
Devis dan Lina kini berdiri di makam Adrie, di balik kacamata hitam nya mata Devis berkaca kaca namun tak nampak oleh Lina. Ia mampu menahan air mata nya tidak keluar dari kedua sudut matanya.
Devis menghela nafas pelan ada rasa sesak di dada nya ketika ia mengingat kejadian pertengkarannya dengan Adrie. Di saat itu juga Adrie tidak menyimpan dendam pada nya itu yang membuat Devis salut pada Adrie.
Devis berjanji dengan segenap hati akan membahagiakan Lina dan menjaga memelihara merawat ketiga anak anak sepupunya dengan baik, bagi nya Sakya Aileen dan Aldeen adalah anak anak Devis. Ia akan membesarkan ketiga anak itu bersama Lina.
" Dev, kau tabur bunga bunga ini."
Devis mengambil bunga bunga itu lalu ia taburkan di makam Devis. Bunga itu sampai habis setelah nya Devis meletakan rangkaian bunga segar di sisi batu nisan.
Devis kemudian merangkul Lina, kedua nya masih menatap makam Adrie.
" I promise to you, i'll take care of your children and loving your wife, forever." Devis berjanji dalam hati nya.
,
,
,
" Dev."
" Heum?"
__ADS_1
" Kita pulang."
Devis mengangguk. lalu mereka meninggalkan makam Adrie. Sampai di mobil Devis masih terdiam sesaat lalu mulai menghidupkan mobil nya.
.
.
.
.
Manado.
" Whuuhf..." Devis sedikit menghilangkan rasa gugup nya karena akan mengunjungi kampung kedua orang tua Lina.
" Kenapa Dev?" Lina tersenyum.
" Sedikit gugup.'
" Tenang lah!" keluarga Mama Papa ku ramah mereka pasti sudah siap menyambut kedatangan kita. Dev."
" Oke."
__ADS_1
Devis dan Lina sudah menaiki taxi, dan langsung menuju kerumah orang tua Lina, yang menjadi perhatian Devis pemandangan di sana sangat indah. Sampai di sana benar saja keluarga besar Lina sedang menyambut kedatangan Lina dan Devis dengan ramah. Baik Omah Opah Lina dan Om Tante Lina juga sepupu sepupu Lina sudah berkumpul di rumah itu. Terdapat dua rumah di sana rumah panggung dan rumah bangunan yang luas. Rumah itu di kelilingi kebun yang luas dan banyak ragam pohon pohon buah yang sudah tumbuh tinggi.
Ada pohon durian, Langsa, Menteng, pohon kelapa pisang rambutan, mangga pohon coklat, cengkeh, pohon kenari dan masih banyak lagi.
Di halaman belakang rumah panggung tak jauh dari dari kebun itu ada sungai mengalir dan juga terdapat kandang Babi, Ayam, yang di pelihara di sana.
Taxi sudah berhenti di halaman rumah orang tua Lina. Devis dan Lina turun dan melangkah mendekati orang tua Lina.
" Mah Pah, apa kabar?"
" Baik Lina."
" Mah Pah, ini Devis sepupu almarhum Adrie."
" Apa kabar, kalian sehat semua?" Devis memberi tangan kepada kedua orang tua Lina dan keluarga besar Lina.
" Mari silahkan masuk, Nak Devis."
" Terimakasih Ibu."
" Dev ini Omah Opah ku."
" Apa kabar Omah, Opah?"
__ADS_1
" Baik pria tampan."