
😍😍😍
Hello Readers ku..siapa yang nungguin part nya Freddy dengan Maria, part Devis dengan Lina di lewati dulu yaa..author lagi gemas sama Freddy dan Maria nihh..Freddy lagi cari Maria mau tahu kan gimana reaksi Maria akhirnya bertemu dengan Freddy. ini Tak kalah romantisnya dengan Devis dan Lina
cekidot👉
Maria ingin memeriksakan kandungan nya ke dokter, setelah ini Maria akan bertemu dengan teman nya yang sama sama kuliah di Universitas Melbourne. Teman Maria akan menawarkan pekerjaan untuk Maria sesuai dengan gelar sarjana Psikolog. Maria akan berkerja di kantor Ayah temannya itu.
Maria sangat bersemangat, pagi pagi Maria bangun membuatkan sarapan untuk dirinya sebelum bepergian.
" Nyonya Maria." Seorang zuster memanggil pasien berikutnya.
Maria langsung menuju ruangan periksa. Ia ingin tahu perkembangan janinnya. Maria sudah tidak terlalu mengalami Morning sick. Hanya saja bila malam hari Maria merindukan sosok Freddy. Masalah pertikaian nya dengan kedua orang tua Maria belum mendapatkan solusi. Maria masih belum berani menghubungi Ibu nya, karena takut Ayah nya akan melarang nya bertemu. Sosok tiga orang yang sebenar nya Maria rindukan Ayah nya dan Ibunya juga Freddy, Ibu Maria tentunya pasti memikirkan keadaan dirinya.
Maria pun sudah menghindar dari Freddy, tapi Maria ingin sekali bertemu dengan Freddy mungkin karena naluri perempuan yang sedang mengandung ingin selalu di dampingi oleh Ayah dari janin yang di kandung nya. Tapi kadang terlintas di pikiran Maria kalau pria itu benar benar mencintai nya, kenapa laki laki itu tidak mencari dirinya?.
Apa Freddy memang benar seorang laki laki pecundang yang berhasil merusak diri nya hanya karena korban rayuan. Sebagai seorang psikolog Maria tentu bisa membaca sifat dan karakter laki laki itu, Freddy. Dari ucapan nya sewaktu penyatuan nya dengan Freddy di malam itu, Freddy dengan tegas ingin bertanggung jawab dan menikahi nya. Apalagi sewaktu Freddy menolong nya di club. Laki laki sangat sangat melindungi diri nya.
" Nyonya janin nya sangat sehat, pesan saya hati hati janin Nyonya sudah berusia 2 bulan Jagan terlalu beraktifitas yang berat dan Jagan stress."
" Masih ada keluhan kah?"
" Tidak terlalu dokter, hanya penciuman saya saja dan lidah saya masih tidak enak rasa nya kalau makan sesuatu."
" Oh itu wajar, saya masih berikan vitamin yaa!, dan jangan lupa makan sayur dan buah dan rutin minum susu supaya kandungan Nyonya sehat."
" Baik Dokter, kalau begitu saya permisi dulu."
" Iya Nyonya."
Maria keluar dari ruangan periksa sambil melangkah sampai pintu keluar tak hentinya tangan Maria mengelus elus perut nya yang sudah terlihat agak sedikit membuncit. Maria bergumam pelan.
" Nak, Mommy akan mencari kerja semoga Mommy berhasil. Kau jangan membuat Mommy mual mual ya!"
Maria senyum rasanya ia sangat bahagia akan menjadi seorang Ibu. Maria percaya setelah anak ini lahir tidak menutup kemungkinan Ayah dan Ibu nya pasti akan luluh dan menerima cucu nya dengan tulus.
Sampai di depan rumah sakit, Maria memilih jalan kaki demi menghemat uang nya. Kantor teman Ayah nya tidak jauh dari rumah sakit Itu. Tapi baru beberapa langkah, sebuah mobil Crossover Mercedez Benz tiba tiba menepi dan menghalangi langkah kaki Maria. Maria berhenti sejenak lalu ia mulai melangkah tidak mempedulikan mobil yang di depan nya berhenti. Maria tidak tahu bahwa mobil yang dikemudikan adalah Freddy.
Freddy buru buru membuka pintu mobil dan berhasil menghalangi langkah kaki Maria yang terhalang oleh pintu yang di buka oleh Freddy membuat Maria sedikit terhalang jalan nya, dan Maria kembali berhenti.
