CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Tujuan Devis Ke Indonesia


__ADS_3

Devis siap landas di bandara Soekarno Hatta tujuannya bukan untuk menemui Lina, melainkan untuk bisnis nya selama satu minggu. Devis sengaja mengambil 7 hari saja di Indonesia Ia akan ke Bali membuka cabang usaha di sana, dan juga hotel n resort cafe setelahnya ia akan berangkat ke Australia dan Jerman. Seperti biasa sekretaris Johan sudah menunggu Boss besar nya itu.


" Siang Pak Devis."


" Siang Jo, kita langsung ke kantor saja!"


" Baik Pak."


Selama 7 hari Devis ingin mengunjungi beberapa Resto dan pabrik Bakery nya. Otak nya lagi berfikir keras karena banyak pesaing yang bergerak usaha yang sama di Indonesia. Tapi ada juga usaha bakery yang mengalami kemunduran tujuan Devis berencana ingin menarik perusahan itu untuk bekerjasama tapi masih dibawah naungan perusahaan Devis.


Orang itu sudah mengontak Devis. Devis ingin tahu di mana kesalahan nya hingga usaha bakery itu mengalami kemunduran.


" Tuan Dennis ingin bertemu dengan saya di kantor. Jo kau sudah persiapkan semua?"


" Sudah Pak Devis."

__ADS_1


" Good."


Di dalam mobil Devis merebahkan kepala nya sambil memejamkan mata, dalam pejaman mata nya banyak hal hal yang dia pikirkan dan akan dia lakukan. Devis benar benar fokus dan belum mau memikirkan Lina. Karena sekarang ini dia berada di Indonesia, bukan tidak ada keinginan untuk menemui Lina, tapi kalau sudah di Jakarta, rasa nya Devis ingin sekali bertemu dengan nya. Devis akhir nya bisa tertidur di dalam mobil walau hanya sebentar.


Lina saat ini sedang mengajak anak anak nya juga Buk Jum dan Buk Inah liburan ke Bali selama satu Minggu. Lina dan anak anak nya sudah di bandara untuk terbang ke Bali. Devis dan Lina berselisih waktu. Kalau saja waktu di jam yang sama bisa saja mereka bertemu, di bandara.


Sampai di kantor Devis langsung menemui Dennis yang sudah menunggu nya.


" Selamat siang Pak Dennis, saya baru tiba dari bandara dan langsung ke kantor saya, apa Pak Dennis menunggu lama?"


" Mari masuk Pak Dennis, kita berbincang bincang dulu, oke!"


Devis mengajak Dennis duduk di sofa. Mereka langsung ke inti pembicaraan untuk bekerja sama. Devis sangat meneliti setiap ucapan yang keluar dari mulut lawan bicara nya. Devis mengangguk otak nya bekerja apa yang akan Devis tindak lanjuti nya dalam kerjasama ini. Mata nya tak lepas dari Dennis saat bicara.


" Baik kapan kita akan mulai, Pak Dennis?"

__ADS_1


" Kalau bisa sekarang, Pak Devis."


" Anda dan saya berangkat sekarang, Jo bawa berkas berkas nya!"


Johan mengangguk siap.


Satu jam lebih terbang dari Jakarta ke Bali Lina dan anak anak nya sudah sampai di bandara Ngurah Rai. Anak anak Lina dan buk Jum, Buk Inah sangat bahagia. Sampai di Bali Lina langsung memesan sebuah hotel. Ia menyewa jasa tour guide agar Lina tidak repot mencari cari lagi tempat wisata di Bali.


Setelah masuk kamar Lina dan anak anak nya beristirahat sebentar, karena satu jam lagi pemandu wisata itu akan menjemput mereka.


Devis sedang meninjau tempat usaha Dennis, Devis akhirnya tertarik dan mau bekerjasama. Devis mau ia akan mengubah manajemen bakery Dennis. Dennis pun menyetujui nya. Setelah deal mereka saling berjabatan. Kini makin menambah lagi cabang baru Devis. Devis benar benar bekerja keras waktu sangat berharga bagi nya.


" Jo kita kembali ke kantor."


" Baik Pak Devis."

__ADS_1


__ADS_2