CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Lina memenuhi ajakan Devis


__ADS_3

Malam hari di hotel G


" Halo sayang, kau sedang apa?"


" Halo Bang, aku baru selesai mandi tadi aku habis arisan kampus ku, dicafe. Gimana rapat mu bang, lancar?"


" Aku baru saja selesai, cukup melelahkan sayang."


Lina tersenyum sekaligus bangga pada suaminya yang sedang berjuang untuk keluarganya dan perusahaan Om Harri.


" Abang sudah makan?"


" Belum sayang nanti sebentar lagi!, karena abang ingin menelpon istriku dulu!"


Terdengar suara Lina tertawa lembut di ponsel Adrie yang ia tempelkan di telinganya.


" Ya sudah abang makan dulu!"


" Baiklah!, Istirahat kalau abang sudah lelah."


" Oke, abang tutup telponnya."


Baru saja adrie selesai menelpon Lina, ada nada pesan masuk di ponsel adrie, ia mengembangkan senyum pada layar ponsel membaca pesan dari Tiara.


" Kau sudah selesai rapat?, cepatlah kembali kekamar aku menunggumu."


Adrie lansung beranjak dari kursi setelah rekan rekannya lebih dulu meninggalkan ruangan rapat, hanya tinggal ia sendirian di ruangan itu.


Tok Tok


Tiara yang sedang menunggu Adrie di ranjang besar ia bangun dan membukakan pintu. Adrie yang masih berdiri memandang Tiara mesum. Ia terpana pada keindahan tubuh Tiara dengan balutan busana tidur yang sangat seksi memperlihatkan lekuk tubuhnya dan kulitnya yang putih mulus.


" Wow..kau sangat seksi sayang."


Walaupun Adrie sudah beberapa kali melihat dalamnya sampai hapal letak dimana ada tahi lalat di pinggulnya, tetap saja Adrie tidak pernah bosan pada keindahan tubuh Tiara. Dadanya yang ranum dan padat selalu menjadi bulan bulanan setiap ia bertemu dan bercinta dengannya.


" Cepatlah masuk kenapa malah bengong?"


" Hehhehe..iya iya."


Adrie langsung memeluk Tiara dan ******* bibirnya, Ia merasa rindu pada kekasih gelapnya itu. 6 bulan tidak bertemu membuat ia ingin menggeluti Tiara habis habisan. Saat tangan Adrie mulai meraba bagian dada Tiara.


" Sabar sayang!, kamu bersihkan dulu tubuhmu lalu kita makan, aku menunggumu untuk makan malam berdua dengan mu."


" Oke..oke, aku mandi dulu!"


Adrie kemudian masuk kedalam toilet dan menyegarkan tubuhnya selesai itu dia makan malam berdua dengan Tiara dikamar, selanjutnya mereka bercinta hingga jam 1 pagi.


Masih dihotel G, Tiara dan Adrie sudah bangun mereka mandi bersama dan kembali melakukan aktifitas *** pagi hari dalam waktu yang sangat pendek, mengingat keduanya juga sama sama sibuk. Tiara yang sudah berpakaian kantor membantu Adrie memasangkan dasi.

__ADS_1


" Kemeja yang kau pakai sangat cocok di badan mu sayang, dan kau terlihat sangat tampan."


" Istriku yang memilihkan kemeja ini."


" Istrimu punya selera yang bagus.."


" Kamu sudah siap?, Kita keluar sekarang 20 menit rapat akan di mulai sayang!"


" Baiklah!, Aku juga pagi ini akan kedatangan klien ku."


" Nanti sore kau datanglah kesini, aku ingin melakukannya lagi sayang!"


Tiara mengangguk senyum, mereka berciuman kembali sebelum meninggalkan kamar.


Dikantor Devis.


Devis berjalan masuk ke ruangan kantornya dengan penuh semangat, pagi ini Devis fokus dengan dokumen dokumen di atas meja kerjanya memeriksa dengan teliti sebelum ia bubuhkan dengan tanda tangannya, walaupun ia merasa tidak sabaran untuk bertemu dengan Lina siang ini, Ia berharap Lina tidak lagi membatalkannya.


Tok tok.


Johan mengetuk pintu dan masuk keruangan Devis.


" Selamat pagi Pak Devis."


" Hem..Pagi Jo."


Devis sudah menyelesaikan menandatangani dokumen tangannya menutup dokumen menyuruh Johan untuk duduk.


Johan membungkuk dan duduk.


" Pak Devis mengenai restoran yang sudah kita sepakati dengan Bapak Yudo sudah selesai di bugar apa perlu kita mengadakan peninjauan ke tiga tempat restoran?"


Devis mengangguk namun untuk mengadakan peninjauan restoran Devis belum bisa mengadakan perjalanan hari ini, sebab ia akan bertemu Lina selesai jam makan siang.


" Apa jadwal ku hari ini selain peninjauan Pak Jo?"


" Tidak ada Pak Devis."


" Kalau begitu besok kita akan peninjauan ke restoran dan bakery sekaligus. Persiapkan stok stok penyediaan bahan bahan untuk menu restoran dan bakery pastikan jangan sampai kurang!, Selama bulan puasa harus tetap stabil. Restoran kita pasti akan ramai dikunjungi yang akan berbuka puasa."


