CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Jadi Obat Nyamuk


__ADS_3

Sampai tiba di kantor di Jakarta, Devis memeriksa hasil laporan perusahaan dari Johan.


" Pak Devis, maaf..kapan anda menikah?"


" Mungkin bulan depan, Jo. Saya akan stay di Jakarta untuk mengurus keperluan saya dan Lina."


" Baik Pak Devis."


" Bagaimana dengan Bakery Dennis, Jo?"


" Semenjak manajemen anda rubah, mulai meningkat."


Devis hanya mengangguk anggukan kepala.


" Ya..sudah, saya mau pulang dulu.Tolong kau handel!"


" Baik Pak Devis."


TING TUNG


" Selamat sore, Lina."


" Sore Pak Bimo, mau jemput Aldo?"


" Iya Lina."


" Aldo dan Sakya sedang keluar, tunggu saja dulu!, saya juga baru pulang dari butik."


" Memang nya kemana mereka?"


" Seperti nya mereka sedang main bola basket."


" Baik Lina, saya tunggu di mobil saja."


" Lho..duduk saja di sini Pak Bimo tidak apa."


" Ya sudah kalau begitu."

__ADS_1


" Saya buatkan minum ya Pak, sebentar!'


Bimo terpaksa harus menunggu putra nya, ia tidak mau putra nya marah pada nya karena putra nya meminta ia harus menjemput. Bimo selagi masih sempat ia yang akan menjemputnya. Karena Bimo teringat Aldo sedang meminta sesuatu pada nya jadi rencana Bimo sepulang dari rumah Lina, Bimo dan Aldo akan singgah ke toko musik.


" Ini silahkan di minum."


" Terimakasih Lina, saya baru saja tiba dari luar kota langsung ke sini."


Sambil menunggu Aldo dan Sakya, terpaksa Lina harus temani Bimo untuk teman ngobrol. Mereka berbincang bincang hanya sebatas tentang perilaku anak anak mereka. Bimo sendiri tidak mau membahas penolakan Lina kepada dirinya yang pernah mengajak Lina untuk jalan berdua. Bimo sangat menjaga privasi Lina ia menghargai keputusan Lina hanya sebagai sebatas teman saja.


Sebuah mobil mewah melaju dengan lambat mobil itu berhenti sebelum tepat di rumah Lina, Devis dari dalam mobil matanya memperhatikan mobil MB yang terparkir di jalan aspal tepat rumah Lina.


" Apakah sedang ada tamu?" gumam Devis.


Dari penglihatan Devis rupanya Lina sedang asik berbincang dengan seorang pria dengan jarak duduk yang agak berjauhan.


" Siapa dia?"


Obrolan keduanya sangat santai dan juga serius terlihat ekspresi wajah Lina menyimak pria itu bicara pada nya kadang juga terlihat tersenyum pada pria itu.


" Selamat sore."


Lina sontak langsung berdiri melihat kedatangan Devis.


" Devis?"


Devis masih berdiri yang tidak jauh dari kedudukan mereka, mata nya menatap pada Lina lalu berpindah menatap Bimo yang masih duduk. Bimo pun ikut berdiri.


" Sore." balas Bimo.


" Apa saya menganggu obrolan kalian berdua?"


Bimo yang menanggapi pertanyaan Devis seketika menyadari seperti nya pria itu tidak suka akan kehadiran diri nya. Tatapan Devis pada Bimo seperti menyelidiki Bimo.


" Oh..tidak sama sekali."


Namun sejurus kemudian ekspresi Bimo sedang mengingat ingat pada pria itu, demikian juga Devis menatap Bimo sambil mengingat ingat wajah pria itu. Beberapa jam lalu keduanya pernah bertemu.

__ADS_1


" Sepertinya kita pernah sempat bertemu eumm..tapi dimana ya?" Bimo mencoba mengingat ngingat dengan menipiskan kan kedua bibirnya, lalu menjentikkan jari nya. " Di bandara...Ya!, saya baru ingat."


" O' ya, betul!, anda yang menyenggol bahu saya."


Lina yang masih berdiri menatap kedua nya dengan ekspresi terkejut.


" Saya memang terburu buru untuk tiba di rumah-"


" Calon istri saya." dilanjutkan oleh Devis.


" Oh...ya saya sudah tahu itu."


Bimo seketika menjadi kikuk, kini sebaliknya ia merasa keberadaan nya tidak membuat nyaman.


" Dev, kenalkan dia Ayah nya teman Sakya."


" Saya Bimo." Bimo memberi tangan pada Devis.


" Devis."


" Dev, duduklah!, aku buatkan minum."


" Terimakasih sayang."


Bimo semakin tidak nyaman dengan keberadaannya di rumah Lina, karena kedatangan calon suami Lina. Tapi ia berusaha tetap tenang.


" Kalau bukan nungguin Aldo, rasa nya gue udah mau cabut dari sini..dimana Aldo kenapa lama sekali?, sialan..gue jadi obat nyamuk disini." ucap Bimo dalam hati.


Lina sudah membawa kopi buat Devis.


" Ini kopi nya, Dev."


" Terimakasih sayang."


Bimo pun akhirnya berdiri, ia ingin menunggu putra nya di mobil saja.


" Lina..saya sebaiknya menunggu putra saya di mobil saja."

__ADS_1


" Tidak apa di sini saja, kita ngobrol ngobrol dulu," Ucap Devis.


__ADS_2