CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Terakhir kali nya


__ADS_3

Hai Readers, Author minta maaf lagi sibuk ngurusin anak masuk sekolah dan hari ini sudah mulai masuk sekolah.🙏


👉👉 lanjut


Bu Purnomo dan Tiara duduk berhadapan,


Tiara dan Ibu Purnomo menangis. Bu Purnomo harus menceritakan kenyataan yang sebenarnya pada Tiara. Tiara menangis sesegukan dengan kenyataan yang harus Tiara terima.


" Jadi, aku ini bukan anak kandung kalian?"


Bu Purnomo menjawab dengan menganggukan kepala. Tangannya kemudian menggenggam punggung tangan Tiara.


" Iya Nak, maafkan Mama Papa kamu sudah merahasiakan ini selama bertahun tahun dari mu, Nak." Air mata Bu Purnomo mengalir tidak tertahankan.


Tangan Tiara mengusap lembut air mata Bu Purnomo dengan kedua Ibu jari nya.


" Mam, tidak ada yang perlu di maafkan. Tiara sangat menyayangi Mama dan Papa..kalian berdua sudah menjaga merawat Tiara dengan penuh kasih sayang, sekarang apa yang harus Tiara perbuat untuk menyenangkan hati, kalian?, Tiara belum bisa membalas apa apa?, kalian sangat berharga!, Mama dan Papa adalah harta yang paling berharga di dunia ini". Mama dan Papa sudah merawat Tiara hingga sukses dan berkat doa kalian yang tulus untuk Tiara." Tiara bangga pada Mama Papa."


" Tiara lah!, yang harus meminta maaf pada Mama dan Papa." Tiara tiba tiba berdiri dan sujud mencium kaki Bu Purnomo


" Nak, bangun lah!" Bu Purnomo memegang kedua tangan Tiara untuk berdiri. Tiara dan Bu Purnomo berpelukan dengan erat, Pak Purnomo berdiri dari duduknya tangan nya menyeka kedua matanya yang sudah berkaca kaca dan melangkah mendekati kedua wanita yang ia cintai. Kedua tangannya merangkul Istri dan anak angkat nya itu.


" Nak, Papa dan Mama ingin bertemu dengan orang tua kandung mu." Kita ajak beliau untuk makan malam bersama, bagaimana?"


Tiara langsung mengangguk senang dengan ucapan Pak Purnomo.


" Iya Pap, Besok Tiara akan undang mereka untuk makan malam bersama." Tiara tersenyum pada kedua orang tua angkat itu.


" Tiara sangat mencintai kalian, berdua." Trimakasih Mam Pap."


Tiara dan Bu Purnomo sedang menyiapkan makan malam bersama Pak Harry dan Ibu Marlina. Bagi mereka ini sebagai mengikat tali silahturahmi antar keluarga. Pak Harry dan Ibu Marlina sangat senang mereka mau menerima undangan keluarga Pak Purnomo sebagai ungkapan rasa terimakasih mereka karena menjaga dan merawat putri satu satu nya itu. Pak Harry juga mengajak Adrie sebagai jembatan penghubung antar dua keluarga dan sekaligus telah menolong Pak Harry. Adrie sudah menepati janjinya kepada Pak Harry untuk menemukan putri nya.


" Drie, kamu sudah siap?"


" Sudah, Om."


" Kita menuju ke rumah orang tua Tiara."


Dalam perjalanan mereka, Pak Harry berandai andai, kalau saja Adrie belum berkeluarga Om Harry sangat senang Adrie dengan Tiara. Tapi benak Pak Harry itu tidak mungkin.


Pak Harry termenung dan tidak sadar ia tersenyum, membuat Ibu Marlina yang duduk di samping Pak Harry, bertanya?.


" Mas."


" Heum?" Pak Harry menoleh karena lengan tangannya di colek Ibu Marlina.


" Aku lihat kamu senyum senyum gitu, sedang membayangkan apa, hayoo?"


" Tidak istri ku."


Mobil Pak Harry sudah sampai di halaman rumah Pak Purnomo. Rumah yang cukup mewah, Pak Purnomo adalah pejabat tinggi di pemerintahan tinggal menunggu masa kerja 3 tahun untuk pensiun. Wajar saja segala rahasia ia tutup rapat karena Pak Purnomo orang yang sangat berpengaruh.


Tiara, Ibu Purnomo dan suami nya, sedang menyambut kedatangan mereka. Saat Tiara tahu Adrie ikut bersama, hati Tiara berbunga bunga namun saat ini Tiara ada rencana untuk mengerjai Adrie. Laki laki eksotis yang sudah membuat hatinya bahagia tapi juga nelangsa.


" Assalamualaikum." Pak Harry memberi salam Pada keluarga Purnomo. Kesan pertama pandangan Pak Harry ke Pak Purnomo beliau nampak sosok wibawa dan tegas. tidak bisa di ajak main main.


" Waalaikumsalam." balas Pak Purnomo.


Begitu juga Pak Purnomo kesan pertama melihat sosok Pak Harry, lelaki yang sangat berkharisma, cukup tangguh dan tidak bisa di goyahkan.


" Selamat datang di rumah kami." ujar Bu Purnomo.


" Mari, silahkan masuk Bapak Ibu!" lanjut Tiara.

__ADS_1


Dua keluarga itu masuk ruangan keluarga. Tiara Dan Adrie mengekori mereka, yang juga jalan berdampingan.


" Drie."


" Heum?"


" Urusan kita berdua belum selesai."


Adrie menautkan kedua alisnya.


" Oke, setelah ini kita bicara berdua."


