
Lina selesai mencuci beberapa Piring kotor di dapurnya, Ia tidak mau membangunkan Bu Jumiah yang sudah beristirahat
Jam 10 tepat Lina sudah mematikan Lampu ruangan hanya bagian teras saja di biarkan menyala, merasa sangat lelah ia memilih untuk segera tidur, tidak perlu menunggu suaminya pulang.
Pemandangan Kota malam hari di bilangan Jakarta Barat nampak sepi, Sedikit kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi menunjukan Jalan raya melonggar tak ada kemacetan semua mahluk sudah terlelap beristirahat dari segala aktifitas.
Terang bulan sinarnya menembus kaca jendela kamar apartemen yang gelap, nampak terlihat siluet bentuk tubuh dari sepasang pria dan wanita tanpa sehelai kain yang sedang bergelut.Ya sepasang pria dan wanita itu adalah Adrie dan Tiara.
Heningnya kamar tak ada suara hanya terdengar deru nafas bersahutan yang mereka ciptakan.
Keringat mengalir seluruh tubuh, suara ******* sang wanita menggema dalam kamar sampai akhirnya suara erangan keras sang pria lepas tanpa beban.
Ini pertama kalinya mereka bercinta, tak bisa disangkal berdua sangat menikmati aktifitas panas yang menggairahkan.
" Bang Adrie.....!!
Lina mengigau memanggil manggil Adrie, nafas terengah engah tersentak bangun dari tidurnya, ia mengalami mimpi buruk.
" Hahhhh...ternyata hanya mimpi."
Lina duduk di pinggir ranjang, memikirkan mimpinya yang seakan akan nyata.
" Ini sudah jam 2 malam, bang Adrie belum pulang juga...kemana dia?"
Lina bergegas mengambil ponselnya untuk menelpon Adrie, tapi tidak aktif
merasa tenggorokannya kering ia pergi ke dapur untuk minum.
Selang beberapa menit Lina yang baru meletakan gelas yang sudah kosong terdengar suara deru mobil berhenti di depan teras, Ia menyingkap tirai jendela melihat siapa yang datang?.
Siluet tubuh tinggi besar, tangannya sedang meraih gagang pintu pagar, Lina menebak Suaminya sudah tiba.
Lina buru buru mengambil kunci pintu yang digantung, membukakan pintu untuk suami nya.
Ia tersenyum memandang suaminya sedang melepaskan sepatu.
" Lho kamu belum tidur?"
" Aku baru saja bangun bang."
Adrie berdiri melangkah, namun tiba tiba Lina memeluk erat dan menghirup aroma keringat tubuh suaminya yang sangat ia sukai.
Adrie membalas pelukan istrinya.
" Ada apa sayang?"
Lina menggeleng pelan dan tersenyum.
" Aku hanya merindukan suami ku yang tampan ini."
Adrie mencium kening Lina dan menggendong istrinya ala bridal style walaupun tubuhnya sudah lelah ia masih sanggup mengangkat tubuh istrinya yang ramping walaupun sudah melahirkan tiga anak darinya.
Lina tertawa pelan, takut membangunkan anak anaknya yang sedang terlelap.
Adrie menggendong sampai depan Pintu kamar mereka.
" Abang sudah turunkan aku." ucap Lina manja.
" Istriku ini memang nakal, membuat ku gemas saja."
Adrie kemudian menurunkan Lina, dan menciumi Lina dengan gemas.
" Baiklah! bersih kan dulu badan abang, aku sudah menyiapkan kaos ganti."
" Trimakasih sayang.
Satu tahun sudah hubungan Tiara dan Adrie berjalan, perselingkuhan mereka sama sekali belum tercium oleh Lina, Adrie memang pandai menutupinya.
Adrie tidak mau kehilangan keduanya walaupun akhirnya nanti Lina akan tahu yang sebenarnya, Ia sudah siap dengan segala konsekuensinya.
......................
"Bang Adrie..bang ! , abang dimana tunggu aku bang !
Lina berlari memasuki hutan yang gelap mengejar suaminya yang berjalan membelakanginya
Abang tunggu aku ! kau mau kemana bang?"
