
Hai Readers ku..author sudah punya karya baru lagi yaa.. novel yang kedua rilis nanti tanggal 1 Oktober, cerita nya tak kalah menarik tentunya..😍👍
ini Author kasih diskripsi nya sudah sampai 17 episode.
Viona " Kenapa harus aku lagi yang merawat Tuan, aku sudah tidak sanggup! anda pasien tergalak aku sudah tidak tahan! lebih baik aku di pecat dari pada harus merawat anda yang sangat arogan!"
Enzio " Karena hanya kau yang aku mau..tidak boleh yang lain, yang merawat ku!"
👍👍
ini cuplikanya..
" Kau perawat bukan?" ucap Enzio dingin
" Maaf Tuan?" Viona sedang mencari apa maksud perkataan dari pasien ini.
" Kau perawat bodoh, meletakan air minum saja tidak BECUS!" geram Enzio tanpa menoleh pada Viona.
Viona kemudian melihat air minum yang di sediakan memang agak jauh untuk di jangkau. Ia tidak mungkin menyalahkan pada petugas kebersihan rupanya petugas itu lupa meletakan kembali air minum di tempat semula. Sedangkan Enzio sudah merasa haus saat ia bangun dan ingin minum ia tidak kuat untuk meraih air minum itu.
" KAU MEMBIARKAN AKU MATI KARENA KEHAUSAN? DUNGU KAU."
Viona menahan nafas ia langsung bergerak mengambil air minum itu untuk di berikan pada Enzio.
" Ma-maaf Tuan..biar saya ambilkan, Tuan ingin minum?" Viona berusaha menelan ludah nya.
😍😍👍
Sarapan untuk Enzio telah di ganti dengan bubur, Viona telah kembali keruangan inap itu. Namun Enzio menoleh sebentar melihat yang di bawa oleh Viona adalah bubur makanan yang dibencinya itu. Viona tahu Enzio terlihat tidak menyukai bubur ia melihat dari picingan mata Enzio. Viona harus menjelaskan sebelum pasien ini menolak bubur ini.
" Saya bantu Tuan makan."
" Kenapa kau ganti?"
" Eum..ini membantu pencernaan Tuan, karena Tuan sedang demam harus makan yang lembut dulu."
" Bau nya saja aku tidak suka, bau nya seperti kau...aku tidak suka."
Viona terhenyak dengan perkataan Enzio bibir bawah nya sedikit bergetar, namun ia tetap harus melayani nya dengan baik."
" Tuan boleh tahan nafas, bila memang tubuh saya beraroma seperti bubur ini." ucapnya keceplosan entah dirinya tiba tiba berani membantah ucapan Enzio.
" Huh." Enzio mendengus kesal berani berani nya wanita ini membantahnya.
" Kau sudah bosan merawat ku?ganti makanan itu!"
" Tapi Tuan."
__ADS_1
PRANK
" Aww..panas sshh.."
Tiba tiba mangkok bubur masih panas itu di hempas oleh Enzio hingga tumpah mengenai tangannya kulit nya terasa ingin melepuh. Viona langsung meletakkan mangkok bubur itu di meja ia bergegas berlari ke kamar mandi dan menyiram tangan nya dengan air di washtofel dan membersihkannya, kulit tangan nya ia diam kan lama agar perih nya berkurang.
😍😍👍
cuplikan berikut nya..
" Viona bangun!"
Namun Viona tidak membuka matanya.
" VIONA BANGUN, PERAWAT DUNGU."
Viona langsung terbangun kerena bentakan dari suara Enzio, ia pun terlihat sangat bodoh bisa bisa nya ia tertidur harus nya tetap terjaga.
" Ma- maaf Tuan,.saya tertidur, sebentar saya ingin membuat kopi dulu."
Enzio memberikan air botol minum nya.
" MINUM INI..!" Enzio membentak sambil me nyodorkan botol itu ke Viona.
Viona agak ragu kerena itu minumnya Enzio. Viona menolak minum air botol itu. Enzio meminum nya tidak dengan sedotan ia lebih suka menenggak langsung dari botol.
Enzio tahu Viona tidak mau minum air botol itu bekas bibir nya, Enzio lagi lagi ingin mengerjai Viona.
" Mendekat lah" Perintah Enzio.
" Iya Tuan?"
" Mendekat pada ku!, kau tuli?"
Viona agak gelisah untuk apa Enzio menyuruh nya mendekat. Viona pun hanya menurut perintah Enzio.
