CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Tak Ada Cinta Yang Tulus


__ADS_3

Lalu tiba tiba pintu ruangan itu terbuka lebar, nampak Lina sedang berdiri di ambang pintu itu. Lina tersenyum mata nya melihat meja kerja Devis ia nampak kagum dengan ruangan itu, namun seketika mata Lina melihat Devis dengan wanita sedang berpelukan. Ekspresi wajahnya berubah seperti melihat hal yang mengerikan. Lina menatap Devis dan wanita itu, dengan bibir bergetar Lina berucap..


" Appaahh yang kau lakukan Dev?" Lina menggeleng gelengkan kepala rasa tidak percaya apa yang di lihat dengannya saat ini.


Lina tidak bisa berucap keras tapi pelan namun bisa di dengar jelas oleh Devis.


Devis kaget dengan kedatangan Lina yang sudah berdiri di ambang pintu itu, tapi tangan nya yang masih menahan tubuh Lidya. Lidya sadar dengan kemunculan Lina calon istri boss nya, Ia buru buru berusaha berdiri tegak dan segera meninggalkan ruangan itu. Lidya sendiri jadi panik, saat melewati Lina yang masih berdiri di ambang pintu.


" Nyonya saya harap anda jangan salah paham!, permisi."


Lina seolah sudah tertutup telinga nya dengan ucapan Lidya. Devis sendiri melihat dirinya masih memakai Bathrobe, sudah jelas dipikiran Lina di balik bathrobe tubuh Devis tidak memakai apa pun. Devis ceroboh, otaknya seketika tidak bisa bekerja dengan baik. Rasa nya diri nya seperti sedang tertangkap basah sedang selingkuh. Devis pun harus berbuat sesuatu.


" Sayang..jangan salah paham!"


Lina tidak mau mendengar apapun lagi dari mulut Devis. Ia segera pergi meninggalkan mansion Devis. Ketika Lina berjalan cepat Devis ingin mengejarnya tapi terhenti ia masih memakai Bathrobe.

__ADS_1


" Shits." Devis merutuk kesal.


Lina sudah di mobil segera melajukan mobil nya dengan cepat dengan berurai air mata, Devis mengejar Lina setelah memakai kemeja dan celana yang di pakai nya sewaktu tiba pulang tadi. Kakinya menuruni tangga dengan langkah cepat tangan nya sambil mengancing kemeja hanya terkancing beberapa saja. Devis langsung masuk mobil dan mengejar Lina. Devis harus jelaskan kesalahpahaman ini.


Selama menyetir mobil Lina menangis. Sampai setengah perjalanan Lina menepikan mobil nya ia sedang meredakan tangis nya, dan emosi nya ia sadar ia masih di jalan ia tidak mau terjadi sesuatu yang mencelakai diri nya.


Tapi saat itu juga Lina mulai membenci Devis, dia menanamkan diri nya bagi nya tidak ada yang namanya, cinta yang tulus.


Hanya 15 menit Devis sudah sampai di rumah Lina, Devis turun namun rupanya mobil Lina tidak terdapat dirumah itu. Devis mengernyitkan kedua alis nya.


Lina memang sengaja belum sampai rumah, Ia tahu Devis pasti datang dan menemui nya di rumah. Lina saat ini menemui sahabat nya di cafe, Lina sengaja meminta bertemu dengan teman sahabat nya, Via.


" Tenangkan diri mu!, apa yang terjadi?"


Lina menarik nafas dan memejamkan matanya wajah nya meredup. Ia masih terisak sesegukan air matanya kembali mengalir. Via langsung memberi tisu untuk Lina. Ia cukup bisa mengendalikan dirinya dari emosi nya. Setelah itu Lina menceritakan apa yang terjadi.

__ADS_1


Via menanggapi persoalan Lina agak sulit kalau pun Via bisa memberikan solusinya adalah solusi yang sok tahu, pada Lina, karena kalau dia berada di posisi Lina dia pun akan sama apa yang di rasakan Lina. Pasti sakit.


" Lina..gue cuma bisa nasehat saja, walaupun gue belum ngalamin sih!, tapi...menurut gue.


Kasih kesempatan dia bicara...Kalau dia laki laki sejati dia akan datang pada wanita yang dia cintai dan meminta maaf. Pikirkan lagi!... Apa yang dia buat terhadap elu apakah selalu menyenangkan elu?, di mana pun dia berada apa dia selalu meminta elu untuk menelpon nya?, bukan elu yang minta?, apa dia Suka ingkar Janji?, Apa yang dia buat ke elu dipertanggung jawabkan?


Lina terdiam dan tertegun dengan pertanyaan pertanyaan via, pertanyaan yang jawaban nya semua itu memang sudah Devis lakukan.


" Ya sudah kita pulang ya!, kau akan menikah perbaiki masalah elu dengan dia, sebelum elu duduk dipelaminan."


" Iya Via,.makasih ya!"


" Jangan jangan calon suami elu sudah nungguin elu di rumah, makanya pulang saja!, gak Bae, calon pengantin keluyuran."


Lina tersenyum hati nya cukup lega dengan nasehat dari teman nya. Kedua sebelum berpisah saling memberi kan pelukan.

__ADS_1


__ADS_2