Sosok tubuh Adrie menghilang di kegelapan
Ia berhenti matanya mengedar mencari Adrie. hingga pandangannya tertuju pada pohon besar yang ditumbuhi rumput ilalang yang lebat setinggi dada.
__ADS_1
Tanpa ragu Lina melangkah kan kaki menerobos ilalang itu dengan tangannya mengibas agar sosok Adrie tak lepas dari pandangannya.
Sampai ia berhasil melewati ilalang ilalang itu ternyata, di balik pohon besar terdapat sebuah lorong yang panjang seakan akan tidak ada ujungnya.
Lina memasuki lorong itu sambil memanggil manggil suaminya.
" Abang.......! kamu di mana?"
Suara Lina menggema sampai ujung lorong itu.
Dia terus berjalan, namun langkah kakinya terhenti telinganya seperti menangkap suara suara sedang tertawa dan bercanda.
Ia mencari sumber suara itu, suara yang tak asing ditelinganya
" Itu suara bang Adrie."
Namun saat mulai melangkah, suara wanita terdengar lembut mendesah manja sepertinya Adrie tidak sendirian.
Semakin langkah Lina mendekat, suara suara itu semakin jelas terdengar.
Hingga ia di hadap kan pada sebuah pintu yang besar sedikit terbuka.
Ia mendorong pintu itu perlahan lahan,
suara di balik pintu itu, Lina melihat jelas jelas Adrie bersama seorang wanita di atas ranjang
Adegan panas itu, Adrie yang membelakangi Lina sedang menggeluti tubuh telan**Ng seorang wanita.
wajah wanita itu melihat ke arah Lina dan memberikan sebuah senyuman.
......................
Lina terbangun dari tidur malamnya, keringat mengalir dari celah anak rambut dia seka dengan telapak tangannya, lagi lagi ia bermimpi buruk.
Ia heran sudah setahun ini ia selalu bermimpi buruk, mimpi yang sama dan selalu datang di saat Adrie sedang tidak dirumah.
mimpi yang sangat aneh menurutnya.
klek ! Suara pintu kamar mandi, Adrie keluar dengan rambutnya yang basah menetes di ujung rambut.
" Abang sudah pulang?"
" Abang tiba, kamu sedang tidur nyenyak tak berani membangunkan mu."
" Sudah sayang..tolong keringkan rambut Abang!
Adrie memberikan handuk kecil pada istrinya tangannya mulai mengelap rambut kepala Adrie.
" Sudah setahun ini aku selalu bermimpi buruk bang! mimpi yang sangat aneh."
" Kamu mimpi buruk lagi? kamu hanya kecapean sayang."
" Entah lah bang mimpi itu seolah nyata di mataku."
" Aku bermimpi abang dengan wanita lain."
" Deg.!
Adrie sedikit gugup mendengar cerita tentang mimpi istrinya.
Mimpi yang bisa jadi nyata dalam benak Adrie, tapi Adrie berharap itu hanya bunga mimpi Lina saja.
" Rambut abang sudah kering, Istirahatlah!
Lina menaruh handuk kecil kedalam keranjang pakaian kotor.
Adrie yang masih terdiam memperhatikan Lina dari belakang, kemudian ia memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
rasa lelah karena pulang dari Kantor langsung menemui Tiara di apartemen. Adrie sebenar nya sempat tertidur sewaktu di kamar Tiara, setelah pelepasan yang kedua kalinya bersama Tiara.
Adrie memejamkan mata, pikirannya membayangkan se andainya Istrinya itu sampai tau dia berselingkuh, karena bagaimanapun bangkai yang di tutup rapat rapat pasti akan tercium juga.
Sakya dan Aileen sudah siap lengkap dengan seragam sekolahnya, mereka tinggal menunggu mamanya menyiapkan bekal untuk mereka bawa.
" Sakya Aileen ayo berangkat !
" Papa tidak ikut antar mah ?" .Ucap Sakya.
" Tidak sayang,..papa masih tidur, jangan di bangunin papa masih capek."
