
Hoekk Hoek
Nyonya Lefrandt mendengar Maria sedang seperti mengeluarkan isi di perut nya, ketika Ibu Maria masuk kamar. Ibu Maria ingin bertanya pada Maria mengenai hubungan nya dengan Devis, karena Nyonya Lefrandt menerima kabar dari keluarga Bakker menolak putrinya untuk di jodohkan.
" Maria..Maria."
TOK TOK
" Maria buka pintu nya."
Nyonya Lefrandt, seketika kuatir dengan keadaan Maria di dalam kamar mandi.
Maria membuka pintu ia keluar dari dalam kamar mandi terlihat wajahnya yang pucat juga tubuh nya sangat lemas.
" Maria ada apa dengan diri kamu?, kau sakit?, muka mu pucat sekali."
" Maria tidak apa, Mom!"
" Kau kenapa muntah muntah?, apa yang terjadi dengan diri kamu?"
" Maria hanya salah makan saja, Mom!"
" Kalau begitu Mommy panggilkan dokter, untuk di periksa!"
" Ti- tidak usah, Mom!. Nanti juga baikan."
Maria duduk tubuhnya sangat lemas, namun karena mencium aroma masakan Maria kembali merasakan perutnya bergejolak mual mual dan memuntahkan isi di perutnya.
Maria kembali masuk kamar mandi.
Hoeek Hoeekk
Namun yang keluar hanya cairan saja, Maria terasa lunglai tanpa sadar ia pun pingsan.
__ADS_1
BRUKK
Sang Ibu pun semakin panik dengan keadaan putri nya yang sudah tergeletak.
" MARIA!" teriak Nyonya Lefrandt.
" Pah! Papa! tolong Maria" Nyonya Lefrandt memanggil suami nya yang berada di ruang kerja nya.
Seketika Tuan Lefrandt bergegas keluar karena mendengar suara istrinya memanggil nama nya yang terdengar sangat panik.
" Ada apa Lenda?"
" Pah Maria pingsan!"
Tuan Lefrandt melihat putrinya sudah tergeletak.
" Aku panggilkan dokter." Tuan lefrandt langsung mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi dokter pribadi.
" Cepat kemari!, putri ku pingsan!"
" Kenapa dengan putri saya, Dokter?"
Dengan berat hati dokter itu menjelaskan bahwa putri nya sedang mengandung. Karena ia tahu bahwa putri mereka belum menikah.
" Maaf, Tuan Lefrandt tapi saya harus mengatakan yang sebenarnya."
" Kenapa Dokter?"
" Putri anda sedang mengandung."
DEG
,
__ADS_1
,
,
,
Seketika orang tua Maria kaget dengan jawaban Dokter.
" Apa?, hamil?" jawab Nyonya Lefrandt yang tidak percaya dengan hasil pemeriksaan dokter mereka.
" Iya usia nya sudah hampir 5 Minggu."
Tuan Lefrandt menatap istrinya untuk meminta penjelasan. Membuat Nyonya Lefrandt pun bingung dan tidak bisa berkata apa pun.
" Saya berikan vitamin dan obat pengurang rasa mual saja, Nyonya."
Nyonya Lefrandt menerima resep dan obat dari tangan Dokter itu.
" Terima kasih Dokter."
" Saya permisi Tuan, Nyonya."
Tuan Lefrandt dan istri nya duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang Maria yang masih tertidur, Mereka sedang menunggu putri nya bangun. Kedua orang tua itu ada banyak pertanyaan dalam pikiran mereka masing masing pada putri nya saat putri nya bangun. Dan mereka berdua akan minta penjelasan pada Maria.
Pelayan membawa makanan, jus buah dan susu untuk Maria. Yang di minta di buatkan oleh Nyonya besar itu.
" Permisi Tuan, Nyonya!"
" Terimakasih, letakan saja di situ!"
Pelayan itu menaruh makanan dan jus itu di meja nakas lalu pelayan itu membungkuk hormat dan keluar dari kamar.
" Bagaimana ini Lenda, siapa yang menghamili Maria?" ucap Tuan Lefrandt.
__ADS_1
Lenda pun khawatir, ia takut pada suami nya akan marah besar pada putri nya. Namun sebagai seorang Ibu apapun yang terjadi Ia harus melindungi putri nya, apalagi mengingat Maria sedang hamil. Ia tidak mau terjadi sesuatu pada putri nya, karena sedang mengandung cucu mereka. Di satu sisi Nyonya Lefrandt senang akan mendapat kan seorang cucu tapi di sisi lain akan mendapat malu karena ini bisa mencoreng nama baik mereka.