CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Bertepuk Tangan


__ADS_3

Freddo mengajak Via berkeliling rumah nya, sampai di sebuah taman yang luas mereka berdua duduk di kursi taman, yang berhadapan dengan bunga bunga tulip.


Mata Via terperangah menatapi bunga bunga tulip itu yang berwarna warni.


" Ada bunga tulip juga disini."


" Kau suka."


" Suka banget."


" Biar aku petik, tunggu sebentar!"


Freddo kemudian mengambil gunting khusus tanaman di tempat perkakas berkebun, tangannya mulai menggunting batang bunga tulip warna ungu ping merah kuning dan orange, lalu diberikan pada Via rangkaian bunga bunga tulip itu.


Bathin Via" disana gak boleh dipetik di sini malah di kasih cuma cuma."


Via menerima bunga bunga tulip itu dari Freddo.


" Terimakasih Freddo."


" Iya,


" Kau tahu makna arti bunga tulips itu?" tanya Freddo.


" kesempurnaan dan-" jawab Freddo


" Cinta abadi." jawab mereka bersamaan.


" Kau sudah tahu artinya." tanya Freddo lagi.


" Iya.." Via mengangguk dan tersenyum sambil menciumi bunga bunga tulips itu.


" Nanti kau pulang ke Jakarta aku akan berikan lagi bunga bunga tulips itu."


" Iya aku akan taruh di Vas bunga kamar ku."


" Jadi...?" ucap Freddo.


" Jadi apa?"

__ADS_1


" Anggap saja bunga bunga ini lambang cinta abadi ku pada mu?"


" So sweet." Bathin Via mendengar ucapan Freddo. tubuh nya meremang.


" Kau tidak keberatan kan?"


" Eumm..tidak sama sekali."


" Via.."


" Iya..?"


Freddo kemudian menggenggam tangan Via.


" Mau kah kau menjadi kekasih ku?"


" Eugh..eumm, bagaimana ya?, aku kan harus kembali ke Jakarta.


" Jawab dulu, mah tidak?" Freddo masih menggenggam tangan kiri Via.


" Iya atau tidak?"


" I- iya Freddo."


" Aku akan datang ke Jakarta untuk menemui."


" Hah?, serius?"


" Sangat serius, dan kepulangan mu biar aku antar."


Jantung Via langsung berdetak keras, ia rasa nya tidak percaya.


" Baik lah aku tunggu."


Freddo kemudian kedua tangan nya menangkup pipi Via dan memajukan wajah nya ia sedikit menarik wajah Via lalu mencium bibir Via, dan ******* bibir Via.


Via menahan nafas. Freddo menahan kepala Via untuk memperdalam ciuman nya lada Via.


" Terimakasih." ucap Freddo.

__ADS_1


Via terdiam ia mengatur nafas nya dan memegang dada nya, jantung nya terasa mau keluar.


" Kenapa?"


" Jantung ku hampir mau copot dari sini."


Freddo terkekeh.


" Ingin lagi?'


" Hah?"


Tanpa menunggu jawaban Freddo menarik kembali kepala Via dan mulai mencium bibir Via, Via terbuai dengan ciuman Freddo ia membalas ciuman Freddo sehingga satu menit ciuman mereka hentikan. Via mengambil nafas dalam dalam.


Freddo terkekeh, Via diam membisu.


" Kenapa terdiam?"


Via menundukkan kepala. Freddo mengangkat dagu Via.


" Katakan kenapa?"


" Freddo..ciuman mu sangat dasyat."


Freddo tertawa tangannya langsung merangkul Via sangat erat.


" Jadi kita pacaran kan?"


Via mengangguk setuju.


" Kau mau ke kantor ku?, melihat apa pekerjaan ku?"


" Memang boleh?"


" Tentu saja boleh, selagi kau masih ada di sini sebelum kembali pulang..ayo ikut aku!"


Via mengangguk, kedua nya langsung berdiri dari kursi taman dan bergegas meninggalkan taman itu.


Freddo dan Via masuk ke mobil lalu menuju kantor tempat Freddo bekerja. Sampai disana Freddy menggandeng Via masuk kedalam, orang orang kantor menatap kedua pasangan itu. Mereka tersenyum melihat Boss mereka membawa seorang wanita Asia yang cantik, dan aneh nya orang orang kantor disana berdiri dan langsung bertepuk tangan menyambut kebahagiaan boss mereka yang sudah mendapatkan seorang Kekasih.

__ADS_1


" Good luck Freddo." ucap salah satu kepala bagian keuangan itu.


Freddo langsung memperkenalkan Via pada bawahan Freddo, nampak tersenyum bahagia di wajah Freddo. Via hanya bisa tersenyum pada bawahan Freddo.


__ADS_2