CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Ikatan Bathin


__ADS_3

Setelah Pak Jali dan Pak Usman menjelaskan maksud dan tujuan mereka. Pak Purnomo pun menyetujui nya. Apalagi sang istri sudah sangat senang dengan anak itu, Istri Pak Purnomo berjanji akan mengurus anak ini dengan penuh kasih sayang, seperti anak sendiri. Akhir nya Pak Purnomo pun memberi uang untuk Pak Jali dan Pak Usman. Dengan catatan harus merahasiakan nya.


⚑Flash Back Off.


Bu Marlina menangis mendengar cerita dari Pak Usman dan Pak Jali.


" Sekarang di mana keluarga Pak Purnomo itu?"


" Kami sudah tidak tahu Pak!, karena ketika putri Bapak Ibu berusia tiga tahun, Pak Purnomo pindah karena tugas di luar kota."


" Bagaimana Pak penyidik?, Kami minta untuk terus melakukan pencarian putri Pak Harry.


" Tentu saja Pak Adrie!, sekarang kami tinggal mencari keluarga Pak Purnomo."


" Baik Trimakasih Pak."


Pak Harry dan Ibu Marlina juga Adrie keluar dari kantor kepolisian.


" Istri ku, kau pulang lah dan istirahat !, biar supir yang mengantar mu."


" Iya Baik Mas."


" Aku dan Nak Adrie akan kembali ke kantor."


Pak Harry dan Ibu Marlina pergi dengan mobil yang berbeda. Ibu Marlina dengan ART nya.


sedangkan Pak Harry bersama Adrie.


Di tengah perjalanan Ibu Marlina ingin berbelanja baju di sebuah mal terbesar. Ia teringat pada hari Sabtu nanti akan ada acara undangan rekan bisnis suami nya.


" Pak Is, tolong antar saya ke butik langganan saya!"


" Baik Nyonya."


Sampai di sebuah mal terbesar, Ibu Marlina sedang memilih busana kebaya di sebuah butik langganan nya. Namun saat Ibu Marlina sedang melihat lihat busana kebaya, mata nya tertuju pada satu stel kebaya yang sangat anggun. Ibu Marlina langsung menghampiri satu stel kebaya itu. Namun dalam bersamaan tangan Ibu Marlina Dan Tangan Tiara sama sama memegang busana kebaya itu. Kedua nya pun spontan langsung menoleh dan saling menatap.


" Eumm..maaf Nyonya."


" Ohh tidak apa apa Nak."


" Euhh..rupa nya saya dan Nyonya sama sama tertarik dengan kebaya ini."


Mereka berdua tertawa, karena merasa lucu.


" Iya kamu juga ingin memakai kebaya ini?"


" Bukan untuk saya, Nyonya.Tapi untuk Ibu saya yang akan menghadiri undangan pada hari Sabtu."


" Oh.."


" Tapi sebaiknya biar buat Nyonya saja. Saya akan memilih busana kebaya yang lain."


" Jangan!, tunggu biar saya panggil pemilik butik ini."


Belum saja Ibu Marlina memanggil pemilik butik, rupa nya sudah menghampiri


" Selamat siang Nyonya Marlina dan Mba Tiara senang sekali masih mau berlangganan di butik kami."


Ibu Marlina dan Tiara saling memandang dalam benak mereka masing masing rupanya kedua nya memang sama sama berlangganan di butik ini.

__ADS_1


" Ini lho, saya mau kebaya ini untuk nona ini."


" Oh baik, kebetulan kebaya ini memang model terbaru. Dan baru saja datang."


" Nyonya tidak usah, biar buat Nyonya saja, Nyonya sepertinya lebih pantas memakai nya."


Namun tiba tiba saja saat Tiara bicara dengan lembut dan tangan Tiara menyentuh sedikit mengusap lembut tangan Ibu Marlina, Ibu Marlina merasakan sesuatu seperti adanya ikatan bathin. Membuat Ibu Marlina diam memandangi Tiara.


" Mari Nyonya, saya temani Nyonya ke kamar fitting."


" Baiklah.Nak!"


Entah mengapa Ibu Marlina merasa diri nya sangat senang dengan ajakan Tiara untuk menemani nya ke ruang fitting baju.


Kebaya itu di coba oleh Ibu Marlina, dia meminta pendapat pada Tiara.


" Bagaimana Nak Tiara?, bagus tidak?"


Tiara memandang Ibu Marlina kagum.Tiara pun tersenyum.


