CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Menghadiri pesta


__ADS_3

Devis dan Johan sedang dalam perjalanan menuju kantor setelah berpisah dengan Lina.


" Jo apa jadwal ku besok?"


" Tidak ada, hanya ada undangan dari kerabat anda di hotel xxx jam 7 malam."


" Baik, kau temani saya!"


" Baik Pak Devis."


Teringat untuk menghadiri undangan kerabat Devis, Devis ingin sekali mengajak Lina namun rasa nya itu tidak mungkin.


Setelah menerima telepon dari Lina, Adrie bersiap siap untuk pulang. Pulang ke rumah nya? Tidak!, Adrie pulang ke rumah yang belum lama ia beli untuk Tiara.


Sampai dalam rumah Adrie tidak melihat Tiara. Adrie memanggil kekasih gelap nya itu.


" Sayang. sayang!"


Adrie menaruh tas kerja nya di sofa sambil tangan nya melonggarkan ikatan dasi di leher nya. Adrie mencari Tiara di dapur tidak ada, kemudian ia menuju lantai atas dan masuk kamar yang pintu nya tidak di kunci. Ia mengedarkan mata nya mencari Tiara. Tapi Adrie mendengar gemericik air shower rupanya Tiara sedang mandi.


" Pantas saja." gumam Adrie


Muncul otak mesum nya, Adrie kemudian melepaskan seluruh kain yang menempel di tubuh nya. Dengan langkah pelan Adrie membuka pintu yang terhubung dengan walk in closet. Nampak Tiara sedang menikmati air shower sambil tangan nya mengusap tubuh yang berlimpah busa. Wujud lekuk tubuh Tiara terlihat tembus pandang namun masih samar samar karena tertutup oleh uap panas yang keluar dari pancuran yang mengembun di dinding kaca


Tiara sedang menikmati air pancuran pada kulit kepala nya yang terasa seperti pijatan itu sambil memejamkan mata, tiba tiba.


SREETT


Suara pintu kaca yang di geser


Tiara terkejut karena Adrie sudah berdiri di ambang pintu sambil tersenyum.


" Boleh ikut bergabung?"


" Kau sudah pulang?, heuhh kau mengagetkan ku saja."


" Siapa suruh pintu nya tidak di kunci, heumm?" Ucap Adrie yang sudah menempel di tubuh Tiara sambil menciumi bahu Tiara.


" Setidak nya kau mengetuk pintu dahulu, Drie."


" Seperti nya kita harus menghemat air sayang!"


" Iya tentu saja." Balas Tiara


Adrie tersenyum karena Tiara tidak tahu maksud perkataan Adrie.


" Dengan mandi bareng sama saja kita hemat air bukan?"


Tiara kini paham, ia pun tertawa.


" Hahaha dasar modus!"


😍


Hari Sabtu pagi. Tiara dan Adrie sedang menikmati sarapan.


" Drie, siang nanti aku akan pulang dulu. Mama Papa meminta ku untuk menemani mereka acara undangan kerabat papa ku, malam nanti. Tentu saja aku tidak pulang."


" Baik lah!, kalau begitu aku sepulang dari kantor langsung menuju rumah ku."


👉


Seperti biasa memasuki awal bulan, toko Lina sedang ramai ramai nya. Karena para pelanggan membutuhkan stok bahan bahan sembako setiap bulan nya.

__ADS_1


Dua mobil box mendrop barang barang di toko Lina.


Surya pegawai toko Lina sibuk mencatat quantity barang, Lesti sibuk melayani pembeli sedangkan Lina sibuk di meja kasir.


Adrie sudah tiba mobil nya sudah di parkir di halaman garasi. Adrie sudah tahu istri nya sedang sibuk di toko samping. Tapi Lina tidak tahu kalau suami nya sudah pulang, karena Lina sedang sibuk sibuk nya membuat ia tidak sadar Adrie sudah di kamar.


Tak lama kemudian, Sakya Aileen menghampiri mama nya.


" Mam."


" Iya Sakya." Lina menjawab mata nya masih fokus pada pecahan uang di mesin kasir. Sambil memberikan uang kembalian pada pembeli.


" Mam kita sudah lama tidak weekend."


" Iya mam, kita sudah lama tidak pergi sama Papa, ini kan malam Minggu, Mam!". lanjut Aileen.


Lina ingin mengiyakan ajakan anak anak nya, Lina juga merasa bahwa sudah lama tidak jalan bersama keluarga. Mengingat suami nya sangat sibuk sampai tidak pulang.


" Baik lah, kita akan jalan sore ini!"


Lina kemudian menghela nafas.


" Karena Papa tidak pulang, kita jalan berempat saja, oke!"


" Papa sudah di sini, Papa tidak di ajak?"


Lina terkejut mendengar suara Adrie yang tiba tiba saja suami nya sudah berada di belakang Lina dan anak anak nya.


" Papa sudah pulang rupa nya." Ujar Aileen.


Adrie kemudian mendekati Lina. Lina langsung berdiri memberi kecupan pada suami nya, Adrie membalas kecupan di pipi Lina.


" Abang kapan tiba, kok aku tidak tahu?"


" Iya tentu, maaf kan aku Bang."


