CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Pantas Berada di Sisi ku


__ADS_3

30 menit cukup Lina berpakaian dan merias wajah nya bedak tipis lipstik warna bibir dan terakhir bulu mata Lina yang lentik di pertegas maskara agar lebih bervolume. Lina berpakaian tidak minim dan tidak menampilkan bahu nya ia takut kalau Devis menegur nya. Busana Lina yang dipakai nya dress berwarna hijau botol panjang selutut dan membentuk pinggang, ada aksen pola bunga yang lebar pada bagian bawah nya.


Saat Lina menutup pintu kamar, Devis mengalihkan pandangan nya pada Lina, Devis sangat kagum dengan penampilan Lina. Devis melangkah mendekati Lina dan memegang kedua tangan Lina.


" Manis,"


" Terima kasih, Dev."


" Kita jalan!"


" Aku pamit dulu sama anak anak."


Devis mengangguk, Devis mendekati Sakya Aileen dan Aldeen.


" Uncle jalan dulu dengan mama."


" Okey Uncle." sahut Sakya.


" Mama jalan dulu Aileen Aldeen, Buk Jum Buk Inah kami pergi dulu."


" Iya Nyonya."


Devis ingin mengajak Lina ke tempat usaha cabang bakery nya yang tidak jauh dari hotel penginapan Lina, lalu kemudian singgah ke hotel milik nya tujuan Devis ingin memperkenalkan Lina pada pegawai Devis dan staf kantor selagi mereka berdua berada di Bali yang secara tidak sengaja bertemu. Dan besok mereka sudah kembali. Lina ke Jakarta dan Devis ke Amsterdam.

__ADS_1


" Kita singgah dulu di cabang bakery ku, yaa!, aku ingin memperkenalkan kau pada pegawai pegawai ku, kau tidak keberatan?"


" Tidak, tapi..apa pantas aku diperkenalkan pada mereka?, aku tidak percaya diri, Dev."


" Kau harus mendampingi ku, kau pantas berada di sisi ku, percaya diri saja!"


Devis dan Lina sudah sampai ia langsung menggandeng tangan Lina, Lina sebenarnya agak gugup juga dalam benak nya tujuan Devis untuk apa ingin memperkenalkan nya? pada pegawai pegawai Devis. Lina merasa agak berlebihan tapi Lina hanya mengikuti saja.


Pegawai pegawai Devis langsung menegur sapa dan hormat, ketika kedatangan pemilik bakery bersama seorang wanita mereka menerka Lina adalah istrinya.


Devis langsung memperkenalkan Lina pada para pegawai nya dan para staff kantor. Selama Devis membawa masuk tidak pernah dilepaskan tangan Lina. Lina merasa sedikit grogi bertemu dengan para pegawai Devis padahal banyak pegawai Devis yang cantik cantik tapi Lina sebisa mungkin ramah pada mereka dan selalu tersenyum.


Sesudah nya Devis membawa Lina ke hotel milik nya, Hotel n Resort Cafe. Devis masih menggandeng Lina kemudian memperkenalkan pada Lina, dan lagi lagi ia masih grogi. Devis tak tanggung tanggung memperkenalkan Lina sebagai calon istrinya hingga membuat dada Lina berdesir mendengarnya. Terasa pada Devis telapak tangan Lina dingin.


Di meja itu sudah ada menu makanan dan candle light pelayan menata nya sesuai permintaan Devis suasana makan malam mereka sangat romantis. Musik mengalun dengan indah hingga membuat Devis mengajak nya ingin berdansa.


" Berdansalah dengan ku!"


Devis langsung mengulurkan tangan nya Lina menyambut nya. Ia masih ingat gerakan yang di ajarkan Diego beberapa malam lalu walau masih kaku. Devis tersenyum, tangan kirinya langsung melingkar di pinggang Lina.


" Relax and feel the music."


" Iya."

__ADS_1


Devis merebahkan kepala Lina di dada kiri Devis, Devis langsung mendekapnya. keduanya sudah menempel dan berdansa.


" Dev."


" Heum?"


" Terimakasih."


Hanya itu ucapan dari Lina, Devis pun mengerti.


" Sayang."


" Iya."


" Sleep with me, tonight!"


" Heuh?"


" Please!"


πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


Eng ing eng wadidaw

__ADS_1


NextπŸ‘‰


__ADS_2