
Di sebuah Bank.
Lina sedang menunggu antrian tidak lama Lina di panggil oleh petugas customer servis.
" Selamat siang Buk, ada yang bisa saya bantu?'
" Selamat siang, ini saya ingin mencairkan uang di lembar cek ini." Lina memberikan lembar cek itu kepada petugas.
" Baik di tunggu, saya akan mengecek nya dahulu."
Tujuan Lina ke Bank untuk mencairkan uang pada lembar kertas cek bernilai 1 M yang di berikan oleh Devis bulan lalu.
10 menit uang itu sudah cair. Lina kemudian membuat bilyet untuk di deposito kan sebagian uang itu di transfer ke rekening. Lina membuka rekening baru, agar tidak di ketahui oleh suami nya.
Di ruangan kantor Devis. Devis yang sedang serius di layar laptop nya mendengar ketukan.
TOK TOK
" Masuk!"
Johan membawa informasi baru pada Boss nya itu.
" Selamat siang Pak Devis."
" Ada informasi apa, Jo?" Devis masih menatap layar laptop nya.
" Bu Lina sudah mencairkan uang senilai satu M, 30 menit yang lalu. Pak Devis."
Devis langsung menutup layar laptopnya. Ia pun menganggukkan kepala.
" Saya juga mendapatkan informasi sepupu anda tinggal bersama dengan wanita yang bernama Tiara."
" Di Apartemen?"
" Bukan, di sebuah rumah letak nya di daerah F. Rupanya sepupu anda membeli rumah dan di tempatkan oleh wanita itu. Dan sepupu anda sering mengunjungi nya."
Devis terkejut mendengar nya.
" Baik terimakasih Jo."
Johan pun keluar dari ruangan Devis. Devis sendiri pun belum bisa bertemu dengan Lina dia masih mencari waktu yang tepat karena masih sibuk dengan pekerjaan nya.
Lina sudah sampai dirumah, dikamar Lina mulai berseluncur di sosial media untuk mencari tahu informasi apa saja yang butuhkan untuk membuka usaha salon kecantikan dan butik tentu nya. Tapi lagi lagi Lina memikirkan suami nya untuk berdiskusi tentang buka usaha yang Lina impikan itu. Bukan tidak mungkin Adrie pasti akan menanyakan dari mana modal yang Lina dapatkan. Lina pasti tidak bisa berbohong.
Tiba tiba ponsel Lina berdering Lina melihat layar ponsel ada panggilan dari suami nya.
" Halo Bang"
" Iya baik berapa lama?"
" Oke tidak apa Bang."
Lina dada nya kembali sesak, Adrie menghubungi nya hanya untuk memberitahukan bahwa suami nya meminta ijin satu minggu tidak pulang. Padahal Lina sekaligus ingin berdiskusi tentang buka usaha lain pada Adrie di telepon, tapi Adrie seperti nya menghindar agar Lina tidak banyak bertanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Ponsel Lina berdering kembali, mata nya membulat. Devis menelpon Lina.
" Devis." Lina bergumam, ia gugup untuk menjawab ponsel dari Devis.
" Halo K Kak Devis."
" Apa kabar sayang?"
" Ba baik Kak."
" Devis saja, sayang."
" Ah iya lupa, Devis."
" Baru satu bulan tak bertemu kau sudah melupakan ku."
" Tidak, aku tidak melupakan mu. Dev!, kenapa baru sekarang kau menelpon ku?"
" Nanti saja aku jelaskan, besok temui aku di cafe jl. xxx. jam 1 siang!"
" Baik lah."
Mobil Adrie sudah berada di parkiran, di sebuah rumah yang Tiara tempati. Seperti biasa mereka bertemu selalu memadu kasih tentunya. Adrie memang sudah sangat sayang pada Tiara, Adrie sudah lupa dengan janji janji nya pada Lina untuk tetap setia. Tapi Adrie tetap pegang prinsip nya untuk mempertahan pernikahan nya pada Lina. Katakan lah Adrie memang sangat egois tidak mau rumah tangga nya hancur tapi masih saja selingkuh.
" Drie kau mau makan dulu?"
" Iya Ra, sayang aku akan menginap di sini satu Minggu."
" Euh?, kau sedang bertengkar dengan istri mu?"
