
Sambil menunggu beberapa menit untuk berbuka, Adrie mengamati alamat restoran itu, seperti nya ini adalah restoran yang Lina kunjungi ia ingat alamat yang tertera di dus kecil makanan.
Bedug azan Maghrib sudah terdengar mereka pun langsung melafalkan doa buka puasa dan mulai menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan.
" Makanan di restoran ini sangat enak enak , sudah tempat nya nyaman dan luas. Juga pemandangan malam hari pun sangat indah." Ucap Pak Harry kepada klien nya.
" Yup, maka nya saya meminta Bapak Harry untuk kita adakan pertemuan kita di restoran ini."
" Kira kira anda tahu siapa pemilik restoran ini?, barangkali kita bisa ajak kerjasama juga dengan pemilik resto ini." Canda Pak Harry.
Mereka pun tertawa mendengar guyonan Pak Harry.
" Pak Harry ini bisa saja."
" Mungkin kita bisa tanyakan pada pelayan disini."
" Kita ini kan memang orang orang bisnis, jadi tidak ada salah nya kan!, kita bisa berkenalan dengan pengusaha manapun selain menambah teman kalangan bisnis juga menambah wawasan. Betul tidak?"
" Iya anda benar saya setuju itu."
" Coba saja kita tanyakan, pelayan!"
Adrie menjentikkan jarinya memanggil pelayan wanita, Pelayan wanita itu langsung menghampiri.
" Selamat malam Tuan Tuan, ada yang bisa saya bantu?"
" Begini Mba saya hanya ingin menanyakan siapa pemilik resto ini?, karena saya sangat salut dengan pemilik resto ini. Makanan nya enak, tempatnya nyaman bersih juga di sini pemandangan sangat indah."
" Oh baik, pemilik restoran ini adalah Bapak Devis selain restoran ini, beliau juga punya restoran di berbagai cabang lain nya. Lokasi nya diJakarta Bekasi dan Tanggerang juga ada di negara nya Amsterdam."
Seketika Adrie mendengar penjelasan pelayan itu menyebut nama pemilik resto adalah Devis dia langsung menduga adalah sepupunya sendiri. Tapi Devis sekarang sudah kembali ke negara nya itu pun juga 6 bulan yang lalu. Adrie memang sangat bangga pada sepupunya itu, namun yang Adrie tahu Devis hanya punya resto dan bakery di Jakarta saja. Entah sejak kapan? sepupunya itu juga punya cabang restoran di berbagai kota.
Om Harry memang belum pernah tahu tentang Devis karena Adrie tidak pernah menceritakan pada Om Harry. Mendengar pujian dari Om Harry dan juga klien nya Adrie hanya diam saja biar nanti pada waktu nya mereka akan tahu dengan sendiri nya. Takut kalau Adrie langsung mengakui pemilik resto itu adalah sepupunya akan dianggap bualan saja.
" Apa boleh kalau pemilik resto ini kami panggil agar kami bisa berkenalan?" Kata Pak Harry.
" Oh bisa saja tapi maaf beliau sedang tidak disini biasanya beliau bertandang hanya sebulan sekali, beliau lagi di Jakarta."
__ADS_1
" Lho bukan nya Devis di Amsterdam ya Mba?" kok Devis tidak memberitahu pada saya kalau sudah di Jakarta." Adrie keceplosan Pak Harry dan klien nya langsung menoleh pada Adrie.
" Kau kenal Drie?"
" Oh tidak Om."
" Devis mana yang kau maksud?" Ucap klien Om Harry.
" Setahu saya beliau ada di Jakarta sudah hampir 7 bulan. Baru kemarin Pak Devis kesini bersama seorang wanita." Lanjut pelayan itu.
" APA ?? Sontak Pak Harry dan klien kaget sekaligus bingung dengan Adrie.
" Dengan seorang wanita?? maksud nya datang berdua saja?, siapa wanita itu?"
lagi lagi Adrie keceplosan tidak sadar saking penasaran, membuat pelayan itu bingung dan juga merasa takut apa ada yang salah dengan penjelasan nya.
" I i ya Tuan, memang nya kenapa?" tapi dengan siapa nya itu saya tidak tahu, maaf." Pelayan itu tergugup.