Pemilik mobil Mercedes Benz menurunkan kaki nya memperlihatkan sepatu pantofel hitam mengkilat. Maria masih belum terganggu oleh pemilik mobil yang akan keluar dari mobil nya. Setelah pemilik mobil itu berdiri dan menghadap Maria yang jarak nya masih satu meter itu memanggil Maria.
" Maria." Suara bariton Freddy memanggil Maria.
__ADS_1
Maria langsung mengenali khas suara lelaki itu. Freddy langsung membuka kacamata hitam nya. Maria terperanjat dan diam melihat penampilan Freddy yang kini terlihat sangat bersih dengan kemeja yang ketat menampakan otot dada dan lengan nya.
" Freddy?" Maria menatap Freddy seakan tidak percaya lelaki ini ada di hadapan nya sekarang.
" Apa kabar?"
" Baik Freddy."
" Kau sedang apa di sini?"
" Aku baru saja memeriksa kandung...tunggu!, harus nya aku yang bertanya kau sedang apa di sini?"
Freddy tersenyum ia senang ucapan Maria habis memeriksa kandungan walau ucapan Maria terhenti.
" Aku mencari mu."
" Mencari ku?, Freddy menjauhkan!"
" Eugh?"
" Menjauh lah! kau menghalangi jalan ku. Aku sedang terburu buru."
Maria ingin berlalu dari hadapan Freddy namun baru beberapa langkah tangan Freddy menggenggam tangan Maria dan menahannya.
" Tidak ada waktu Freddy, aku sedang terburu buru."
" Kau mau kemana terburu buru?"
" Bukan urusan mu."
" Aku berhak tahu!"
" Hah?, Heh kau ini siapa? ingin tahu urusan ku?"
" Aku calon suami mu, jadi aku berhak tahu."
" Hahahaha..jangan mimpi Freddy, mana mungkin kau akan menjadi suami ku, pede sekali kau ini."
" Kau masih merendahkan ku dengan pekerjaan ku sebagai supir, Nona? Hem?"
Freddy kemudian melingkarkan kedua tangannya di pinggang Maria. Membuat Maria kikuk dengan perlakuan Freddy berani memeluk nya di tempat umum. Maria langsung melihat sekeliling jalan.
" Freddy lepas!"
__ADS_1
" Kenapa? biarkan saja orang orang itu melihat kita aku tidak peduli, aku memeluk wanita yang aku cintai."
Freddy menarik leher Maria ingin mencium bibir Maria, saat bibir Freddy mulai mengecup bibir Maria tangan Maria langsung membekap bibir Freddy.
" Freddy!"
" Kau malu?, kalau begitu kita bicara di dalam mobil. Atau aku akan membiarkan kita seperti ini."
Freddy memeluk erat Maria, tercium harum Mint dari mulut Freddy aroma tubuh Freddy yang sangat dia sukai menyeruak Maria tanpa sadar menghirup aroma tubuh Freddy yang sangat candu buat Maria.
Maria gugup ketika tangan Freddy membelai rambut dan pipi Maria. Lalu tangan nya di letakan pada perut Maria dan mengusap nya dengan lembut. Freddy tersenyum wajah nya di hadapkan ke perut Maria. Maria hanya diam dengan perlakuan Freddy.
" Kau sedang mengandung anak ku Maria, kita akan menikah secepat nya." Ucap Freddy sangat lembut.
" Aku sudah bicara dengan Ayah mu dan Ibu mu."
" Hah?, ma- maksud kamu?"
" Kita pulang!, orang tua mu dan orang tua ku sudah menunggu kita."
" Benarkah?, aku sangat merindukan orang tua ku Freddy, bagaimana keadaan mereka?"
Mata Maria mulai berkaca kaca tanpa di tahan air mata Maria meluncur. Freddy dengan lembut menghapus air mata Maria.
" Tadi kau bilang habis memeriksa kandungan?"
" Iya Freddy."
" Bagaimana anak kita?"
" Dokter katakan anak ku sehat."
" Anak kita Maria, kalau begitu kita kembali lagi ke dokter itu."
" Hah?, untuk apa kembali lagi, Freddy?"
" Memeriksa kembali kandungan mu, aku ingin melihat kau di periksa!"
" Eugh?" Tapi aku ada wawancara untuk bekerja, Freddy!"
" Bekerja?, kau tidak boleh bekerja, sayang!. Mulai saat ini kau hanya menjadi Nyonya Freddy Leander."
" Hah?, Apa?"
__ADS_1
" Ayo kita masuk kembali!, dan memeriksa kandungan mu, aku ingin melihatnya langsung. Dan seterusnya aku akan mendampingi kamu ke dokter untuk memeriksa kandungan mu."