Ucap Lina lembut, seraya tangannya merapihkan sedikit rambut Sakya dan Aileen.
__ADS_1
" Buk Jum.."
" Iya Nyonya"
" Nanti kalau Bapak sudah bangun tolong sampaikan saya mengantarkan anak anak sekolah dan jangan lupa untuk sarapan."
" Baik nya!
" Saya berangkat dulu Buk Jum"
Dimeja makan Adrie menikmati sarapannya sendirian, hari ini jadwal libur bekerja ia memilih berdiam di rumah saja.
Ponsel Adrie berdering ada panggilan dari sepupunya bernama Devis, Pria blasteran Indonesia Belanda berstatus duda dengan dua anak.
Sepupu Adrie memang tidak tinggal di Indonesia, semenjak menikah dengan wanita asal Belanda, Devis memilih tinggal hidup di kota Amsterdam bersama istrinya.
Devis adalah seorang pengusaha restoran dan juga pabrik roti.
Bersama istrinya, Devis berjuang dari nol untuk merintis usahanya. Berawal hanya memiliki satu pabrik roti, kemudian berkembang memiliki tiga restoran salah satu restorannya adalah makanan khas Indonesia di Belanda.
Usaha pabrik rotinya mempunyai cabang di negara lain termasuk di Indonesia.
Namun di usia perkawinannya yang ke 9 Tahun, istri Devis meninggal dunia. Sudah lima tahun ini, Devis menjalani kesendiriannya hanya bersama dua anak laki lakinya saja.
Devis memiliki tubuh yang atletis berkulit putih bersih tinggi badannya hampir sama dengan Adrie 182 Cm.
wajahnya tampan hidung bangir bibir seperti Adjie Massaid. Adrie dan Devis mempunyai kemiripan pada wajahnya. wajar ibu mereka beradik kakak campuran Indonesia Belanda.
Adrie tersenyum, Devis menghubunginya sebab sudah hampir 6 Tahun belum bertemu kembali.
Devis yang fasih bahasa Indonesia tidak kesulitan berkomunikasi dengan Adrie
" Halo kak Devis"
" Halo dek, apa kabarnya sekarang?"
" Baik baik saja kak Dev."
" Besok lusa kakak akan ke Indonesia, berkunjung tempat cabang usaha kakak disana
bisa kah kita bertemu? kakak merindukan kalian bertiga."
" Bagaimana kabar Abrey dan Michel?"
" Mereka baik baik saja , aku tunggu kak!
" Sampaikan pada mereka aku akan ke rumah kalian dan menetap dua atau tiga hari."
" Sampai nanti dek daghhh!
Adrie bangun segera mandi, hari ini dia akan mempersiapkan untuk kedatangan sepupunya itu.
Toko Lina samping rumah dan toko cabang hari ini sedang ramai oleh pembeli.
Lina sibuk di meja kasir dari sehabis pulang menjemput anak anaknya sekolah hingga hampir sore Lina belum beranjak dari meja kasir tangannya masih sibuk menerima uang pecahan dan kembalian.
Adrie memonitor barang barang yang di drop oleh para suplier dan distributor, tak lepas dari mata Lesti mencari perhatian Adrie.
" Lesti !
" Iya pak " suara Lesti sengaja dibuat manja.
" Tolong kamu catat barang barang ini ya!
" Aahh iya pak Adrie"
Lesti memperhatikan kening Adrie sedikit berkeringat. Lesti yang centil memberikan tisu untuk Adrie, ia sengaja memberi perhatian pada Tuannya itu.
" Pak Adrie keringetan, ini tisu buat Bapak
Mata nya kedip kedip sambil senyum senyum ke Adrie.
" Iya trimakasih Les"
Adrie langsung masuk kedalam tangannya mengelap keringat dengan tisu dari Lesti.
Lesti memandangi Adrie dengan mata yang berbinar.
" Ganjen amat lu! sempet sempetnya genit sama pak Adrie."
" Biarin...Iri bilang boss ! .Lesti langsung berlalu.
__ADS_1
"Jeeee..lama lama lu di gedig sama Bu Lina , baru tau rasa lu.!