Adrie kemudian menarik tangan istri nya, sampai ke dalam kamar.


" Kau belum menyambut ku saat aku tiba, karena kau sibuk." Adrie menatap wajah Lina ada sedikit perasaan bersalah pada istri nya yang sangat penurut. Adrie kemudian memeluk Lina erat tangan nya membelai rambut Lina. Lina langsung membalas pelukan suami nya.


" Kau nampak kurus. sayang."


Adrie merasa kasihan pada Lina. Seminggu tidak pulang, membuat istri nya memikirkan nya.


" Iya karena memang aku sibuk di toko dan aku kurang tidur saja."


Adrie kembali memeluk istri nya, dan lagi lagi hati nya terasa sesak. Merasa sangat bersalah.


Adrie mengecup bibir Lina sedikit ******* dan mulai memainkan lidah nya di rongga mulut Lina. Namun tiba tiba bayangan wajah Devis melintas, Lina kembali terbayang saat Devis mencumbu nya.


Lina langsung melepaskan pagutan Adrie. Dan langsung memundurkan kepala. Membuat Adrie sedikit aneh pada istri nya.


" Maaf Bang aku kembali ke toko dulu!"


Lina kemudian meninggalkan Adrie sendiri di kamar. Membuat Adrie mengernyitkan alis nya dan terdiam tidak bisa berkata kata.


😍


Di sebuah gedung pertemuan di dalam hotel mewah ternama di Jakarta nampak telah berkumpul para tamu undangan eksekutif mulai dari kalangan pengusaha dan pejabat tinggi pemerintahan.


Mobil mobil mewah satu per satu berhenti bergantian. Petugas doorman hotel sigap membuka kan pintu tamu undangan dari keluarga Purnomo. Tak lama tamu undangan berikut nya adalah Devis dan sekretaris Johan petugas doorman dengan sigap membuka pintu mobil Devis.


" Selamat malam Tuan tuan."

__ADS_1


Devis melangkah tegap sambil sedikit merapihkan jas mahal nya. Dan menganggukan kepala satu kali pada doorman. Devis dan Johan sudah masuk melewati lobby hotel.


Tamu undangan berikut nya adalah Pak Harry dan istri nya Ibu Marlina. Petugas doorman bergegas membukakan pintu mobil Pak Harry dan istri nya.


" Selamat malam Tuan dan Nyonya."


" Malam." Balas ucapan dari ibu Marlina sambil tangan nya merapihkan sedikit selempang sutra kebaya di bahu nya. lalu tangan nya menggandeng suami nya melangkah melewati lobby hotel.


Dalam gedung itu Pak Harry, Devis dan keluarga Purnomo rupa nya sama sama memenuhi undangan pernikahan kerabat yang sama mereka kenal. Devis sendiri belum pernah melihat rupa Pak Harry, hanya saja tahu dari Adrie yang menceritakan tentang beliau.


" Pak Devis bukan kah itu Tiara?"


Lalu mata Devis mengikuti arah mata Johan menunjuk Tiara. Tiara sedang berbincang sambil tangan nya memegang gelas berbentuk payung.


" Seperti nya dia sedang bersama kedua orang tua nya." lanjut Johan.


Devis hanya diam lalu pandangan nya menoleh ke arah pelaminan.


Lalu di posisi yang berbeda Pak Harry dan Ibu Marlina juga sedang berbincang pada salah satu kerabat nya. Namun tidak sengaja mata Ibu Marlina menangkap sosok wanita cantik yang di kenal nya beberapa hari lalu.


" Bukan kah itu Tiara?" Ibu Marlina bergumam.


Lalu Ia meminta ijin pada suami nya untuk menghampiri Tiara.


" Mas."


" Iya?"


" Aku mau menghampiri gadis itu di sana. sebentar."


" Iya baik lah."


Pak Harry kemudian lanjut berbincang bincang pada kerabat nya.


" Nak Tiara!"


Tiara langsung membalikan badan merasa ada yang memanggil nya.


" Ibu?, Ibu di sini juga?"


" Ternyata kita sama sama menghadiri undangan yang sama rupanya." ucap Ibu Marlina.


Mereka berdua pun tertawa dan berpelukan, kemudian Tiara memperhatikan kebaya Ibu Marlina yang sempat ia inginkan itu. Namun Tiara memilih mengalah untuk Ibu Marlina.


" Tuh kan? Ibu sangat anggun dengan kebaya ini."


" Trimakasih, Nak."


" Ibu datang dengan siapa?"


" Ibu bersama dengan suami Ibu, Pak Harry, dan kau apa bersama orang tua mu?"


" Iya Ibu."


" Di mana mereka?"


Tiara kemudian mata nya mengedar mencari mama papa nya, karena Tiara memisahkan diri bergabung dengan tamu undangan yang di kenal nya.


" Itu mereka."


Ibu Marlina melihat nya dari jauh nampak orang tua Tiara sedang asik berbincang bincang.


" Orang tua mu sedang asik berbincang bincang, sudah tidak apa lain waktu saja Ibu berkenalan dengan orang tua mu."

__ADS_1


Kedua nya pun semakin akrab, seperti sudah lama saling mengenal, pada hal baru beberapa hari.


__ADS_2