
Sampai di kantor Devis dan Johan masih mengurus pekerjaan perusahaan, hingga pukul 8 malam. Devis dan Johan pulang kedua nya ingin beristirahat mengingat besok pagi pagi sekali mereka akan menindak lanjuti bakery Dennis yang sudah sah dibawah naungan perusahaan Devis.
Di mansion Devis, seperti biasa Ia meminta pelayan rumah untuk mengisi air hangat dalam bath up. Devis ingin berendam, tubuh nya akan terasa nyaman dan segar bila sudah rebahan di dalam bath up . Sambil membawa ponsel nya, Devis ingin membaca sekilas berita ekonomi dan bisnis.
Selesai membaca berita di internet, Devis membuka galeri ada beberapa foto Lina yang masih ia simpan. Foto foto Lina dan Devis waktu mereka pergi liburan menaiki kapal cepat. Jari Devis kemudian menggeser foto foto itu, terdapat foto ia dan Lina satu ranjang. Lina sedang memejamkan mata. Foto pertama kali nya Ia dan Lina bercinta.
Devis bergumam.
" Kapan kita bisa seperti ini lagi?"
Tapi Devis menepis keinginan itu, sepertinya Devis harus bersabar. Devis masih menatapi wajah Lina yang terlihat sangat cantik saat ia sedang tidur. Foto yang Devis ambil itu sampai batas setengah badan nampak kedua gunung kembar Lina sedang Devis remas dengan tangan kiri nya sedangkan tangan kanan nya memegang ponsel untuk membidik tubuh polos mereka. Devis sangat iseng waktu itu. Tak cuma itu, ada foto yang sengaja Devis bidik saat bibir nya sedang mengecup bahu kanan Lina. Devis paling suka mengecup lengan sampai bahu Lina. Devis jadi senyum senyum sendiri melihat foto foto itu.
Tapi lagi lagi junior Devis mengeras karena melihat foto foto itu. Devis buru buru bangun dan menyiram tubuh nya di bawah shower. Otak nya kembali memikirkan rencana pekerjaan nya besok. Ia pun kini sudah masuk kedalam mimpi nya.
Hari ke 4 di Bali, hari ini sesuai agenda pemandu wisata mereka akan mengunjugi ke ketempat museum dan 2 hari kedepan masih ada beberapa tempat destinasi yang akan mereka pijak.
" Selamat pagi Ibu Lina." ucap Tiur guide pribadi Lina
__ADS_1
" Selamat pagi, Bu Eva ."
" Ibu sudah siap?"
" Sudah siap, yuk Sakya Aileen Aldeen." Bu Inah dan Buk Jum mengekor saja.
Tour guide mengajak keluarga Lina ke tempat tempat museum yang letak nya di Denpasar. Sakya dan Aileen sangat antusias melihat benda benda bersejarah di sana. Setelahnya mereka pun beristirahat Lina mengajak anak anak nya untuk makan di sebuah resto dengan pemandangan pantai.
Tidak terasa waktu bergulir hampir menjelang malam Tiur guide menyempatkan mengajak keluarga Lina untuk melihat pertunjukan tarian Bali yaitu Tari Kecak, para wisata domestik dan wisata luar negeri sudah memadati tempat di mana akan di mulai pertunjukan tarian Kecak. Lina dan keluarga sangat tertarik dengan gerakan tangan para penari dengan kompak belum lagi pakaian pakaian adat tarian Bali. Membuat mereka kagum.
" Kenapa kau memblokir nomor ku?"
Merasa ada yang mengajak bicara, Lina menoleh pada pria itu.
" Eugh?, Lina kaget menatap pria itu sudah di samping nya.
" Diego?"
__ADS_1
" Senang bisa bertemu kamu di sini, kebetulan sekali ya?"
" Euh iya, saya dan anak anak sedang berlibur di sini dan besok kami sudah pulang." jawab Lina berbohong padahal masih dua hari lagi Lina di Bali.
" Tolong buka blokir nomor ku, sekarang!"
" Baik lah." Lina membuka blokir nomor Diego.
" Besok aku ingin mengajak mu di cafe, bagaimana?, Hem?"
" Aku kan sudah pulang."
" Jangan bohong, ya sudah aku telpon kamu besok jangan menolak!, aku bisa menahan mu tidak bisa kembali ke Jakarta. Permisi!"
Lina bengong setelah Diego pergi, ia memikirkan apa ancaman Diego itu benar atau hanya gertak sambal saja.
" Ahh bodo amat." Lina kembali membidik tarian Kecak itu dengan kamera.
__ADS_1