CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Lina Takut Menyelam


__ADS_3

Pagi hari Devis sudah terbangun dan sudah mandi, sambil berpakaian pendengaran nya menangkap suara seorang wanita yang sedang bersenandung. Setelah berpakaian Devis keluar dan mencari suara itu terlihat Devis, Omah Lina sedang duduk di kursi goyang sambil bersenandung lagu bahasa Belanda kedua matanya masih bisa melihat jelas memandangi suami nya sedang membersih kan kandang. Lagu yang di senandung kan oleh Omah Lina, adalah lagu yang sama yang sering di nyanyikan oleh Nenek Devis sewaktu Devis masih kecil.


" Goedemorgen, Omah."


" Morgen Devis."


Devis menghampiri wanita tua itu lalu mencium kedua pipinya, Omah itu tersenyum.


Devis kemudian mengambil kursi kayu dan duduk di samping wanita lansia yang sudah memutih semua rambut nya dengan memakai kaca mata dan tongkat di tangan nya.


Devis mulai bercakap cakap dengan menggunakan bahasa Belanda. Karena Lina pernah berkata pada Devis, Omah Lina hanya bisa menggunakan bahasa Belanda dan bahasa Manado saja, bahasa Indonesia tidak bisa Omah Lina kuasai.


Devis sebagai pendengar setia, mendengarkan cerita cerita jaman dulu sewaktu Omah Lina masih remaja. Di mana ia pernah merasakan perang permesta dulu. Banyak cerita kisah jaman dulu Omah Lina yang sedih dan juga lucu. Devis selalu tertawa bila mendengar cerita yang lucu. Devis kagum, Omah Lina masih punya ingatan yang kuat walau umur nya sudah hampir mencapai 90 tahun.


" Dev."


" Iya sayang."


Obrolan Devis dengan Omah Lina terhenti ketika Lina memanggil nya. Lina menghampiri Devis dan Omah nya.


" Goedemorgen, Omah."


Lina tersenyum dan mencium pipi Omah nya.


Devis pun tersenyum melihat Lina bisa berbahasa Belanda walau sedikit saja.

__ADS_1


" Dev, sarapan dulu."


" Baiklah."


Lina pun mengajak Omah nya untuk ikut sarapan namun karena sudah tua jalannya sudah lambat. Devis menggendong nya. Membuat Omah Lina tersenyum lebar.


Devis menggendong Omah Lina sampai di meja makan.


" Dankjewel." ucapnya terimakasih pada Devis dan tersenyum pada Devis.


Di meja makan itu sudah tersedia Teh manis panas ada pisang goreng, broud goreng, panada isi ikan cakalang dan bakpao isi daging ayam. Makanan makanan itu selalu ada hampir setiap hari nya, Lina bersama sepupu sepupunya yang buat dari sejak subuh Lina sudah bangun. Devis dan Lina duduk menikmati sarapan yang tersedia di meja makan.


Siang hari Devis meluangkan waktu nya untuk bekerja mengecek laporan perusahaan nya dan juga mengadakan rapat bersama kliennya dan sekretaris Johan serta pengurus perusahaan Devis di Autralia dan Jerman. Devis sedang meeting zoom bersama mereka.


Selesai dengan hasil laporan perusahaannya, Lina memanggil Devis ingin mengajak Devis ke pantai Bunaken. Dari jauh hari Lina dan Devis ingin ke pantai Bunaken.


" Dev."


" Kita ke Bunaken?"


" Kau sudah siap?"


" Sudah."


" Kita snorkeling, oke."

__ADS_1


" No Devis."


Devis ketawa.


" Why?, Come on!"


" No, don't pushed me."


" Okey..okey." Devis lalu menarik tangan Lina dan langsung melingkar di pinggang Lina, hingga tubuh Lina menempel di dadanya.


" Cium aku dulu."


Lina menurut lalu mencium pipi Devis, dan kedua bibir Devis, ciuman itu di perdalam oleh Devis dan memagutnya sampai rongga mulut Lina.


" Kita berangkat!" ajak Devis.


Devis sudah menyewa kapal cepat menuju laut pantai Bunaken. Sesampainya di sana keduanya hanya menikmati keindahan pantai saja. Sangat di sayangkan bila tidak menyelam karena Bunaken terkenal dengan keindahan bawah laut yang mendunia. Demi wanita yang di cintainya Lina takut menyelam ia pun mengalah saja. Tapi Devis akan kembali mengajak Sander dan Bastian juga Sakya ke pantai Bunaken.


" Kita sudah sampai."


" Sayang.'


" Iya."


" Aku pastikan aku akan kembali ke sini dan mengajak Bastian dan Sander juga Sakya menyelam.

__ADS_1


" Dev, maafin aku ya!, karena aku takut menyelam."


" Iya baiklah."


__ADS_2