
Sementara Adrie hanya berdiam diri di dalam kamar, sehabis mendatangi rumah Lina. Adrie masih memikirkan keberadaan istri dan anak anak nya.
TOK TOK
" Iya Buk Jum." Adrie buka pintu.
" Tuan, makan siang sudah saya siap kan."
" Terimakasih Buk Jum, nanti sebentar lagi saya makan."
" Iya Tuan, saya sekalian permisi mau pulang."
" Iya Buk Jum."
Adrie kembali rebahan di ranjang, entah kenapa rasa nya malas bila makan tidak ada yang menemani. Adrie ingin berkumpul lagi di meja makan itu. Adrie akhirnya ingin makan di toko saja bersama Surya dan Lesti
" Sur, Lesti."
" Iya Tuan."
" Kalian sudah makan siang?"
" Kami baru selesai makan. Tuan."
Adrie memutuskan makan di meja kasir, yang saat ini pembeli sedang sepi. Biasa nya Lesti suka mencari kesempatan untuk menggoda Tuan nya itu. Namun Lesti nampak fokus dengan barang barang yang sedang ia rapih kan.
" Sst..tumben lu!, gak godain Tuan. Biasa nya elu udah curi curi pandang."
" Ck..apa sih?, gue hanya kasihan sama Bapak sama Ibu. Udah dua bulan ini gue ngerasa mereka kayak lagi bertengkar."
" Iya ya?, Sudah lama Bu Lina gak ke toko."
Selesai makan, Adrie mengecek pembukuan yang biasa di lakukan oleh istri nya. Lagi lagi Adrie merindukan Lina berada di toko, terbayang Lina sangat serius di meja kasir. Adrie belum tentu bisa menghandel urusan dua tokonya Lina. Karena Adrie pun sibuk di perusahaan Om Harry.
Seperti nya Adrie harus bersabar dengan situasi ini. Adrie akan terus mencari Lina dan membawa nya kembali di rumah ini, dan menjalani toko nya kembali.
Hari sudah semakin sore, Lina mengajak Devis dan anak anaknya untuk kembali. Setelah mendapat tiga ekor besar besar hasil mancing Devis dan Sakya, dan ikan itu di masak nya. Devis menyuruh koki untuk di buat kan menjadi menu makan mereka. Sebagian ikan besar itu akan Lina bagikan untuk Mang Kurdi. Anak anak Lina merasa enggan untuk kembali karena mereka benar benar bahagia.
" Ini sudah sore, langit sudah hampir gelap, kita harus kembali!" Bujuk Devis pada Sakya Aileen dan Aldeen.
" Liburan sekolah kalian, kan?, juga sudah selesai." ucap Lina.
" Baik lah, Mam."
Anak anak akhir nya menurut.
Kapal sudah melaju ke dermaga, Devis menghampiri Lina yang sedang berdiri di sisi buritan kapal menikmati sunset.
" Sayang."
" Eum?" Lina menoleh.
" Ini foto foto hasil bidikan ku, lihat lah!"
__ADS_1
Lina memegang ponsel Devis dan melihat beberapa foto foto anak anak nya, ada juga foto Lina bersama Sakya Aileen dan Aldeen berdiri berjejer di sisi buritan sambil wajah mereka menghadap kamera dan tersenyum yang, terakhir foto Sakya tertawa girang berhasil dapat ikan yang tangan nya sedang menggulung menarik ikan besar yang menggantung di kail.
" Eum.. boleh kah aku foto selfi berdua?"
Lina tersenyum dan mengangguk.
" Tentu saja boleh."
Devis langsung mengarahkan kamera ponsel nya mengarah pada wajah berdua. Selanjutnya foto selfi yang camera nya agak di mundurkan sedikit oleh tangan Devis agar pemandangan sunset itu pas tepat di tengah atas kepala.
Setelah Selfi, Devis dan Lina melihat hasil foto berdua. Keduanya tersenyum foto itu bagus dan pas dengan pemandangan sunset itu.
" Sayang, aku belum punya nomor baru kamu. Biar aku kirim foto foto ini di ponsel mu."
Lina pun mengetik nomor baru nya, Devis langsung menyimpan nya.
" Nanti aku kirim foto foto ini."
" Terimakasih, Dev."