Dua keluarga serta Adrie dan Tiara duduk bersama. Lama lama obrolan mereka semakin menghangat. Adrie dan Tiara hanya sebagai penonton ikut tersenyum dan bahagia kepada mereka.


Makan malam mereka di akhiri dengan manis Pak Purnomo dan Pak Harry bicara di ruang kerja Pak Purnomo. Sedangkan Ibu Marlina dan Bu Purnomo melanjutkan obrolan mereka di ruang keluarga.


" Aku menunggu kamu di taman itu."


" Sebentar!, aku buat kan minum dulu untuk kamu, Drie."


Tiara kemudian membawa dua gelas minuman segar dan menemui Adrie.


" Ini, Drie minum nya."


" Trimakasih, Ra. Kau ingin bicara apa?" Adrie sambil meneguk minuman itu.


" Eum, aku ingin mengembalikan rumah yang kau beli itu untuk ku."


Adrie mengangguk, pandangan masih melihat lihat taman yang sangat terawat.


" Lalu?"


" Maaf kan aku, sudah merusak hubungan kamu dengan istri mu."


" Ra, aku juga minta maaf, ini semua karena kekhilafan saja!, aku menyadari bahwa aku memang mencintai istri ku, Ibu dari anak anak ku."


" Trimakasih, kau sudah membantu ku menemukan orang tua kandung ku, masalah ini sudah selesai dengan sangat manis. Tidak ada pertikaian pada ke empat orang tua ku, Drie."


" Hehehe..iya, kau bahagia, sekarang?"


" Sangat bahagia, Drie."


" Kau beruntung, Ra!, mempunyai sekaligus empat orang tua yang sangat mencintai mu. Kedua orang tua ku sudah meninggal, jadi... selagi mereka masih ada, bahagiakan lah!, mereka, Ra."


" Pak Harry mungkin akan menitip beratkan perusahaan nya...pada kamu, sebagai hak nya, kamu yang akan meneruskan."


" Hah?, kau bercanda, Drie!"


" Aku serius, Ra!, maka nya aku sudah berjanji pada Om Harry untuk menemukan putri nya, yaitu kamu."


" Kalau memang iya!, aku tidak ada di bidang itu, Drie!, Nanti malah kacau."


" Belajar!, kau akan memahami nya... dan aku tahu, kamu pasti cepat bisa menguasai perusahaan Om Harry."


" Drie,"


" Iya?"


" Bagaimana kau tahu?, aku ini, anak kandung Papa Harry?"


" Mudah saja, kau mempunyai tanda lahir, yang sama di foto Ibu Marlina simpan. Ternyata tahi lalat dan bercak kecoklatan itu sama di bawah pusar perut kamu."


Tiara seketika tertawa lepas. Tangan Tiara kemudian menepuk paha Adrie namun tangan nya tidak sengaja menyenggol junior Adrie.

__ADS_1


" Upss, Sorry!,


" Owh, sial!"


" Euh, kenapa Drie?"


" Kenapa kau menyentuh nya?"


" Aku Tidak sengaja, Drie." Tiara bicara sambil mengerlingkan mata sebelah kanan.


21+ ☠️☠️✌️


Tiba tiba Tangan Tiara menarik tangan Adrie menuju pintu halaman belakang yang cukup gelap.


" Tiara, apa yang ingin kau, lakukan?"


" Sst..diam lah!" telunjuk Tiara ia letakan di kedua bibir nya.


Adrie hanya mengikuti ajakan Tiara, dalam hati nya memaki karena dirinya tidak kuasa untuk menolak.


" Owhh..sial." gumam Adrie.


Tiara hanya tertawa, inilah maksud Tiara ingin mengerjai Adrie yang terakhir kali nya.


Setelah kedua nya sudah berdiri di balik pintu taman halaman belakang. Tiara dan Adrie saling menatap.


Tiara menangkup wajah Adrie, nafas Adrie sudah terdengar berat.


" Ini sebagai ungkapan terimakasih ku, sayang."


Tiara mulai dengan aksi nya menggoda Adrie.


" Dengan senang hati, sayang." balas Adrie.


" Jangan salah kan, aku!, emm?" lanjut Adrie.


" Aku tidak pernah menyesali nya, Drie" aku akui Junior mu itu memang perkasa."


Tiara langsung memagut bibir Adrie, Adrie membalas tangan nya memegang belakang kepala Tiara.


Adrie membalikkan tubuh Tiara bersandar pada tembok itu, dan kembali menciumi leher dan menghisapnya. Tiara melenguh. Aksi Adrie menangkup dua dada Tiara yang lama ia tidak sentuh nya. Tangan Adrie menaikan rok dress Tiara.


Terjadilah kedua pasangan itu saling memuaskan, dahaga mereka di segarkan menuntut untuk di tuntaskan. *******, erangan keduanya bersahutan namun tidak terdengar oleh dua keluarga yang masih asik dengan obrolan mereka.


" Bu Purnomo."


" Iya, Mba?"


" Aku sangat berterimakasih sudah merawat dan menjaga putri kami."


" Kita jaga sama sama dan rawat sama sama tentu nya." Balas Pak Harry yang baru keluar dari ruang kerja Pak Purnomo."


" Kita jadi saudara, kan?, kalau sudah seperti ini."


" Iya, tentu aku sangat respect." lanjut Pak Purnomo.


" Kita ijin pamit ya?"


" Iya, Mba?"


Adrie dan Tiara muncul, berdua sangat nampak tenang padahal keduanya baru saja melakukan percintaan untuk terakhir kali nya. Tak tanggung tanggung kedua nya mendapat pelepasan tiga kali. dalam waktu satu jam lebih.


" Drie, kita pulang!"

__ADS_1


" Baik, Om."


__ADS_2