devis. Tapi sepertinya Devis menghindar darinya.
" Baiklah Dev, aku tahu kau menghindar dari ku, tapi aku pastikan kau akan menyukai ku."
Maria menyunggingkan sudut bibirnya.
__ADS_1