CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Adrie ingin di manja


__ADS_3

Hari pun berlalu , Sakya sudah di nyatakan sembuh, Dokter memperbolehkan agar Sakya istirahat dirumah saja.


Lina dan Adrie siap siap untuk pulang dan tidak lupa harus mengikuti anjuran Dokter supaya Adrie dan Lina menjaga kesehatan anak anak nya.


Dikamar anak Lina sedang menidurkan Sakya dan Aileen, setelah itu Lina dan Adrie langsung menuju kamar mereka, rasa lelah karena 3 malam bergantian menjaga Sakya dirumah sakit, mereka pun berdua tidur di ranjang yang besar, disaat mata Lina mulai terpejam Adrie memeluknya dari belakang.


" Sayang..." Ucap Adrie lembut.


" hmm.."


" Dari semenjak Sakya di rawat kamu mendiamkan Abang.. kenapa?"


" Abang sedang tidak membohongi ku 'kan..?"


Lina bicara masih memunggungi Adrie.


" Membohongi bagaimana maksud kamu?"


Adrie berkilah berpura pura tidak tahu.


" Ya sudah...aku lelah bang!, mau tidur.." jawab Lina .


Adrie pun diam.


" Baik lah!


Lina pun terpejam, Adrie yang masih memeluk Lina merasa hatinya gusar dan berpikir apakah istrinya sudah mulai mengetahui perselingkuhan nya dengan wanita lai


POV Lina


Selesai Lina melayani pembeli di toko nya, sore itu ia teringat suami nya untuk minta di bangunkan dari tidur siang nya ,tapi sebelum itu ponsel Adrie berdering Lina melihat layar ponsel muncul panggilan dari Evie.


Lina pun menekan tombol jawab tapi hanya diam tidak mengucapkan kata halo..karena bila dia menjawab, wanita itu akan tau bahwa yang menerima adalah istri Adrie dengan isengnya seperti menjebak siapa tau wanita itu bicara .


tanpa di duga oleh Lina wanita itu bicara memanggil suaminya dengan Panggilan sayang.


" Halo sayang!


" Halo sayang!


Lina sebenarnya ingin menjawab namun ia urungkan dan sambungan telpon putus


tapi kemudian ada nada pesan SMS dari Evie hati Lina pun berkecamuk Ia harus mengumpulkan kekuatan membaca SMS dari wanita itu.


Lina mulai membaca nya..


" Sayang jemput aku di cafe biasa


aku tunggu kamu jam 5 sore


love you."


Seluruh badan Lina terasa lemas tidak bisa berfikir, ia hanya bisa menangis belum bisa berbuat apa apa, rasa marah mulai timbul ia harus bertanya siapa wanita itu? Lina melangkah masuk kamar dan berdiri di sisi ranjang, namun nampaknya Adrie sudah bangun Adrie malah menarik pinggang Lina untuk tidur di sampingnya. lagi lagi dia urungkan niatnya untuk bertanya.


" Bang!...sudah sore abang katanya mau bertemu dengan teman abang?"


" Iya tapi abang mau peluk kamu dulu sayang.."


Hati Lina terpaksa melunak tidak ada keberanian kepada Adrie,hanya bisa diam saat Adrie memeluknya dengan erat .


" Bang tadi ponsel abang bunyi ada yang telpon abang namanya Evie.."


Adrie pun gugup.


" Owh ..ii itu teman kantor abang, pasti dia mau menanyakan masalah pekerjaan.."


Adrie pun melepaskan pelukankan nya dan segera bangun untuk mandi.


" Abang mandi dulu."


Lina pun hanya mengangguk.


" Sayang mungkin abang pulang larut malam jadi jangan tunggu abang.."


" Iya bang..hati hati di jalan.."


" Abang jalan dulu."


Lina merasa bodoh kenapa ia membiarkan suaminya untuk bertemu dengan wanita yang bernama Evie. Adrie sudah jelas jelas membohonginya, namun Lina tahu Adrie sangat sayang padanya tapi tetap saja hatinya tidak rela bila suaminya ada wanita lain.


