
" Revan, tunggu!"
Revanno tidak mempedulikan istrinya, yang berlari mengejar dirinya.
Sampai di kamar Maria, Maria yang sedang melangkah kesana kemari di dalam kamar berhenti saat Ayah nya masuk dengan wajah yang merah karena marah.
" Kurang ajar kau Maria!, apa yang kau lakukan benar benar membuat kami malu!" Revanno bicara dengan suara keras.
Lenda sendiri sudah takut dengan kemarahan suaminya terhadap putri nya itu.
" A- apa ma- maksud Papa?"
" SIAPA YANG MENGHAMILI KAMU, JAWAB!"
" A- ku sudah bilang Devis Pah!"
Revanno menarik tangan Maria kasar dan hendak menampar putri nya sendiri. Tapi Lenda sebagai seorang Ibu mencegah dan menghalangi tamparan suami nya kepada putrinya. Ia harus melindungi putri nya walau putrinya bersalah.
" Revan, jangan!, jangan pukul Maria!, dia sedang mengandung Revan!, apa kau tidak takut bila terjadi sesuatu pada Maria dan kandungan nya."
Lenda berdiri di depan Maria. Maria beringsut di belakang badan Ibu nya.
__ADS_1
" Minggir Lenda!, aku harus memberi pelajaran pada putri kita."
" Tidak!, kalau kau sampai memukul nya, aku akan pergi dari rumah ini sekarang juga!, dan membawa Maria pergi."
Lenda tak kalah sengit berani melawan suami nya, ia hanya tidak tega bila suami nya memukul putri nya.
" Kau ingin pergi dari rumah ini, silahkan Lenda! dan bawa anak kamu itu yang sudah kurang ajar pada kita."
Mendengar ucapan Ayah nya yang tidak main main pada Ibunya, akhirnya Maria mengaku dengan siapa yang telah menghamilinya. Maria lebih baik mengaku dari pada Ayah nya akan berpisah dengan Ibu nya. Maria mulai menangis.
" Ba- baik Pah, Freddy yang menghamili ku."
" Freddy?"
Maria langsung bersujud di kaki Ayah nya. Lenda mendengar pengakuan putri nya shok. Revanno dan Lenda terdiam.
" Hem, apa kau tidak bisa memilih lelaki yang lebih pantas Maria?, gugurkan anak itu Maria!"
DEG
Maria tidak kalah shok dengan ucapan Ayah nya. Ia tidak menyangka Ayah nya tidak mau menerima cucu nya sendiri. Lenda pun tidak bisa membayangkan apa yang akan di katakan orang orang putri nya telah hamil oleh seorang supir.
__ADS_1
" Mama malu Maria, kau benar benar telah melempar kotoran ke muka kami."
" Maafin aku Mam!, aku tidak mau menggugurkan anak kandung ku Mam, aku sudah mencintai Freddy Mah Pah."
" Makan cinta itu Maria, kau buta."
Maria berdiri dari kaki Ayah nya, dia akan menerima ini semua kalau memang orang tuanya tidak mau menerima cucu nya sendiri.
" Baik Mam, Pah!. Maria akan pergi dari rumah ini. Kalau Mama dan Papa tidak mau menerima cucu kalian sendiri, aku akan menghidupi anak kandung ku sendiri tanpa kalian."
Revanno dan Lenda menoleh sesaat, keduanya berfikir keras dengan pendirian putrinya. Maria segara mengambil tas dan membawa barang barang seperlunya. Setelah berkemas Maria akan pergi saat itu juga.
" Maria pamit." Maria mulai melangkah keluar dari kamar nya.
Lenda ingin menghampiri putri nya, namun di cegah oleh Revanno.
" Biar kan dia Lenda, sampai di mana anak itu kuat tanpa kita."
" Tapi Revan, dia sedang hamil aku tidak mau terjadi sesuatu pada anak kita, Revan!. Biar bagaimana pun dia adalah putri kita."
" Kita lihat saja!"
__ADS_1
Maria sudah keluar dari rumah, ia melangkah dengan perasaan sedih. Ia tidak mungkin menemui Freddy. Maria pun akhirnya pergi tanpa arah tujuan dari pada orang tuanya menanggung malu atas apa yang di buat nya.