
Tanpa ijin Via, Freddo menggandeng tangan nya sampai mobil, Freddo membuka kan pintu untuk Via dan mempersilahkan nya.
" Silahkan masuk!" Freddo tersenyum.
Via lalu masuk dan duduk mata nya mengikuti Freddo memutari mobil dan duduk di kemudi Via sangat gugup. Via memang pernah dekat dengan pria selama di Jakarta atau di ajak berkencan tapi memang beda cara kencan dengan pria bule sangat manis perlakuan nya walaupun berani dan terang terangan.
Setelah Freddo duduk sebelum menyalakan mesin mobil, Freddo melepas satu kancing jas nya, cara gaya pria bule berbusana jas.
" Kita mau kemana?" tanya Via.
" Makan malam tentu nya." jawab Freddo.
Via membathin" Duh..perut gue udah kenyang lagi, tau gitu gue gak makan banyak tadi ketemu sama Lina."
" Oke.." Via mengangguk.
Rencana Freddo mengajak Via makan malam karena Freddo ingin mengenal Via lebih jauh, ia ingin tahu tentang keluarga Via atau kehidupan Via. Tapi yang jelas Freddo sudah jatuh hati pada Via saat kemunculan nya di cafe pinggir jalan tempat Via menikmati kopi itu.
Sampai di tempat sebuah restoran mewah internasional, Freddo berhentikan mobil nya dan langsung di buka kan oleh petugas pembuka pintu. Freddo turun jari nya mengancing kembali kancing satu bawah dan segera membuka kan pintu untuk Via.
" Mari Nona!" ajak Freddo.
" Terima kasih."
Freddo langsung menggenggam tangan Via saat turun dari mobil. Via kikuk ketika tangan Freddo menjulur kan memegang tangan Via, Lagi lagi Via membathin. " Ya ampun gue udah kaya princess euyy."
Setelah Via turun Freddo langsung menggandeng tangan Via sampai masuk ke restoran itu. Namun Via melihat penampilan nya yang tidak sesuai dengan pakaian nya. Karena Freddo mengajak kesebuah restoran yang harus nya memakai gaun.
__ADS_1
" Gue salah kostum nihh."
Freddo menyadari Via tidak berpenampilan layak nya seperti orang orang kaya yang makan di sebuah restoran mewah, Freddo memang tidak memberitahukan tujuan nya pada Via. Karena takut Via akan menolak.
" Tidak apa apa kau berpakaian seperti itu, kau tetap terlihat anggun di mata saya."
Via langsung berbunga bunga hati nya, dengan ucapan Freddo.
Pelayan pria berseragam rompi merah kemeja putih itu menghampiri meja mereka.
" Selamat malam Tuan, dan Nyonya. Silahkan ingin memesan makan dan minuman apa?"
Pelayan itu memberikan map buku menu dan di terima oleh Freddo. Freddo melihat lihat daftar sajian menu itu.
" Sebentar!" ucap Freddo pada pelayan yang sudah berdiri tegak. Pelayan itu mengangguk.
" Via kau ingin makan apa?"
" Eumm..Freddo aku cukup kroketten dan kopi hacienda saja." lalu map menu itu diberikan lagi pada Freddo.
" Hanya itu saja."
" Iya."
" Baiklah." Freddo memberikan map daftar menu itu pada pelayan.
Sambil menunggu hidangan datang Freddo dan Via berbincang tentang hal pekerjaan nya dan kehidupan nya, begitu juga Via menceritakan tentang pekerjaan nya dia hanya seorang wanita pekerja kantoran di Jakarta. Namun yang menarik bagi Freddo, Via tidak malu menceritakan kehidupan nya di kampung bahwa dia berasal dari keluarga yang sederhana saja dan Ia bisa berkunjung ke Amsterdam untuk liburan dan ketempat keluarga Devis. Selesai makan malam Freddo mengantar Via kembali ke hotel nya. Freddo mengantar Via sampai pintu kamar.
__ADS_1
" Sudah..sampai di sini saja kau mengantar ku, eumm..trimakasih untuk makan malamnya."
" Sama sama, aku yang berterimakasih karena kau tidak menolak ajakan ku."
Via tersenyum.
" O iya, kapan kau akan kembali ke Jakarta?"
" Masih 4 hari lagi, hari Minggu aku harus sudah di Jakarta."
" Baiklah, kalau begitu besok aku jemput kamu lagi, tidak apa kan?"
" Kemana?"
" Menemui orang tua ku."
" Ouh..tunggu!"
" Kenapa?, kau keberatan?"
" Iya..aku belum siap."
" Tidak apa, orang tua ku pasti senang bertemu dengan mu. Oke besok aku jemput."
Via mengangguk kecil dan tersenyum kaku.
" Sampai jumpa besok."
__ADS_1
Freddo segera melangkah dan meninggalkan kamar penginapan Via. Begitu Freddo sudah menghilang dari pandangan nya. Via menutup pintu dan bersandar di pintu dan menghela nafas nya.
" Dia sangat tampan, apa gak salah tertarik sama gue?, tau ahh." Via langsung menuju kasur nya dan tertidur.