Tak lama kemudian Lina mendengar suara Sakya memanggil manggil Lina.


" Mmaamaah.."


" Iya sayang, bang Sakya mandi dulu yuuk! sudah sore.."

__ADS_1


Namun saat Lina menggendongnya, Lina merasakan badan Sakya panas.


" Ya ampun 'nak badan kamu panas....kamu sakit sayang?"


Lina menyentuh kening Sakya dengan telapak tangannya


Sakya pun mulai rewel tak mau turun dari gendongannya.


Lina yang sambil menggendong Sakya segera kedapur untuk memberi sakya minum dan mengambil obat turun panas di kotak P3K.


Setelah memberi Sakya makan dan minum obat, Ia mengompres dengan air hangat agar panasnya segera turun.


Sakya kembali tidur, dan bergantian mengurus Aileen.


Malam sekitar jam 10 suhu badan Sakya makin tinggi Lina mulai panik ia mengambil ponsel untuk menelpon suaminya.


Namun tidak di angkat, ia coba telpon kembali Adrie lama sekali tidak menjawab telepon Lina ia mulai kesal di saat darurat seperti ini Adrie tidak angkat ponselnya.


Ia berharap suaminya bisa telpon balik. Jeda waktu 30 menit kemudian Lina kembali menelpon Adrie namun lagi lagi tidak diangkat.


Lina mengirim pesan.


" Bang maaf ganggu abang.."


" Bang,. Sakya demam panas nya tinggi sekali, aku takut anak kita kenapa kenapa.."


Pasti Adrie akan merespon benar saja hanya 10 menit Adrie telpon balik.


" Sayang abang lagi dijalan tunggu abang! kita bawa Sakya ke rumah sakit.."


Mulai saat itu Lina hanya bicara pada Adrie seperlunya.


Flash back off


Pagi hari Adrie terbangun di lihat sisi kanan Lina tidak ada di sampingnya , namun ia mencium harum masakan ia tau istrinya di dapur sedang membuat nasi goreng untuk sarapan mereka.


" Pagi sayang.."


" Pagi..." Lina menjawab tanpa menoleh ke Adrie.


Adrie duduk di meja menunggu sarapan, Adrie memperhatikan Lina dari belakang yang sedang memasak. Nasi goreng sudah jadi Lina membawa sepiring nasi goreng untuk Adrie dan sepiring untuk Lina. Istrinya tidak bicara sepatah pun, hanya tangannya saja yang sibuk meletakan sendok garpu di piring itu. lalu mengisi air putih di gelas untuk Adrie.


Adrie mengambil gelas yang sudah terisi air putih dan meminumnya, ujung gelas itu masih menempel di bibir karena adrie masih terus menatap istrinya.


Lina tahu dari ujung mata Adrie sedang menatapnya, namun Lina tetap fokus pada nasi goreng untuk buru buru dihabiskan.


" Sayang..."


" iya..." Lina hanya menoleh sebentar.


Adrie membuang napas kasar, ia sudah tidak tahan karena didiamkan oleh Lina.


Adrie berdiri dan mendekati Lina di tariknya tangan Lina dengan kasar.


" Ikut aku !. Dari raut wajah Adrie mulai marah.


" Abang apa apaan sih...lepasin..!! "


Adrie menarik Lina masuk kekamar tidur mereka, pintu kamar pun di kunci oleh Adrie


kemudian Adrie memegang kedua bahu Lina dan didorong sedikit kasar ke tembok.


Adrie langsung menghimpit tubuh Lina, hingga kedua wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Tangan kanan Adrie berada di atas kepala lina.


" Kenapa kamu..??" suara Adrie terdengar marah matanya menatap Lina dengan nyalang


Lina mulai menangis.


" JANGAN NANGIS !!


"Hiikk..hiikss..


Lina tidak bisa bicara hanya terisak


Adrie menunggu jawaban dari Lina


" Abang bohongin aku !!