Devis menggenggam tangan Lina, rasanya Devis ingin mencium bibir itu, Saat ini Devis ingin memeluk Lina. Tapi Devis tahu seperti nya Lina sudah tidak memberikannya, Devis tahu apa yang di pikirkan Lina, yaitu Adrie. Saat Devis memajukan wajah nya lebih dekat ke bibir Lina, Lina buru buru membuang wajah nya menoleh kesamping.
" Maaf, Dev!"
Devis membuang nafas nya.
" Aku yang harusnya minta maaf."
Devis merasa tidak enak pada Lina, ia pun menetralisir perasaan nya.
" Heum, iya."
Surya dan Lesti, sudah membereskan toko dan akan menutup toko itu, jam sudah hampir menunjukan pukul 8 malam. Adrie kembali ke kamar, setelah menyegarkan tubuhnya Adrie keluar dari kamar mandi namun tiba tiba ia merasakan sesak di dada nya, tangan nya memegang dada nya hingga beberapa detik rasa sesak itu mereda. Adrie menatap wajah nya di cermin nampak agak pucat.
" Kenapa dada ku terasa sesak. Apa aku kelelahan?"
Adrie pun keluar dari kamar, ia ingin makan malam namun tiba tiba ia kembali merasa sangat sepi di rumah ini. Ia pun duduk di meja makan agak kurang berselera ia makan. Makanan yang sudah di isi di piring, Adrie hanya makan tiga sendok saja. Setelah nya ia kembali ke kamar dan istirahat karena pagi hari ia harus berangkat ke kantor.
Mobil Devis sudah sampai di kediaman Lina, anak anak Lina sudah lelah dan mereka tanpa di suruh oleh Lina mereka sudah masuk ke kamar untuk istirahat.
" Sebaiknya kau masuk dulu, menunggu sekretaris mu datang!"
" Iya, trimakasih."
" Aku mau bersihkan tubuhku, kau duduk lah!, kau ingin minum apa?"
" Air putih saja, sayang."
" Baik lah!"
Sakya ingin menemui Devis, karena Sakya masih ingin menemani om yang dia sayangi itu.
" Uncle, kapan lagi Om akan mengajak ku memancing di laut?"
__ADS_1
" Eumh...sebaiknya nanti saat liburan sekolah."
Sakya hanya mengangguk.
" Tapi kau juga harus janji untuk mendapat nilai yang bagus di sekolah mu, Uncle akan memberi mu hadiah."
" Benarkah?"
" Iya tentu!"
Lina sudah berganti pakaian, dan membawa segelas air putih. Sakya akhir masuk ke kamar nya karena sudah mulai mengantuk.
" Di minum dulu, Dev!"
" Trimakasih, sayang."
" Dev, trimakasih kau sudah mengajak anak anak ku liburan hari ini. Maaf!, kalau merepotkan mu."
" Tidak masalah, sayang!. Bagiku mereka anak anak ku juga."
" Dev, untuk ruko itu...Aku belum bisa memulai untuk usaha salon kecantikan dulu, karena aku masih memikirkan Adrie."
" Tidak apa, sayang!, aku mengerti sebaik nya memang masalah ini harus di selesaikan baik baik. Tapi kalau Adrie masih menyakiti mu..aku akan membuat perhitungan pada Adrie. Maaf kalau aku jahat, aku akan menikahi mu."
Seketika Lina merasa merinding mendengar ucapan Devis.
TOK TOK
" Selamat malam Tuan Nyonya."
" Malam Johan." Balas Lina.
" Tuan, sudah siap?"
" Sudah, Jo!. Eum Lina, aku pamit pulang."
" Iya, Dev hati hati di jalan. Istirahat lah!'
" Iya, sayang..eum sebelumnya aku akan mengunjungi mu lagi, kau tidak keberatan,kan?"
" Tentu tidak, Dev."
" Baiklah."
" Permisi, Nyonya." Johan membungkuk.
😍😍😍😍
Loha...,Untuk yang masih setia dengan alur cerita ini, author ucapkan Danjke banyak yaa!
Danjke yang sudah meninggalkan jejak like dan vote nya. pls komen nya ! biar aku bisa tahu apa reaksi yang readers rasakan respond yaa!" Oke..👍i
__ADS_1
Devis