
Freddy menarik pinggang Maria dan memeluk nya erat. Kepala Maria dia sandarkan pada bahu kirinya. Freddy mencium rambut Maria dan membelai nya.
" Maafkan aku Maria, sudah membuat kau menderita. Pada saat itu aku memang masih menutupi identitas ku, nanti akan aku jelaskan!"
Freddy semakin memeluk erat tubuh Maria, Maria dengan kedua tangan nya membalas pelukan Freddy. Hingga kekesalan Maria mereda.
Kedua nya melonggarkan pelukan, Freddy memegang kedua bahu Maria. Freddy kembali menatap wajah Maria.
" Sayang.. satu hal yang aku sangat berterimakasih dalam hidup ku, aku bisa bertemu dengan mu, Maria. Kalau saja aku tidak bekerja sebagai supir Ayah mu, aku masih belum mendapatkan tambatan hati ku."
" Aku sudah jatuh cinta dari awal pertemuan ku dengan mu, mau kah kau membalas cinta ku, Maria?"
Maria mengangguk pelan.
" Katakan Maria, kalau kau mencintai ku?"
" Iya Freddy."
" Kau mau menikah dengan ku?"
Maria masih mengangguk.
" Kau mau jadi Ibu dari anak anak ku?"
Maria mengangguk saja.
" Katakan yang jelas, aku ingin mendengar dari bibir mu? berucap lah!"
__ADS_1
" Iya Freddy...iya aku mencintai kamu, sungguh!"
" Benar?"
" Benar Freddy."
" Terima kasih sayang."
Freddy kembali memeluk Maria dan menciumi harum rambut Maria. Maria pun membalas kembali pelukan tubuh kekar Freddy.
" Aku janji aku akan membahagiakan kamu, Maria.
" Kau janji untuk selamanya setia kepada ku?"
Mata Freddy menatap Maria dengan lekat dan tegas.
" Kau pegang janji ku."
Maria kini tidak ragu lagi pada Freddy, saat Freddy mulai mendekati bibir nya mencium bibir Maria, Maria menutup matanya. Freddy mulai menghisap bibir atas Maria. Freddy masih merasakan Maria kaku untuk membalas pagutan nya.
" Buka mulut mu, Sayang!"
Maria membuka mulutnya dan membiarkan Freddy memainkan lidah nya di rongga mulut nya, Maria kembali merasakan permainan lidah freddy, sesungguhnya inilah yang Maria inginkan bila Freddy dekat dengan nya. Maria merindukan cumbuan Freddy dan pelukan hangat Freddy di saat kesendirian nya di malam malam yang dia lalui setelah ia menghindar dari Freddy.
Freddy melepas pagutannya lalu menatap Maria yang masih memejamkan matanya.
" Selama ini kau merindukan ciuman ku, bukan?"
__ADS_1
Maria sadar Freddy telah melepas ciuman dari bibirnya. Maria memang sudah sangat terbuai.
" Euh?"
Maria membuka mata nya, kini ia merasa malu, Freddy sedang menatap nya. Maria tertunduk terlihat oleh Freddy wajah Maria merah seperti tomat.
" Kau ingin merasakan kembali ciuman ku yang sesungguh nya pada waktu malam itu?"
Freddy tersenyum, tanpa menunggu anggukan jawaban dari Maria, Freddy menggenggam tangan Maria dan menarik tangan Maria keluar dari ruang kerjanya ia ingin membawa Maria kesebuah tempat di mana Freddy sedang ingin menyendiri.
Freddy menggandeng Maria ke garasi, di mana motor gede koleksi nya berjejer rapih. Maria terkagum kagum laki laki yang akan menjadi suami nya ini memang sangat macho.
" Aku akan mengajak mu ke suatu tempat kau pasti akan suka."
" Kita kesana dengan mengendarai motor?"
" Kau mau?"
" Iya aku mau sekali Freddy."
Maria sangat antusias sekali ini kali pertama Maria menaiki sebuah motor gede Harley Davidson, selama ini Maria selalu di antar jemput dengan mobil atau pun membawa sendiri mobil nya.
"Kau pakai helm mu!"
Maria menerima helm itu dan memakainya, Freddy membantu memasang kan dan mengunci tali helm itu. Setelah nya Freddy memakai helm ia tidak lupa dengan kaca mata hitam nya. Maria sudah sudah duduk pada jok motor.
" Kau sudah siap?, peluk tubuh ku, sayang!"
__ADS_1
Maria tanpa ragu melingkarkan kedua tangan nya pada pinggang Freddy. Freddy sudah mengegas ngegas motor gede itu. Kaki kanannya memasukan gigi satu dan mulai melajukan motor itu.