" Nyonya sangat cantik, sangat pas ditubuh Nyonya."


Tiara antusias sekali sambil membenarkan kebaya itu dengan jari jari nya. Kemudian tangan Tiara sambil sedikit menata rambut Ibu Marlina seperti mencocokan gaya rambut dan busana kebaya itu.


" Nyonya walaupun sudah berumur tapi masih sangat cantik."


" Benarkah?"


Ibu Marlina dan Tiara jadi semakin akrab. Seperti Ibu dan anak saja.


" Sekarang gantian biar Ibu yang bantu ikut memilih kebaya buat Ibu mu, bagaimana?"


" Baik lah kalau begitu Nyonya."


" Baik lah Buk."


Seperti permintaan Ibu Marlina yang ikut memilih baju untuk Ibu nya Tiara. Mereka berdua tambah semakin akrab seperti sudah lama saling mengenal. Setelah melakukan pembayaran mereka pun pamit.


" Nak Tiara, trimakasih ya!, sudah membantu Ibu dan sekaligus menemani Ibu."


" Sama sama Bu."


" Nak sebelum Ibu berpisah, bolehkah?, Ibu memeluk mu?"


" Boleh, kemari lah biar Tiara peluk Ibu."


Ibu Marlina langsung memeluk Tiara erat. Dan sambil menitikkan air mata. Membuat Tiara bertanya tanya?


" Kenapa Ibu menangis?, Ibu baik baik saja kan?"


" Kamu mengingat kan ibu pada putri Ibu, seandainya dia masih ada, mungkin sama usia nya dengan mu."


" Maaf Ibu, memang nya kemana pergi nya putri Ibu?"


" Entah lah, tapi kami masih dalam pencarian putri kami."


Tiara memandang Ibu Marlina nampak sangat sedih di raut wajah nya. Tiara pun memberi semangat pada Ibu Marlina.


" Tiara berdoa, semoga putri Ibu lekas di temukan, Ibu harus semangat ya!"

__ADS_1


" Iya Nak Tiara, kapan kapan boleh kah Ibu ingin bertemu dengan mu, Nak?"


" Euh!!, Iyaa Ibu tentu saja boleh. Ucap Tiara senang sambil kedua tangan nya memegang kedua tangan Ibu Marlina.


" Trimakasih, ya Nak. Kalau begitu Ibu permisi dulu."


Tiara kemudian mengangguk dan masih terus menatap punggung Ibu Marlina sampai kedalam mobil.


Di perjalanan Ibu Marlina, terus membayangi Tiara. Senyum gadis itu, cara bicaranya hampir mirip dengan nya.


😍😍


Maaf readers, untuk nama tokoh di novel ini, author gak sengaja, tapi udah terlanjur. inget yaa..!


Marlina istri nya Pak Harry


Paulina/ Lina istri Adrie


Jangan keder yaa!πŸ˜€βœŒοΈ


πŸ‘‰ Prat selanjut nya.


Hari sudah menjelang sore. Lina baru tiba sehabis bertemu dengan Devis, kemudian ia beristirahat sebentar di kamar. Lina melihat layar ponsel nya tidak ada pesan atau panggilan dari suami nya. Sudah tiga hari ini Adrie tidak ada kabar. Lina kemudian menelpon Adrie


" Halo. ada apa?"


" Halo Bang, sedang apa?"


" Abang masih di kantor."


" Bagaimana pekerjaan mu. Bang?"


" Yaa baik baik saja, Abang sangat sibuk, ya sudah nanti Abang telpon."


" Bang.."


Baru saja Lina ingin menanyakan hal penting Adrie sudah memutuskan sambungan telepon.


Hati Lina jadi tidak menentu. Seakan telepon dari istri nya tidaklah penting, apalagi tidak ada panggilan sayang pada nya. Membuat Lina menghembuskan nafas nya kasar.


Lina kemudian beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar untuk mengecek toko sembako di samping rumah nya.


Abrey kemudian datang ke toko dan menghampiri Lina.


" Lina." Abrey memanggil.


" Iya Kak?"


" Gue udah beberapa hari ini tidak lihat Adrie. Kemana dia?"


" Bang Adrie satu minggu tidak pulang, karena ada urusan pekerjaan, kak."


" Lina bantuin gue bikin kue yaa!, besok."


" Ada acara apa memang nya, kak?"


" Gue mau ada acara reuni."


" Baik Kak."

__ADS_1



Adrie


__ADS_2