
Dua hari kemudian, Maria mencari Freddy ia membutuhkan supir untuk mengantar nya pergi ke club' bersama dua orang teman nya. Maria mencari Freddy di garasi.
" Freddy..Freddy."
Freddy mendengar suara Maria seperti nya putri majikannya itu sedang memanggil nya.
" Iya Nona, saya di sini."
Tubuh Freddy tidak terlihat oleh Maria karena terhalang pada kap depan mobil yang terbuka. Maria menghampiri keberadaan Freddy yang membungkuk tangan nya sibuk membetulkan mesin mobil Ayah nya, rupanya Freddy sedang mereparasi mesin mobil majikannya dengan telanjang dada.
Maria lagi lagi terpana saat menghampiri Freddy ia melihat Freddy telanjang dada. Tubuh nya kini terlihat jelas otot perut sixpack nya dengan dada yang berbulu menyambung dari perut sampai bawah pusar.
" Njirr..supir sialan." ucap Maria dalam hati. Maria buru buru membelakangi Freddy.
" Ada apa, Nona?" Freddy bertanya sambil menyunggingkan sudut bibir nya ia tahu Maria tidak tahan melihat tubuh nya.
Freddy mendekati Maria sambil membersihkan tangan nya dari kotoran hitam oli, Maria yang masih membelakanginya, tidak sadar kalau Freddy sudah berdiri di belakang nya dengan jarak beberapa senti.
" Nona!" Maria masih belum juga menoleh pada Freddy.
" Nona Maria Lefrandt." seru nya.
Maria membalikan tubuh nya, tapi tiba tiba saja tubuh nya menabrak dada Freddy, dan tubuh Maria sedikit terhuyung kebelakang. Buru buru tangan Freddy meraih pinggang ramping Maria dan di tarik sampai menempel pada dada Freddy.
DEG
Seketika mata mereka beradu pandang. Freddy tidak menyia-nyiakan kesempatan itu ia langsung mengeratkan kedua tangan Freddy yang sudah melingkar di pinggang Maria. Kedua tangan Maria pun tanpa sengaja sudah diletakkan di dada Freddy.
Wajah Maria merasakan hembusan nafas Freddy yang harum mint. Maria mendadak tubuhnya meremang, dadanya naik turun. Freddy pun sama ia melihat bibir Maria yang basah namun entah dari mana ada dorongan tiba tiba membuat Freddy berani mengecup bibir Maria bahkan sampai ******* bibir Maria yang terasa sangat lembut dan manis.
Tubuh Maria seketika terasa seperti ada sengatan listrik hingga membuat Maria ketarik dan menerima ciuman dari Freddy kedua mata nya terpejam. Freddy semakin berani, tangan nya memegang pada leher belakang Maria menekan bibir Maria dan memagut nya dalam dalam.
Namun Maria buru buru sadar dia mendorong dada Freddy melepas ciuman Freddy.
PLAK
Maria menampar pipi Freddy.
" Kurang ajar kau!, ingat kau itu siapa? kau hanya seorang supir di sini!" ucapnya kesal penuh penekanan.
Freddy tidak menampik ia malah senang melihat kemarahan Maria yang terlihat sangat menggemaskan. Sikap Freddy sangat santai dengan kemarahan Maria, Freddy sadar Maria adalah wanita yang di inginkan nya.
" Kenapa Nona? kau pun menikmati bibir ku." Freddy tersenyum menyeringai.
Kedua nya terdiam Maria tidak bisa berkata kata dirinya mengakui ia menyukai ciuman Freddy dan aroma keringat Freddy yang menyeruak membuat ia candu saat Freddy memeluk nya.
" Ada apa Nona mencari saya?" Freddy bertanya sambil melangkah memutuskan jarak dari Maria. Tangan nya meraih kaos dan seragam Freddy memakai kaos nya di depan Maria.
" Antarkan saya ke club' nanti malam, ingat!, jangan sampai mogok mobil nya."
" Baik Nona, laksanakan!"
Maria pun pergi meninggalkan Freddy, Freddy yang masih berdiri menatap punggung Maria Sampai hilang dari pandangan nya. Freddy pun tersenyum.
Maria sendiri merasakan hal yang gila, bisa bisa nya tiba tiba tubuh nya terasa lumpuh dengan perlakuan Freddy yang berani memeluknya dan bahkan mencium bibir nya. Tapi hati Maria mengakui Freddy memang punya daya pikat yang hebat, ia tampan tubuh tinggi besar dan berotot kulit nya eksotik, tapi sayang dia hanya seorang supir.