" Oh..ya sudah."
" Satu minggu aku akan sibuk, dalam pencarian putri Boss ku."
Adrie pun menceritakan perihal putri Pak Harry yang menghilang pada Tiara.
" Kasihan sekali Boss kamu."
" Untuk itu aku akan menginap, biar tidak terlalu jauh dari kantor penyidik."
Malam harinya kedua pasangan itu melakukan aktifitas panas hingga kedua nya kelelahan dan mulai tertidur.
Lina di dalam kamar merasa kesepian, ranjang luas itu ia hanya tidur sendiri. Dia tidak bisa memejamkan mata nya karena memikirkan Adrie. Akhir nya Lina memutuskan untuk tidur di kamar Aileen saja.
Pagi harinya Lina seperti biasa membantu Buk Jum di dapur. Ia teringat dengan ajakan Devis untuk bertemu siang nanti.
Selesai membuat sarapan anak anak Lina menanyakan Ayah mereka.
" Mam Papa tidak pulang ya?" Sakya bertanya pada Lina yang sibuk menata piring dan sendok di meja.
" Papa Ada urusan pekerjaan, sayang. Satu Minggu Papa tugas di luar kota." Lina sedikit berbohong pada Putra nya.
" Sakya sudah selesai mam, Sakya siap siap dulu." Tidak lama mobil jemputan sekolah Sakya sudah tiba.
__ADS_1
" Baik Nak, jangan nakal ya di sekolah!"
" Oke mam."
Anak anak Lina sudah berangkat ke sekolah, di dalam kamar Lina sedang memilih baju yang cocok untuk bertemu dengan Devis. Di depan cermin ia berkaca melihat wajah nya dan bentuk tubuh nya. Lina mengambil jarak 3 langkah mundur dari hadapan cermin sambil memutar badan melihat lekuk tubuh nya. Ia berbicara pada diri nya.
" Tubuh ku masih langsing."
Kemudian Lina mendekat ke cermin dan menatap wajah nya
" Wajah ku bersih dan segar."
" Apa ada yang salah pada diri ku?, hingga membuat suami ku selingkuh?"
Kemudian muncul di otak nya
" Apa perlu aku ke salon saja, sebelum bertemu dengan Devis?" Tanpa berlama lama Lina kemudian berganti baju dan membawa satu stel pakaian yang di pilihnya.
Lina selama menikah dengan Adrie memang tidak pernah ke salon kecantikan. Ia hanya melakukan perawatan sederhana saja di rumah, karena Lina berpikir untuk melakukan perawatan di salon hanya membuang banyak waktu. Boro boro mau ke salon!, melakukan perawatan sendiri saja sudah susah mengatur waktu nya. Ia lebih memprioritaskan perhatian pada anak anak nya saja, apalagi semenjak punya 2 toko sembako ia sudah sangat sibuk.
Sampai di salon.
" Selamat siang Ibu cantik, ada yang bisa saya bantu?" Ucap pemilik salon yang sangat cantik tapi berjakun. Jangan terkecoh pemilik salon ini nampak perempuan tulen tapi sebenarnya adalah pria.
" Saya ingin perawatan tubuh. Tolong dandani saya!"
" Baik!, tapi maaf sebelum nya ibu cantik. Untuk acara apa?, biar Eike dandanin yei sesuai moment nya.
" Saya ingin bertemu dengan seseorang."
" Cogan pastinya..yekan."
" Apa itu cogan?"
" Aduhh!, masa sichh yei tidak tahu cogan?,
Cowo ganteng."
Lina tersenyum.
" Maaf nama Mba?"
" Kenalkan nama akika Ajeng."
" Nama saya Lina, Mba Ajeng."
Ajeng kemudian melihat Lina dari ujung rambut sampai kaki.
" Oke, tapi baju yang yei pakai ini tidak cucok cyinn."
" Saya bawa." Lina menunjukan baju nya pada Ajeng."
" Ughh mehong baju yei!, oke tidak perlu lambreta lah yaah, cuss yuuk mari!, Eike dandanin yei, biar yei tampil berkelas."
__ADS_1
Ajeng kemudian memanggil 2 pegawai nya membantu mengerjakan perawatan pada Lina mulai dari padicur manicur, lulur dan rambut. Terakhir riasan wajah Lina.