" Adrie ada apa dengan kamu, kau mengenal nya?" Ucap Pak Harry.
Klien Pak Harry pun melirik tidak suka pada Adrie.
" Maaf Om Adrie mau ke toilet dulu, permisi!"
Adrie pun langsung menuju ke toilet. Sampai di toilet Adrie langsung membasuh wajah nya di air kran. Dihadapan cermin besar wajah nya terlihat sedang memikirkan penjelasan pelayan itu.
" Apa benar Devis sedang di Jakarta?, apa Lina jangan jangan kemarin jalan bersama Devis?. Mengingat makanan yang di bawa istri nya itu sangat jelas bukti makanan itu berasal dari restoran ini karena alamat nya benar adalah alamat restoran ini.
Penasaran Adrie kemudian memesan makanan untuk dibawa.
" Mba saya pesan steak 3 saja untuk saya bawa."
" Baik ditunggu sebentar."
5 menit pesanan Adrie sudah dikemas dalam dus kecil, Adrie melihat dus dus makanan itu dalam kantong. Adrie memperhatikan kantong dan dus dus itu memang sama dengan apa yang Lina bawa.
" Ini Pak pesanannya."
__ADS_1
" Trimakasih." Adrie lalu kembali ke meja.
" Kau tidak baik baik saja Drie?"
" Eh e e Baik Om."
" Tenang lah." Om Harry melihat wajah Adrie seperti sedang kesal, Pak Harry sudah menebak pasti ini ada hubungan nya dengan pemilik restoran ini."
" Oke Pak Harry, trimakasih atas kerjasama nya semoga kita bisa sama sama sukses menjalani perusahaan."
" Baik Pak Anton. trimakasih juga untuk jamuan nya."
Mereka pun berdiri dan kembali berjabatan tangan dan keluar mereka melangkah masih berdampingan menuju area parkiran dan berpisah menuju mobil nya masing masing.
Dalam mobil Adrie masih terdiam, namun ia sadar ada Om Harry di samping nya merasa tidak enak kalau di diamkan.
" Kau kenapa Drie? Om sudah mengenal kamu sejak kau masih kecil, ceritakan lah pada Om kenapa kau tadi begitu kesal?,
" Tidak apa apa, Om." Adrie tadi hanya.."
Adrie agak ragu menceritakan tentang sepupunya pada Om Harry. Ia menghela nafas dan akhir nya mau bercerita tentang Devis.
" Sebenar nya..Maaf Om sebelum nya Adrie belum pernah cerita kalau Adrie punya sepupu bernama Devis. Dia adalah seorang pengusaha restoran dan bakery di kota Amsterdam dan juga di Indonesia cabang nya ada di Jakarta, Om."
" Tapi Adrie tidak tahu sama sekali kalau sepupu Adrie punya restoran yang tadi kita kunjungi. Karena setahu Adrie hanya di Jakarta saja.
" Hhahh.." Adrie membuang nafas sebentar.
" Adrie hanya merasa di bohongi saja, Om!, kalau Devis ada di Jakarta padahal sebelum nya Devis bilang hanya satu bulan diJakarta itupun karena alasan nya ada masalah dengan usaha bakery nya."
Om Harry mendengar penjelasan Adrie lelaki yang sudah dianggap anak nya sendiri. Om Harry mengerti sekarang pantas saja Adrie tadi bertingkah afektif.
( afektif adalah contoh perilaku antara lain seperti pada perasaan, sikap, minat dan pengendalian emosional.) Seperti itu kira kira, maaf kalau author salah.
Sampai dirumah Adrie membawa tentengan makanan resto dan langsung diberikan pada pembantunya. Istri dan anak anaknya sudah tertidur hanya Buk Jum saja yang belum tidur kerena menunggu Tuan nya untuk dibukakan pintu garasi.
Dikamar nampak istrinya sudah tidur sangat pulas sampai pergerakan Adrie dari buka pintu kamar suara pintu lemari bahkan Adrie sedang membersihkan tubuh dikamar mandi pun Lina merasa tidak terganggu. Tidak biasanya Lina sudah meninggalkan Adrie tidur se capek apapun pasti istri nya tetap menunggunya sampai tiba di rumah, lagi lagi Adrie merasa ada yang beda dengan istrinya.
__ADS_1