CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Bertemu Devis


__ADS_3

Lina mengajak bersama ketiga anaknya dan Buk Jum, juga Buk Inah jalan jalan ke tempat wisata di Jakarta, destinasi yang mereka tuju adalah Du**n.


" Anak anak sudah siap Buk Inah?


" Sudah Nyonya."


" Buk Jum?


" Iya Nyah! saya sudah siap."


" Nyonya sebelumnya kami Buk Jum dan Buk Inah terimakasih sekali lho..Nyonya mengajak kami berdua jalan, seumur umur..terus terang kami belum pernah kesana apa itu namanya Buk Jum? tempat yang ada puteran kuda kuda an?"


" Ssst..Du**n."


" Iya Nyonya namanya Du**n.


Lina tersenyum melihat kepolosan Buk Inah.


" Iya Buk Inah tidak apa, biar ramai saja kita bisa ketawa disana."


" Yuuk berangkat!. Ucap Lina berjalan menuju mobil, namun ia teringat pesan Buk Jum untuk selalu ijin kepada suami dalam situasi ada masalah apapun.


" Sebentar yaa!. Lina kemudian kembali masuk menemui Adrie


" Bang kami jalan dulu, permisi!


" Iya sa....


Tanpa diberi kesempatan untuk Adrie bicara, Lina sudah melangkah cepat menyusul mereka yang sudah menunggu didalam mobil. Padahal Adrie sudah menyiapkan kata kata untuk istrinya agar berhati hati dan mau meminta maaf tapi menurut Adrie waktunya belum tepat.


Adrie hanya mengekor dibelakang Lina dan mengantar Lina sampai di mobil.


" Hati hati dijalan Sakya Aileen dek Aldeen jangan nakal yaa! Buk Jum Buk Inah tolong jagain anak anak!


" Baik Tuan!.


" Dah papa..." Ucap Sakya dan Aileen


Lina hanya menatap kejalan sambil mengemudikan dan wajahnya tidak menoleh Adrie sama sekali. Namun Adrie tetap bicara pada Lina.


" Hati hati yaa!


Lina tidak mengiyakan membalas ucapan Adrie matanya tetap melihat kedepan saat Adrie berdiri disamping jendela kemudi mobil. Buru buru Lina menutup kaca jendela. Mobil langsung Lina kemudikan.


Setelah mobil menjauh Adrie masuk kedalam rumah hatinya galau pikirannya tidak menentu saat itu juga.


Rumah tiba tiba terasa sepi, padahal istri dan anak anaknya baru beberapa menit lalu keluar untuk rekreasi. Bagaimana seandainya Lina benar benar pergi meninggalkan rumah ini bersama anak anaknya karena kesalahan terbesarnya pasti ia akan benar benar merasakan kesepian, itu yang Adrie takutkan.


Adrie buru buru menepis pikiran itu, ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Hari ini ia hanya menjaga toko saja membantu Lesti dan Surya pegawai tokonya sampai siang hari dan selanjutnya ia juga akan pergi ke toko cabang sembakonya sampai jam 9 malam toko itu tutup.

__ADS_1


Selesai mandi dan sarapan Adrie menuju meja kasir. Toko mulai ramai, Lesti dan Surya sibuk melayani para pembeli tangan Adrie pun sibuk menerima uang pecahan dan uang kembalian dari pembeli. Saat Adrie fokus pada uang pecahan di mesin kasir, ponselnya berdering namun Adrie mengabaikan sampai 5 kali panggilan.


Tidak terasa hari sudah siang kampung tengahnya sudah meminta untuk segera di isi, karena Buk Jum dan istrinya sedang jalan jalan jadi tidak ada makanan untuk Adrie dan para pegawainya terpaksa Adrie hanya memesan makanan untuk makan siang via online saja.


Adrie merogoh kantong celana untuk mengeluarkan ponsel dilihat layar pada ponsel ada 5 panggilan dari Tiara, Namun Adrie hanya mendiamkan saja.


Makanan sudah diantar ke toko. Surya dan Lina makan bersama dengan Adrie, Lesti yang tidak berubah masih saja kecentilan dan selalu mencari perhatian Tuannya itu. Adrie tahu Lesti pasti akan selalu menggodanya, namun bagi Adrie itu hanya hiburan buatnya ia merasa tidak terganggu dengan ulah Lesti yang genit. karena Lesti biar gimanapun pegawai yang handal bekerja ditokonya.


