CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Kejutan Tiara dan Brata


__ADS_3

Lima menit kemudian Brata dan Tiara datang, nampak Brata menggandeng dan menuntun Tiara jalan dengan hati hati. Pasangan yang baru menikah 6 bulan lalu itu sedang berbahagia karena kehadiran buah hati mereka yang mereka dambakan.


Bu Marlina dan Bu Purnomo juga Nyonya Mussaffer belum mengetahui karena Brata dan Tiara sengaja merahasiakan nya dahulu mereka ingin memberi kejutan pada orang tua mereka. Kejutan itu adalah testpack yang Tiara bawa di dalam tas nya.


" Nah itu, mereka!"


" Assalamualaikum." Ucap salam dari Brata.


" Waalaikumsalam." ucap mereka bersamaan


" Selamat malam semuanya, maaf kami terlambat."


" Tidak apa apa, Nak Brata dan nak Tiara.." balas ibu Marlina. Tiara kau nampak cantik sekali dengan gaun mu itu."


" Trimakasih Ibu." Tiara memberi kecupan pada Ibu kandungnya.


" Hai Bro, apa kabar?" Brata menghampiri Adrie.


" Kabar baik Bung." balas Adrie yang memberi pelukan. Lina yang berada disamping Adrie ikut berdiri memberi tangan untuk salaman.


" Sukurlah kalau, begitu." ucap Brata dengan sumringah melihat keduanya datang memenuhi undangan.


Brata kemudian menarik kursi untuk Tiara, dan Brata duduk di samping nya bersebelahan dengan Adrie.


Nampak keluarga besar itu saling senyum dan berbincang bincang dengan suara pelan yang hanya didengar di telinga samping kanan kiri mereka saja sambil mengangguk.


Keluarga itu mulai menikmati hidangan makanan terdengar suara dentingan dari sendok dan garpu yang mereka gunakan. Dan di penghujung acara, Tiara dan Brata berdiri, mereka berdua ingin menyampaikan maksud dan tujuan mereka mengundang dan mempertemukan antara orang tua dan dan besan dan para undangan lainnya adalah Brata ingin merayakan kesuksesan perusahaan nya dan juga ingin mengumumkan kehamilan Tiara yang sudah berusia 4 Minggu.


" Baiklah mohon perhatiannya Om dan Tante, Mama Papa mertua ku dan juga Ibu ku, sebenarnya kami berdua sengaja mengundang makan malam karena ada yang ingin kami sampaikan." ujar Brata yang berdiri sambil melingkarkan tangan kirinya pada pinggang Tiara.


" Apa itu, Brata?" ucap Nyonya Mussaffer yang terlihat angkuh namun hatinya sebenarnya sangat baik.


" Ya apa itu,Tiara?" sambung Bu Purnomo penasaran.


Brata kemudian mengeluarkan amplop kecil, yang di terima oleh Bu Marlina yang mewakili. Saat amplop itu di buka Bu Marlina melihat isi dalamnya yaitu testpack dengan dua garis biru, seketika wajah Bu Marlina sumringah,


tangan Bu Marlina menunjukan testpack itu di hadapan mereka.


" Anak kita sudah isi rupanya, selamat ya sayang."


" Oh ya?, Tiara kau sudah hamil?" ucap Bu Purnomo


" Iya Mom."


" Aku akan menambah cucu lagi." lanjut Nyonya Mussaffer yang irit senyum.

__ADS_1


" Iya. Mom, Mommy gak akan pernah kesepian."


" Iya tentu saja, Nak. Mommy sangat senang rumah Mommy di penuhi canda tawa oleh cucu cucu ku."


" Kau harus jaga baik baik kandungan mu. jangan terlalu capek, ya!"


" Iya Mam. doakan semoga sampai persalinan nanti aku dan anak ku selamat."


😍😍😍😍


Hidangan makan malam kini berganti dengan makanan penutup. Mereka kembali menikmati hidangan itu. Situasi di meja jamuan itu terlihat nampak tenang.


Pergerakan mereka yang beda beda itu, Ibu Marlina tangan nya sedang menyuapi makanan manis ke mulut suaminya.


Ibu Purnomo tangannya sedang menaruh cake di piring kecil dan meletakan sendok kecil itu dan di beri pada suami nya.


Ibu Mussaffer sedang memasukan salad buah di mulut nya, mengangguk sambil bicara pada seseorang di sampingnya.


Brata dan Tiara sama sama menyeruput coffelatte keduanya berbincang nampak Tiara menempelkan telinga nya dekat wajah Brata yang berbicara Tiara menganggukan kepala.