" Ingat Maria!, Freddy hanya seorang supir. dia tidak pantas untuk kamu!, bagaikan bumi dan langit." Maria memperingatkan untuk diri nya.
Pukul 7 malam Maria berdiri menunggu Freddy sang supir, ia terlihat sedikit kesal karena lama menunggu Freddy yang akan mengantarnya ke club'. Mobil sudah datang berhenti tepat di depan Maria, Freddy turun turun dan menghampiri Maria
" Maaf Nona."
" Kenapa lama sekali? apa mobil ini bisa di gunakan?"
" Bisa Nona." jawabnya dengan anggukan kepala.
" Awas saja kalau mogok!"
Freddy hanya tersenyum. Ia lalu membukakan pintu mobil untuk Maria.
__ADS_1
" Silahkan Nona!'
Freddy sudah duduk di kemudi dan mulai melajukan mobil.
" Setelah kau mengantar ku, kau langsung pulang saja!, aku pulang ke apartemen ku."
" Baik Nona."
Mobil sudah sampai di club'. Freddy dengan langkah tegap memutari mobil untuk membukakan pintu putri majikannya.
" Silahkan Nona!"
Freddy bicara tapi dengan wajah dingin, membuat Maria heran tidak suka melihat nya.
" Kenapa kau?"
" Maaf Nona, hanya saja menurut ku tidak pantas seorang wanita berkunjung ke sebuah club."
" Cihh..itu bukan urusan kamu, kau hanya supir tugas mu hanya mengantar ku."
Freddy sedikit mengeraskan rahangnya, dengan ucapan Maria yang merendahkannya. Freddy bukan ingin menghalangi Maria untuk bersenang senang dengan teman temannya. Freddy sendiri sudah hampir satu tahun tidak main main ke club' untuk minum sampai mabuk dan juga mencari ******. Ia tahu tempat ini adalah tempat sarang nya transaksi narkoba tempat maksiat dan juga tempat orang orang yang sedang frustasi. Freddy hanya khawatir pada Maria jangan Maria sampai terjerumus dan mendapat masalah. Entahlah? Freddy merasa tidak rela apalagi sampai ada laki laki hidung belang mendekati dan menggoda Maria.
Freddy seperti ingin melindungi Maria, Freddy akhir nya tidak mengikuti perintah putri majikan nya untuk kembali pulang. Ia memilih untuk menunggu saja di luar sampai Maria pulang bersama temannya.
Freddy berdiri di sisi mobil sambil menghisap rokok, hatinya seketika ada kegelisahan rasa nya ia ingin menyusul Maria. Hingga satu jam menunggu di mobil Freddy akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam club. Seragam nya ia lepas di ganti dengan memakai jaket hitam yang dia ambil dari dalam mobil. Freddy terlihat sangat jantan dengan jaket hitam nya.
Ia masuk kedalam club mata nya mengedar mencari keberadaan Maria. Suara musik yang dimainkan oleh seorang Disk Jockey memekikkan telinganya. Ia berjalan melewati orang orang yang sedang berdansa walau di dalam club dengan lampu yang temaram hanya penerangan kilatan lampu lampu yang berkedap kedip sesuai irama. Tidak membuat mata nya kesusahan mencari Maria.
Freddy sudah melihat Maria, putri majikannya berada di meja bar sedang minum dengan kedua temannya. Freddy kemudian mencari kursi untuk duduk ia sengaja mengambil posisi yang duduk nya tidak jauh dari Maria yang duduk nya membelakangi Freddy. Freddy minum bir sambil mata nya tidak lepas mengawasi Maria. Nampak nya Maria di lihat Freddy sudah setengah mabuk.
" Maria, gosip nya kau di jodohkan dengan Devis si duda kaya dan tampan oleh Ayah mu, apa itu benar?"
" Iya kami sudah bertemu, tapi sepertinya dia tidak tertarik padaku."
" Oh ya? seorang Maria Lefrandt teman ku ini tidak menarik di mata Devis Bakker? sombong sekali pria itu."
" Apa dia sudah memiliki kekasih?"
" Entah lah! tapi aku akan menjeratnya dengan cara apa pun, kalau dia menolak ku."
" Kami mendukung mu saja."
" Harus dong!"
Dari kejauhan dua pria hidung belang, memperhatikan Maria dan dua teman nya, salah satu nya ingin bermain main dengan Maria. Maria penampilannya sangat seksi hingga mengundang para kaum Adam di dalam club menatap ke arah nya.
" Hai ladies, boleh kami bergabung." ucap salah satu pria yang menatap lekat lekat pada Maria, namun Maria tidak menanggapi pria yang sudah berdiri di dekat nya.
