
Lina senang bisa bertemu dengan teman teman arisannya yang sudah dibentuk semenjak Lina masih kuliah sekaligus reunian bersama teman sekampusnya memang tidak banyak hanya 15 orang saja yang lain adalah teman ajak teman untuk ikut bergabung, dari sekian teman teman kampusnya sudah berumah tangga dan bekerja, yang masih lajang pun ada. Kadang Lina pun iri dengan teman temannya yang sudah mapan dalam berkarir, Lina masih ingin melanjutkan bekerja namun iya harus tutup rapat rapat mengingat suaminya menginginkan dia untuk tidak usah bekerja lagi bagi Adrie Ia mampu memberikan segala kebutuhan Lina dan untuk anak anak nya gaji yang di berikan Adrie cukup besar Lina pun harus mengatur dengan baik mengingat biaya kebutuhan anak anaknya kelak akan melambung, Lina pun kerap menabung untuk biaya anak anaknya bila sudah masuk sekolah.
Namun di sisi lain Adrie juga memberikan untuk kedua saudara kandungnya walaupun tak seberapa dibandingkan untuk Lina, Lina tak pernah mengeluh hanya saja cara kakak ipar nya yang selalu menuntut ini itu padahal Michele juga sudah bekerja di salah satu kantor daerah Jakarta cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua.
Dengan bisa berkumpul bertemu dengan teman teman kampusnya sedikit menghilangkan rasa jenuh dan stress dengan perilaku kakak iparnya itu.
" Temen temen arisan sudah mulai dikocok yaa..!" Semua sudah pada kumpul kan?" ini kocokan yang ke 10." Ucap via yang memegang buku arisan .
Gulungan kertas kecil yang di masukan potongan sedotan itu bertuliskan nama Lina artinya Lina yang mendapatkan arisan, ini memang yang ditunggu tunggu buat modal jualan sebab Lina ingin membuka usaha kecil kecilan dulu sebelum ia memberitahukan pada suaminya bahwa ia ingin mencari sampingan itung itung bisa membantu suami.
Lina memang punya rencana untuk berjualan sembako di samping rumahnya, Lina berharap suaminya mendukung dan membantu untuk merenovasi samping halaman rumahnya Adrie.
Dengan berjualan dia bisa sambil mengurus anak anaknya.
" Lina..uangnya elo mau bikin apa nihh?" Kepo si Via.
" Gue sih rencana buat modal jualan sembako via!..gak perlu sewa tempat cukup buka dirumah saja.."
" Wahh ide bagus tuh! sembako pasti banyak yang cari, oke semoga sukses yaa sayy.."
"Sama sama sayy."
Esok sore nya , Adrie sudah pulang bekerja melihat istrinya sedang memasak di dapur dan Sakya anak nya sedang bermain dengan Aileen dikamar, membuat Adrie ingin menggoda istrinya yang menurutnya sangat sexy. Lina
menggunakan kaos tank top warna merah dan celana hot pant menampakan paha dan kedua kaki jenjangnya yang putih nan mulus.
Adrie diam diam menghampiri Lina dan sudah berdiri di balik tubuh Lina, Adrie sedikit mendengar suara pelan Lina yang sedang menumis sayur sambil bersenandung.
Cinta jangan kau pergi..,
tinggalkan diri ku sendiri..
naninananainan..hemmm
hemmm
tanpa cinta dan kasih sayang.
Saat Lina mau mencicipi rasa dari tumisan sayur.
Adrie langsung memeluk pinggang Lina, sontak Lina pun kaget di buatnya
" Abang...bikin kaget aja?"
" Hehehe..lanjutin lagi dong nyanyinya!"
Adrie menggoda sambil menciu*i pipi dan leher Lina dengan gemas.
" Abang aku sedang masak nanti tidak akan selesai kalau abang gini in aku."
" Kamu sudah mandi belum?"
" Belum...!. Lina tersenyum nyengir.
__ADS_1
" Abang mau kita mandi bareng, tolong gosokin punggung dan badan belakang Abang yaa.."
Lina mengangguk.
" Aku selesaikan masak dulu untuk kita makan malam.."
Adrie makin menjadi menggoda istrinya menciu*i dan memberi sedikit tanda merah.
Reaksi Lina pun merespon rangsangan yang Adrie perbuat hingga mengeluarkan ******* pelan dari bibir istrinya.
" Ahh...bang.."
" iya sayang.." Suara Adrie pelan.
Adrie pun langsung ******* bib*r Lina dan Lina pun membalas dengan sedikit buas.
" Istri ku makin pandai saja, bisa membalas ciuman Abang.."
Lina pun hanya tertawa kecil. " hihihii kan Abang yang ngajarin."
" Ow yaaa...!"
Adrie pun menggiring Lina dan merapatkankan di tembok dapur yang tidak terlihat oleh anak anaknya, kalau di balik tembok dapur itu Mama papanya sedang bergumul hebat.
Bang kamu belum mandi, tau!"