Dan di posisi Lina sedang menawarkan dessert itu pada Adrie.


" Bang kau mau coba yang mana?,biar aku ambil kan." ucap nya berbisik.


" Tidak ingin mencoba makanan yang lain?"


Adrie hanya menggelengkan kepala, Adrie seperti sedang menahan sesuatu yang tidak nyaman pada tubuhnya.


" Mama aku mau cake itu."


" Iya sayang." Lina menoleh pada Aldeen membantu putranya yang ingin makanan manis itu. lalu beralih pandangan nya pada Sakya dan Aileen sedang menikmati makanan manis dengan teratur , Lina memperhatikan Aileen yang mulutnya menempel sisa sisa coklat, tangan Lina meraih tisu dan membersih kan mulut Aileen.


Dan tiba tiba......


PRANG


Lina seketika langsung menoleh kesamping kiri, mata nya membulat melihat suaminya sedang memegang dada kiri nya sambil membungkuk, tangan kanan Adrie memegang erat lengan Lina kencang.


Brata di sisi Adrie bangkit ia pun terkejut karena suara gelas di sisi meja jatuh, ia mendapati Adrie yang sedang membungkuk.


Adrie seperti menahan sakit yang hebat pada dada kiri nya.


" Panggil ambulan cepat!" Brata bicara keras pada siapa pun yang ada disekitar nya. Ia membopong tubuh Adrie di baringkan di lantai berkarpet.


Pak Harry bergegas cepat melangkah menghampiri Brata .

__ADS_1


" Ada apa?, kenapa dengan Adrie?" ucap Pak Harry cemas.


Seketika orang orang yang duduk di satu meja berdiri.


Lina yang terduduk bersujud menaruh kepala Adrie di kedua paha nya sebagai bantalan, ia sudah berurai air mata. Bola mata Adrie menatap lurus pada kedua mata Lina, tangan Adrie masih memegang erat tangan Lina.


" Bang bertahan!"


Adrie tidak ada pergerakan pada kepala nya masih menengadah ke atas menghadap Lina.


" Bang!, Abang!"


Brata yang menduga sepertinya Adrie mengalami serangan jantung. Ia membuka kancing kemeja dan melonggarkan ikat pinggang Adrie.


" Kenapa lama sekali ambulan datang? Drie aku mohon bertahan!"


Tiara melihat kondisi Adrie seperti tidak sadarkan diri ia pun menangis.


Pak Harry langsung mengeluarkan ponsel nya menghubungi rumah sakit


" Drie bertahan!, kita harus cepat bawa kerumah sakit."


" Apa di sini tidak ada, dokter?"


Ibu Mussaffer bergegas meminta petugas restoran untuk cepat di Carikan aspirin.


Mereka semua panik, ketiga anak Adrie sudah menangisi Ayah mereka. Bu Purnomo dan Bu Marlina merangkul anak anak Adrie.


Manager hotel sudah menghubungi petugas medis.


Pandangan mata Adrie mulai berkabut bola mata nya mulai memutar ke atas menyisakan sedikit bagian hitamnya. Perlahan pegangan tangannya pada Lina melonggar. Pandangan Adrie sudah gelap, tapi ia masih sedikit mendengar suara istrinya memanggil namanya. Perlahan pendengaran suara istrinya itu hilang.


Lina semakin panik tangannya menepuk nepuk pipi Adrie, ia terus memanggil nama Adrie.


" Bang, bang sadarlah!, Bang bangun!"


Seorang pria yang memang sudah berada di restoran itu, datang melihat kondisi tubuh Adrie yang sudah tidak berdaya.


" Mohon semua nya menyingkir!"


Pria itu ingin melakukan pompa jantung, ia memeriksa tubuh Adrie dengan mendekatkan wajah pada hidung Adrie tidak ada nafas, kemudian ia memegang dada nya tidak ada detak jantung. Ia menduga Adrie sepertinya sudah tidak bernyawa. Namun pria itu cepat memberi pertolongan untuk memompa jantung Adrie agar kembali berdetak. Pria itu memposisikan telapak tangan kiri di dada penderita dan tumit telapak tangan di atas ia mulai melakukan pergerakan memompa dada Adrie menekan kebawah dengan tempo cepat.


Pria itu terus memompa dada Adrie, namun ia berhenti wajah nya mendongak menatap ke arah Brata Pak Harry dan Lina juga Tiara yang berdiri Ekspresi mereka tegang cemas dan bertanya tanya?, pria itu menggelengkan kepala.


Deg

__ADS_1


__ADS_2