" Nona boleh aku berkenalan?"
Maria acuh saja, ia masih saja menenggak minuman itu tanpa menoleh pada pria yang mulai mengganggu nya. Tanpa basa basi pria itu dengan berani menyentuh paha Maria membuat Maria jengah.
" Singkirkan tangan mu!" ucap Maria sinis pada pria di sebelah nya.
" Wohhoho, lihat! dia terlihat seksi kalau sedang marah, aku suka itu, cantik."
Pria yang yang tidak tahu dari mana datang nya makin kurang ajar dan tangan pria itu berani merangkul Maria. Membuat Maria semakin marah.
" Apa kau tuli?, heh pria jelek aku bilang lepas!"
" Oke baiklah."
Tangan pria itu di turunkan dari bahu Maria, namun tiba tiba tangan nya menarik lengan Maria kencang sampai Maria berdiri dari kursi bar, ekspresi wajah Maria terlihat sangat benci pada pria itu. Maria lalu mengumpulkan reak dari tenggorokan dan mulutnya langsung meludahi wajah pria itu.
" Cuih!"
Wajah pria itu langsung merah.
" Berani nya kau meludahi ku?"
__ADS_1
" Heh pria jelek kau pantas aku ludahi..menyingkir lah dari hadapan ku."
Pria itu naik pitam dan tangan nya mengelap liur Maria yang menempel di bagian pipinya, dengan tatapan nyalang pria itu siap melayangkan tangannya ingin menampar Maria. Maria dengan cepat memalingkan wajah nya untuk menghindar.
BUGH
Tubuh Pria itu tiba tiba saja mundur dan jatuh tersungkur, ia mendapat tendangan di perutnya hingga tubuh nya menjadi lemas.
Maria dan dua teman nya tersentak kaget melihat pria yang sudah kurang aja padanya kini memegang perut nya karena mendapat tendangan sangat kencang oleh Freddy.
" Begini cara anda memperlakukan seorang wanita? anda kasar sekali." ucap Freddy
" Hei Bung, itu bukan urusan mu."
Ucap salah satu pria yang membela temannya ia pun siap melayang kan tinju pada Freddy, dengan cepat Freddy menangkis dan menonjok wajah pada lawannya juga di sertakan tendangan, Freddy menendang tepat di perut Pria itu, pria itu pun bernasib sama ia tersungkur dan mencoba berdiri kembali sambil memegang perut nya. Pria itu pun batuk sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibir nya dan kedua pria itu akhir nya pergi ketakutan.
Namun Maria melihat pria yang telah menolong nya mulai mengenali.
" Freddy ?" Maria tercengang mulut nya menganga.
" Kau kenal dia. Maria?"
Salah satu teman Maria bertanya pada Maria.
" I- iya dia supir ku."
Kedua teman Maria menatap kagum pada supir Maria, yang sangat tampan.
" Waow..dia supir mu?"
" Supir mu tampan dan keren, Maria"
Maria memutarkan bola mata nya jengah karena ucapan kedua teman nya.
Setelah kedua pria itu pergi dari hadapan Freddy, Freddy yang tangan nya merapihkan jaket nya melangkah mendekati Maria.
" Apa Nona baik baik saja?"
" Seperti yang kau lihat, aku baik baik saja!" balas Maria dengan wajah kesal.
" Sebaiknya sekarang juga Nona pulang!"
" Hei kau itu siapa? ingatt ! kau hanya seorang supir berani nya kau memerintah ku!"
" Saya sudah menolong nona dan nona bukan berterimakasih pada saya, malah ngelunjak!"
" Oh ya?, kau pulang saja, tidak usah menunggu ku!"
" Saya tidak akan pulang, kalau nona masih berada di sini!, ayo pulang!"
" Tidak! saya masih ingin di sini untuk bersenang senang."
" Nona memang keras kepala." ucap Freddy dengan ekspresi tidak sabar.
Tiba tiba saja Freddy mengangkat tubuh Maria seperti memanggul karung beras, Maria kaget yang tiba tiba tangan Freddy mengangkat tubuhnya.
" Hei turun kan saya!, dasar supir sialan!" Maria teriak.
Freddy tidak peduli dengan teriakan Maria, ia tetap memanggul Maria membawa Maria keluar dari dalam club sampai di mobil. Kedua teman Maria kembali tercengang dengan aksi Freddy yang membawa Maria yang terkesan sangat romantis.
" Sal"
" Hem?"
" Kau lihat, sepertinya mereka akan jodoh."
Sally tersenyum lebar.
" Sepertinya begitu."
__ADS_1