CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Membayangkan Wajah Lina


__ADS_3

Di kediaman Bimo Anggara.


Pagi itu Ayah dan Anak sedang sarapan berdua di meja.


Bimo menyeruput kopi hitam menatap putra nya Aldo sedang makan dengan terburu buru. Bimo ingin mengatakan pada putra nya kalau hari ini ia akan tugas ke luar kota walaupun ada secuil keresahan di hati Bimo. Namun sebelum Bimo mengatakan pada putra nya Aldo memang sudah tahu Ayah nya hari ini akan tugas keluar kota dia sudah lebih dulu memperhatikan tas travel nya yang sudah di siapkan oleh Buk Irah Asisten rumah tangga Bimo.


" Aldo."


" Iya Pah." Anak itu menyahut sambil mengunyah, dan menatap pada Ayah nya.


Bimo memperhatikan putra nya makan dengan tergesa gesa hingga..


Uhuk uhuk uhuk


Aldo terbatuk batuk tersedak makanan karena tergesa gesa mengunyah. Bimo reflek berdiri memberi minum pada putra nya sambil menepuk nepuk badan belakang bawah leher putranya.


" Pelan pelan kalau makan."


Aldo minum air di gelas itu sampai tandas ia merasa lega karena makanan di tenggorokannya langsung turun terdorong oleh air.


Merasa sudah baikan pada putranya Bimo kembali duduk dan menyeruput kopinya.


" Papa mau tugas luar kota?"


" Iya, Nak."


" Berapa lama?"


" Sekitar 5 hari."


" Ya sudah Aldo akan menginap di rumah Sakya."


Bimo sudah menebak permintaan putra nya itu namun itu yang menjadi bimbang buat Bimo, di satu sisi dia senang akan melihat Mama nya Sakya tapi di sisi lain akan tidak enak hati rasa nya pada yang empunya rumah.


" Papa tidak melarang, kamu main di rumah teman mu tapi...Papa juga tidak enak Nak, bagaimana nanti dengan Ayah nya Sakya?, bisa marah Ayah nya Sakya kalau Papa suka datang kerumah Tante Lina untuk menjemput mu."


Bimo bicara cangkir kopi itu sudah di hadapan mulutnya untuk menyeruput kopi yang sisa setengah, mata nya sambil menatap putra nya.


" Ayah Sakya kan sudah meninggal Pah."

__ADS_1


Uhuk uhuk uhuk..uhuk uhuk.


Kini giliran Bimo yang tersedak minuman kopi sampai kopi itu menyembur dari mulut nya.


" Pelan pelan Pah minum kopi nya." ucap Aldo yang balik menasehati Ayah nya.


" Apa kamu bilang tadi?"Bimo bertanya sambil tangan nya mengelap mulut nya dengan tisu.


" Aldo bilang pelan pelan."


" Bukan itu, eumm..jadi Tante Lina sudah janda?"


" Janda?, memang artinya apa sih Pah Janda?'


" Eumm..artinya teman kamu sudah anak yatim."


" Trus kalau Aldo apa?, piatu?"


" Hus..mama kamu masih hidup."


" Sudah mati buat Aldo."


" Aldo tidak baik bicara seperti itu."


Seketika dada Bimo terhenyak dengan ucapan putranya, Ia merasa bersalah pada putra nya.


" Aldo sudah selesai Pah Aldo berangkat sekolah dulu ya!"


Bimo menghentikan langkah Aldo yang sudah berjalan cepat meninggalkan Ayah nya.


" Do..Aldo kamu bareng sama Papa saja berangkat sekolah."


Aldo terhenti langkah nya.


" Tidak usah Pah!, Aldo sudah janjian sama Sakya."


Aldo berjalan sambil menenteng tas gitar nya, Aldo memang jadi pintar bermain gitar oleh Sakya.


Bimo yang sudah berdiri hanya menatap punggung putra nya lalu ia meninggalkan meja untuk segera berangkat kerja.

__ADS_1


Medan.


Bimo kini sudah sampai di kota Medan setelah menyelesaikan pertemuan nya dan pekerjaan proyek nya ia kembali ke hotel untuk menelpon putra nya.


" Halo Nak, kau di mana?"


" Dirumah Sakya, Pah!"


Bimo sudah menduganya bahwa putra nya sedang di rumah Lina setelah pulang sekolah. Bimo memijit kening nya ia harus bicara pada Lina untuk menitip putra nya dengan perasaan yang tidak enak.


" Ya sudah nanti Papa bicara pada Tante Lina'


" Ok Pah."


Telepon itu sudah di tutup oleh putra terlebih dulu, padahal Bimo masih ingin bicara pada putra nya.


" Huuff..gue telepon Lina dulu deh..iya ya gue gak tahu nomor nya lagi ck."


Bimo bergumam, Bimo akhir nya menelpon Putranya kembali namun ponsel nya tidak di angkat sampai 3 panggilan. Bimo akhirnya memutuskan untuk menyegarkan tubuh nya kemudian ia ingin beristirahat. Sambil rebahan di ranjang yang besar Bimo membayang kan wajah Lina, namun yang sangat menarik bagian tubuh Lina adalah kaki jenjang nya dan bahu nya, menurut Bimo Lina mempunyai bahu dan kaki yang indah apalagi bila Lina sedang tersenyum bibir nya sangat manis.


" Rupanya dia sudah janda?, apa dia sudah punya kekasih?,


Namun hanya membayangkan wajah dan tubuh Lina membuat bagian bawah Bimo mulai berontak.


" Njirr..susah kalau udah begini."


Bimo butuh pelampiasan, sudah satu bulan Bimo belum menumpahkan hasrat birahi nya, maklum saja ia selalu sibuk dengan pekerjaannya.


" Halo gue butuh cemceman."


" Mau yang mana nih bro? gue ada nih yang masih virgin."


" Serius lu!"


" tiga riusan buat lu deh, mana pernah gue kasih buat lu yang buluk..cantik masih school sih!"


" Gak tega gue, bisa nangis kejer ntar sama gue."


" Huahahahaha...ada nih janda masih muda 26 tahun, 11, 12 muka nya kayak SL mau lu?"

__ADS_1


" Bungkus deh!"


" Oke man siap."


__ADS_2