" Tuan sini saya siapkan makanannya.."


" Iya Lesti terimakasih!


Surya yang sudah tahu Lesti hanya menggelengkan kepala saja.


" Tuan mau saya suapin.."


Adrie hanya tersenyum dan menolaknya


" Tidak usah les..biar saya makan sendiri saja!


Lesti hanya membuang nafas karena merasa malu ditolak. namun tidak disangka Adrie menyuruh Lesti duduk disampingnya membuat Lesti senang denganTuannya.


" Kamu duduk disamping saya sini!


" Ahh Tuan!....iya aku mau duduk dekat Tuan."


Mereka bersantap makan siang dengan tenang sambil sedikit cerita pengalaman Surya dan Lesti selama bekerja di toko Adrie, cerita cerita mereka saat melayani pembeli ada yang judes ada yang galak ada juga yang cuma tanya tanya saja. Namun semua cerita cerita itu Adrie memberi semangat kepada dua pegawainya agar tetap melayani dengan baik.


" Tuan sudah selesai makannya?" gaya Lesti yang genit dan sok perhatian.


" Sudah les."


" Sini Lesti bersihin yaa mulut Tuan! ..tuh baju nya kotor ketumpahan kuah sedikit."


Adrie diam saja saat tangan Lesti sibuk membersihkan baju kaos dengan tisu.


" Trimakasih Lesti."


" Sama sama Tuan."


" Surya Lesti..Bapak sekarang mau ke toko cabang dulu yaa! kalian berdua saya tinggal dulu.


" Iya Pak Adrie..


" Iya Tuan.. sambung Lesti.


Hari sudah mulai sore Lina mengajak anak anaknya untuk siap siap pulang kembali kerumah.


" Buk Jum..sudah sore kita siap siap pulang yaa!

__ADS_1


" Iyah Nyonya nanti anak anak takut kecapean."


" Sakya Aileen kita pulang yaa!


" Iya mah!.


Mobil Lina sudah keluar dari area Du**n. saat tengah perjalanan Sakya merasa perutnya lapar kembali, ia meminta mamanya untuk makan di restoran.


" Mama..aku lapar lagi."


" Ya sudah kita cari restoran yaa!


Setelah menemukan tempat makan di restoran mobil Lina menepi dan masuk ke halaman parkir.


Restoran itu nampak tidak terlalu ramai dan tidak juga sepi hanya 4 meja yang terisi. Lina menempati meja panjang 6 kursi.


Pelayan restoran segera menghampiri meja yang sudah Lina booking sambil membawa daftar menu buku Nota dan bulpen.


" Selamat sore Buk! restoran ini hanya menyediakan beberapa menu ini saja."


Pelayan itu menyodorkan daftar menu pada Lina.


" Oh tidak apa apa yang tersedia di restoran ini saja."


Lina menulis beberapa menu dan sesudah itu diberikan kepada pelayan.


" Baik mohon tunggu! kami segera antar."


" Iya trimakasih yaa."


Devis dan Yudo juga sekertaris Johan berjalan menuju meja kosong. Yudo si pemilik restoran sedang rapat kecil dengan Devis yang akan siap bekerjasama. Namun siapa sangka saat Devis melihat lihat interior restoran Yudo yang Devis rasa kurang pas, mata Devis menangkap sosok wanita cantik duduk disamping anak kecil yang lucu tangannya sibuk sedang menyuapi makan.


Devis memperhatikan Ibu dan anak anak itu seperti dikenalnya dan mata Devis perpindah melihat ke Buk Jum, membuat Devis yakin itu adalah Lina wanita yang berhasil mengisi hatinya sekarang.


" Lina !


Devis yang menatap Lina lekat lekat agak kejauhan sampai tidak fokus lagi pada pertemuannya bersama Yudo membuat Johan yang ingin bertanya pada Devis sedikit bingung pada boss nya.


" Jadi bagaimana menurut Pak Devis?"


" Pak Devis...Pak!..Pak Devis." Johan menautkan kedua alisnya.


" Oh..maaf! Pak Yudo sebentar..Jo!. Devis menyuruh Johan untuk mendekat.


" Ada apa Pak Devis?


" Jo, kamu temani Pak Yudo..aku mau menghampiri wanita itu dulu."


Devis segera melangkah menghampiri Lina.

__ADS_1


__ADS_2