" Biarin saja, nanti habis ini kita mandi bareng aku sudah tidak tahan sayang." Nafas Adrie mulai berat.
Lina pun menikmati sentuhan dan belaian yang Adrie berikan dan dia meyakini bahwa anak anaknya masih anteng bermain.
Sedang asik asiknya menukar saliva, Lina tiba tiba melepaskan ci*man. Adrie pun membuka matanya.
" Bang!...aku lupa matikan kompor !, tuhh kan bang...sayurnya kematangan deh."
Adrie pun tidak peduli dengan sayur yang sudah kematangan itu, bagi dia masakan yang enak adalah pergulatan panas yang sudah tak bisa dibendung lagi.
Ditarik kembali tangan Lina dan kembali di rapatkan ke tembok.
Jembali mereka berci*man hingga menimbulkan decak suara dari mulut mereka yang terdengar indah itu.
Lina sudah polos, karena Adrie sudah meloloskan hotpant dan ****** ***** Lina. Adrie pun demikian sudah mebuka baju dan celana panjang seragam kerjanya hanya kaos singlet yang tersisa.
Mereka pun bergumul hanya 20 menit di dapur walaupun hanya sebentar namun mereka sangat menikmati, hingga mereka berdua mendapatkan pelepasan.
Setelah mereka kembali berpakaian.
" Nanti di lanjutkan lagi yaa sayang, di kamar mandi abang mau mandi bareng sama kamu!"
Tak lama Sakya pun memanggil Adrie dari pintu kamar.
" Papaa.." Sambil berlari menghampiri Adrie di dapur.
" Papa ndong papa ndong.." Rengek Sakya
__ADS_1
" Cium dulu dong! papa nya."
" Muaah..udah!
" Ayo kita nonton tv saja yaa! mama masih sibuk masak."
Lina pun menyelesaikan masak yang tadi tertunda karna ulah suaminya itu.
Makanan pun sudah tersedia di meja, keluarga kecil itu menikmati makan malam bersama. Pukul 9 malam Adrie menagih permintaannya kepada Lina untuk mandi bareng, karena melihat kedua anaknya sudah tidur.
Aktifitas panas mereka pun terulang lagi hingga pukul 11 malam mereka istirahat dan akan tidur tapi Lina sebagai ibu dari anak anak Adrie mengecek kamar anaknya dahulu, memastikan mereka tidur dengan tenang.
Lina sebelum tidur ingin meminta ijin pada suaminya untuk membuka usaha.
" Bang jangan tidur dulu!"
Lina pun rebahan dengan lengan Adrie menjadi bantalannya sambil memeluk dan mengelus dada Adrie yang berbulu.
" Ada apa sayang..?"
" Bang kemarin aku narik arisan kampus ku, uang arisan itu aku mau buat modal usaha jualan sembako dirumah saja.."
Adrie pun tampak tertarik dengan ide istrinya
" Kalau boleh? aku mau halaman disamping rumah..bisa 'kah untuk buka toko sembako?
karena disini letak rumah kita ini strategis menurut ku bang.." Jadi aku bisa usaha jualan tapi masih bisa mengurus anak anak dan rumah bang."
" Owhh...boleh saja sayang!, besok abang akan cari tukang untuk mengerjakan dan kita pergi ke toko matrial."
" Jadi abang bolehin aku buka usaha jualan sembako?"
" Iya sayang, abang setuju dengan ide kamu itu boleh juga...yang penting kamu bisa mengurus rumah dan anak anak!, kalau usaha kamu sudah berjalan kamu bisa pake pegawai yang bisa kamu percayakan, agar pekerjaan kamu bisa di handel dirumah dan di toko."
" Makasih ya bang!, abang mau dukung aku buka usaha jualan sembako."
" Ya sudah kita tidur sudah larut malam!"
Lampu dipadamkan oleh Lina. Ia juga menyelimuti Adrie dan dirinya. Mereka pun akhirnya terpejam sambil berpelukan.
Paginya selesai Lina memasak dan membersihkan rumah setelah sarapan Adrie melihat halaman samping rumah. Ia sedang mengira ngira ukuran berapa meter untuk dijadikan bangunan toko untuk istrinya.
Lina yang menggendong Aileen dan menyuapi Sakya makan, berdiskusi pada suaminya.
" Kira kira berapa meter halaman ini untuk di jadikan bangunan toko bang?"
" Cukup besar menurut abang, karena halaman rumah ini memang luas."
" Oke sebaiknya kita segera saja panggil tukang bangunan dan kita bisa mengukur berapa? bahan bahan apa yang kira kira kita harus beli? abang akan menambah modal buat usaha kamu sayang."
Setelah mengukur tanah dan tukang yang akan mengerjakan, Lina dan Adrie pergi ke matrial untuk membeli bahan bahan bangunan.
" Oke Pak Adrie besok saya siap mulai mengerjakan!" Ujar Pak Yono.
__ADS_1
" Baik! Pak Yono bisa hubungi istri saya saja biar sesuai dengan selera istri saya, bangunan nya mau dibentuk seperti apa?"