Ranjang tempat tidur itu sudah dari tadi dengan posisi terangkat Viona belum mensetelnya lagi, Enzio menatap dingin pada Viona membuat Viona takut dengan tatapan Enzio. Viona mendekat tapi masih menyisakan jarak membuat Enzio sudah kehilangan kesabaran nya. Ia menggaruk kening nya.
" Kurang dekat, VIONA!'
Viona akhir nya mendekat tidak menyisakan jarak ia berdiri hingga bagian depan nya menempel pada sisi ranjang Enzio setelah posisi Viona berdiri tepat di hadapan Enzio. Tiba tiba Enzio menarik lengan tangan Viona kasar
" Akkhh.."
Viona teriak ia langsung terbungkuk tubuhnya, wajah Viona tepat pada wajah Enzio, tangan Enzio dengan cepat menahan kepala Viona. Enzio mencium bibir Viona membuat Viona kaget matanya langsung membulat. Enzio mencium bibir dan ******* bibir Viona. Viona berusaha bangun namun tangan Enzio menahan kepala Viona dengan kencang dan erat. Enzio masih ******* bibir Viona kasar.
" Mmmeumpp..Tu- tuan-"
__ADS_1
Saat Viona memanggil Enzio kesempatan Enzio memasukan lidah nya kedalam rongga mulut Viona. Viona menangis ia terisak.
Tanpa perasaan Enzio masih memagut bibir Viona walau Viona sudah menangis tapi pagutan bibir Enzio di buatnya lembut, lama Enzio memagut menghisap bibir Viona dengan kelembutan Viona terbuai ia merasakan bibir Enzio karena ini ciuman pertama Viona tidak seorang pun laki laki yang belum pernah mencium bibir Viona. Enzio melirik wajah Viona ia tersenyum ia masih memainkan bibir Viona. Namun Viona sadar ia dengan sekuat tenaga melepas ciuman dari Enzio. Viona menangis.
" Tuan apa yang Tuan lakukan?" tangan nya sambil mengelap bibir dari Saliva Enzio.
lalu Viona ingin pergi, lagi lagi Enzio dengan cepat menahan lengan Viona.
" Kau seorang perawat tentunya sudah tidak jijik lagi terhadap kotoran..kau rupanya jijik dengan botol air minum ku, SIALAN."
" Ma-maaf Tuan, bukan seperti itu."
" Maksud kamu apa? SIALAN!'
" Tidak Tuan..ti-tidak ada." Viona menggeleng cepat dada nya terlihat naik turun.
cuplikan di episode berikut nya cekidot👉
Enzio sudah kembali dengan wajah karakternya, dingin. Namun bola mata Enzio masih terus menatap Viona sampai keluar dari pintu itu. Tak lama berselang waktu Viona sudah kembali dengan meja roda rak itu membawa 2 baskom air dingin, termos isi air panas handuk kecil washlap sabun cair dan peralatan sikat gigi serta obat kumur dan popok.
Setelah meja dorong itu dekat di sisi ranjang Enzio, tangan Viona langsung melepaskan baju pasien Enzio, namun Viona mencium bau yang tidak sedap saat Viona melepaskan baju pasien Enzio.
" Tuan sedang buang air besar?"
Enzio hanya mengangguk. Ia sangat malu mengakui nya karena memang baru hari ke 5 ia bisa buang air besar ia sudah sangat tidak nyaman di bagian bokongnya.
" Apa sudah selesai, Tuan?"
Enzio mengangguk.
Viona lalu menggunakan masker nya juga sarung tangan karet, ia nampak biasa saja Enzio perhatikan Viona tidak menampakan wajah jijiknya sedang kan Enzio sendiri sudah mau muntah.
Viona tahu Enzio tidak tahan dengan bau kotoran nya sendiri. Viona lalu memberi masker pada Enzio serta menyemprot pengharum ruangan agar pasien nyaman.
Viona mulai melepaskan popok khusus lansia itu.
" Tuan angkat kaki nya bisa? biar saya mudah membersihkan kotoran Tuan."
Enzio kemudian mengangkat kedua kakinya sambil menahan sakit pada bekas operasi nya. Enzio menahan nafasnya.
Viona mulai membersihkan kotoran Enzio nampak terlihat kotoran Enzio sangat banyak Viona sekalipun tidak merasa jijik. Disitulah Enzio benar benar salut pada Viona bayangkan saja Viona mau membersihkan kotorannya,
Judul: " MERAWAT TUAN AROGAN "
Rilis : 1 Oktober 2022
Masih belum ada cover nya yaa..Author lagi berusah buat cover novel ke dua..ok😍👍
__ADS_1
Semoga reader suka..