" Selesai makan siang tolong!, Wakilkan saya dulu karena siang ini saya akan menemui seseorang."


" Baik Pak Devis!"


Pagi menjelang siang Lina sibuk melayani para pembeli di tokonya.


" Surya..Lesti mulai besok kita harus ingatkan untuk para pembeli membawa tas belanja yaa!, Tapi tetap kita menyediakan kantong plastik untuk yang tidak membawa tas belanja."


" Saya sudah mendapat teguran dari dinas lingkungan hidup untuk mengurangi kantong kresek."

__ADS_1


Surya dan Lesti mengangguk anggukan kepala mengerti dengan perintah boss mereka.


" Baik Buk!"


" Kalau perlu tulis dan ditempel untuk membawa tas belanja!"


Namun dadanya kembali berdebar teringat Devis yang meminta untuk menemuinya siang ini, dari semalam ia mempertimbangkannya antara ingin menolak atau menerima ajakan Devis untuk bertemu. Ponsel Lina bunyi ada pesan masuk.


Lina membaca pesan itu ternyata dari Devis.


" Jangan lupa!"


Lina menghela nafas berat dengan berat hati akhirnya Lina memenuhi ajakan Devis. Ia balas pesan itu.


" Baiklah!, aku akan menemui mu tapi tidak pantas kalau menemui mu di hotel tempat yang kamu janjikan itu." Send.


Lina kemudian melihat jam didinding toko waktunya untuk menjemput Aileen dan Aldeen di sekolah.


" Surya Lesti..Ibu tinggal dulu yaa mau jemput dulu dan tolong jaga toko sampai selesai!"


" Baik Buk!"


Sehabis menjemput Aileen dan Aldeen Lina keluar kamar bersiap untuk bertemu dengan Devis. Siang itu Lina berbusana kaos putih agak ketat lengan pendek bergaris hitam horizontal, bawahannya memakai celana putih master mix.Celana berbentuk seperti rok yang panjang nya di atas mata kaki dan sepatu high heel bertali lengkap dangan tas kulit hitam tali rantai, tata rambutnya ia cepol menyisakan rambut pada sisi pelipisnya dan berponi sangat cocok dengan bentuk wajahnya yang oval.


Devis sudah lebih dulu sampai. Ia akan mengajak Lina ke suatu tempat yang cocok dimana mereka bebas berbicara, ia menyetujui Lina untuk tidak bertemu di hotel.


Devis sudah menunggu Lina di pelataran parkiran swalayan, dengan kacamata hitam Rayban yang bertengger di hidung mancung nya.Sudah 10 menit dia berdiri di sisi pintu mobil mewahnya, tak ayal banyak pasang mata yang melihat kearah nya. Tentu saja para kaum hawa terutama gadis gadis pasti klepek klepek bila berada di sampingnya.Sudah kaya tampan keren tubuhnya tinggi dan berotot dada tegap dan bidang bersanding pula dengan mobil mewahnya benar benar satu paket lengkap yang sempurna.


Didalam mobil taxi jantung Lina berdebar telapak tangannya dingin karena taxi sudah hampir sampai dimana Devis sedang menunggunya. Terbesit ingatan dulu dulu ia tidak pernah merasakan seperti ini waktu sama Adrie yang mengajaknya ingin bertemu, namun dengan Devis ia sangat gugup. Tapi hati nya ia berjanji cukup hari ini dan terakhirnya untuk menemui ajakan Devis setelahnya ia harus menolak keras bila Devis ingin bertemu kembali. Bagaimanapun ia wanita yang telah bersuami. Ia tidak mau mengambil resiko yang bisa mengancam kehancuran rumah tangganya. Lina juga tidak habis pikir pada Devis mengapa? Devis bisa tertarik dan menyukai dia istri Adrie yang adalah sepupu Devis.


Mobil taxi situ udah masuk pelataran parkiran swalayan dan berhenti tepat Devis sudah menunggunya. Sebelum turun Lina memakai kacamata hitam dulu dan membuka pintu taxi. Lina berdiri dan berjalan menghampiri Devis sambil menarik nafas dan menghembusnya pelan untuk mengusir rasa gugupnya.


Devis sangat kagum pada penampilan Lina yang anggun dan manis, kacamata hitamnya ia lepas rasanya kurang puas matanya memandangi wanita dihadapannya, wanita yang cantik manis dan sangat keibuan.


" Halo Kak Dev."


" Bisa tidak memanggil ku hanya Devis saja."


Lina merasa canggung


" Baiklah Kak!, Eup ehh..baiklah Dev."


Devis tersenyum lalu menggenggam tangan Lina yang ia rasakan dingin.


" Kamu gugup telapak tanganmu terasa dingin."


" I iya ." Lina menyempatkan pandangannya ke sekeliling pelataran parkir ia kuatir kalau ada orang yang mengenalnya.


Devis lalu membukakan pintu untuk Lina.

__ADS_1


" Kita jalan sekarang!" Ucap Devis.


__ADS_2