" Bohongin kamu apa..?? "


Lina mencoba menjawab yang napanya tidak beraturan.


" A..a a bang selingkuh !!


Adrie pun diam. Dugaannya benar bahwa istri nya sudah tau.

__ADS_1


" Ada buktinya..?" tanya Adrie masih dengan egonya.


" Aku memang belum punya bukti dengan mata kepala ku kalau abang selingkuh....aku hanya membaca SMS dari wanita yang bernama Evie .."


Adrie kemudian diam, beberapa saat kemudian Adrie malah memajukan wajah Lina dan ******* bibir Lina dengan kasar. Lina pun mendorong Adrie agar menjauh.


" Abang menjauhlah!


Namun Adrie menarik kembali memegang leher Lina dan menciumnya lama, kemudian melepaskan pagutannya.


" Abang brengsek !!...hiks.hikss.


Adrie langsung memeluknya dengan erat sangat lama sampai tidak terdengar lagi isakkan tangis istrinya. Adrie kembali menatap nya dan menghapus air mata Lina tanpa memutuskan pandangannya.


Lalu kedua tapak tangannya menangkup kedua pipi lina mendongakkan wajah Lina agar menatap wajah Adrie lekat.


" Dengar kan aku..!!


" Aku memang laki laki brengsek..tapi ketahuilah abang sayang sama kamu, kamu berhak marah! kamu berhak cemburu!.. abang suka itu, berarti kamu sayang sama abang.."


" Aku memang laki laki tak lepas dari godaan wanita, tapi aku juga bukan laki laki yang BODOH ! sayang.. " .


Adrie berusaha untuk meyakinkan hati Lina dengan kata kata nya .


" Aku akan tetap setia pada mu ibu dari anak anak ku.


" Aku sedang tidak menggombal Lina ..!" jelas Adrie dengan tegas.


" Wanita itu...wanita yang kau maksud aku memang sudah tidur dengannya!..aku salah aku minta maaf sudah menyakiti mu.


Suasana dikamar pun hening mereka berdua terdiam. Giliran Lina yang bersuara setelah Adrie bicara panjang.


" Bang..." . Lina menatap mata suaminya bertanya dan butuh jawabannya.


" Yaa..."


" Bisakah abang untuk tidak mengulangi nya..?"


"Aku hanya takut kehilangan abang.."


Adrie pun tersenyum senang mendengar pernyataan istrinya.


" Memangnya berapa wanita yang sudah abang ajak kencan..?? Lina penasaran.


Pertanyaan Lina membuat Adrie ingin menggodanya.


" Aku bukannya bangga, suami mu ini ganteng .."


" Isshhh !! abang.." Lina mencubit perut Adrie..


" Aduhh sakit sayang.."


" Aku serius bang.."


" 3 , 5 apa sudah 10 wanita yang abang kencani?"


Adrie tertawa...


" Abang berjanjilah...jangan ulangi lagi !!


Adrie memeluk Lina, dan menatap Lina kembali.


" Iya abang janji... kamu meragukan abang..??"


" Tidak!!, aku yakin abang tidak akan mengulanginya.


":Kamu harus percaya padaku, kamu adalah istriku ibu dari anak anak ku, aku akan membahagiakan kamu dan anak anak kita.."


" Abang dapatin kamu aja susah!..untuk jadi pacar abang kamu menolak. Sudah jadi istri abang, abang tidak akan sia sia kan kamu..! abang sudah janji pada orang tua mu dan di hadapan Tuhan.."


Lina pun memeluk suaminya.


" Aku akan selalu berada disamping abang."


Masalah pun selesai, mereka berdua keluar dari kamar Adrie kembali ke meja untuk sarapan.


" Bang aku ke toko dulu.."


Tapi Adrie menarik tangan Lina


" Temani abang sarapan!


" Kemari..!


Adrie meminta Lina untuk duduk di paha dengan menepuk paha Adrie.

__ADS_1


" Suapin Abang..!


Kalau sudah begini Lina tahu kalau Adrie ingin di manja .


__ADS_2