CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Hukuman untuk Lina


__ADS_3

Adrie sudah tiba di rumah nya pukul 6 sore, Lina segera menghampiri suami nya. Dan tangan nya hendak mengambil tas kantor dari tangan Adrie, namun di tepisnya tangan Lina kasar.


" Bang, sini kubawa tas nya."


PAKK


" Akhh, Bang." Lina meringis kesakitan lengan tangan Lina di tepis Adrie dengan keras, hingga menimbulkan tanda merah di kulit nya yang putih.


" Jangan kau sentuh!"


Lina terdiam menatap wajah Adrie yang merah menahan marah. Adrie kemudian berlalu di hadapan Lina.


" Buk Jum!"


" Iya, Tuan." Buk Jum buru buru menghampiri Tuannya itu. Di lihat nya sepintas pada Nyonya nya yang terdiam dengan wajah nya yang sedikit pucat sambil memegang lengan nya yang memerah.


" Tolong bawakan air putih, dan letakkan dikamar saja!"


Adrie kemudian masuk, menutup pintu kamar dengan cukup keras. Membuat Lina kaget.


Lina tidak berani masuk kamar untuk menyusul suami nya. Ia memilih duduk di teras depan rumah, sambil terisak nangis.


Adrie masuk kamar melemparkan tas kantor kesembarang tempat. Dan duduk di sisi ranjang tempat tidur.


TOK TOK


Bik Jum datang membawakan segelas air putih dan meletakkan di meja nakas.


" Permisi Tuan, ini minum nya."


" Iya, terimakasih Buk Jum."


Lina memikirkan suami nya, apa yang sedang terjadi pada Adrie. Sudah dua hari sikap Adrie pada nya sangat dingin bahkan kasar pada nya.


" Nyonya."


" Euh, iya Buk Jum?" Lina buru buru menghapus air mata nya agar tidak terlihat oleh Buk Jum.


" Maaf, Nyonya ini salep dingin buat tangan Nyonya.


" Euh..iya Buk Jum, Trimakasih.


Buk Jum melihat tangan Nyonya nya sedikit biru. Ia mengoles salep ketangan Lina pelan. Lina sedikit meringis.


" Memang nya tangan Nyonya, kenapa?,


" Tadi kepentok pintu, Buk Jum. Tapi sekarang sudah baikan, Terimakasih Buk Jum."


Buk Jum merasa kasihan pada Lina, seperti nya Adrie dan Lina sedang tidak baik. Membuat Buk Jum tidak enak untuk bertanya.


" Sebaik nya, Nyonya makan dulu!, ini sudah jam 9 malam. Nanti Nyonya sakit."


" Apa Bapak sudah makan?"


" Tuan belum keluar..dari sejak tiba tadi, Nyonya."


" Biar, saya bawakan makan malam untuk Bapak."


Lina pun segera mengambil kan makan malam untuk Adrie. Dan membawa sepiring nasi dan lauk pauk ke kamar. Di lihat suami nya sedang duduk bersandar di ranjang. Lina agak ragu mendekat pada suami nya.


" Ba-Bang, kau dari tadi belum makan."


Adrie kemudian berdiri, dan langsung melempar piring itu dari tangan Lina.


Lina melihat nasi dan lauk pauk itu sudah berserakan.


" Ba- Bang kau kenapa?"

__ADS_1


Adrie segera mendorong Lina kasar pada tembok. Hingga tubuh nya terhentak dan kepala sedikit membentur di dinding.


" Akhh." Air mata lina langsung mengalir tanpa bisa ia tahan.


Adrie memegang kedua bahu Lina, dan menatap nyalang pada istri nya.


" Katakan pada, ku?, apa yang sedang kau lakukan pada, ku?, HAHH!"


" Katakan!, katakan Bang**t?, Apa yang sudah kau lakukan di belakang, ku?"


Lina hanya menundukkan kepala, dan menangis ia tidak berani menatap Adrie. Dalam benak Lina, Adrie seperti nya sudah mencium kedekatan nya pada Devis.


Lina menggelengkan kepala,tubuh nya gemeteran, dada nya terasa sesak. Saat Adrie bertindak kasar pada nya.


" Ti-tidak ada, Bang!" Lina bicara bibir bergetar.


Adrie mengepalkan tangannya dan menonjok Diding di sisi kepala Lina.


BUKK


Seluruh tubuh Lina terasa tidak bertulang, kedua kaki nya lemas, ketika Adrie menonjok dinding itu.


" Baik!, kalau sampai aku tahu..apa yang telah terjadi di belakang, ku?, lihat saja!, apa yang akan aku lakukan pada mu, nanti !!"


Adrie kemudian pergi meninggalkan Lina di kamar, dan terdengar suara mesin mobil yang di hidupkan. Malam itu juga Adrie pergi dari rumah nya


Lina langsung merosot tubuh nya dan terduduk di tepian dinding. Lina menangis tersedu sedu.


Hingga keesokan hari nya, Lina belum keluar dari kamar. Ia memilih berdiam di dalam, ia tidak semangat untuk melakukan aktifitas nya.


Di kantor, Adrie sedang bicara pada seseorang pesuruh nya didalam ruangan.


" Baik, itu saja laporan dari saya."


Adrie mengangguk dan mengeluarkan amplop coklat yang isi terlihat tebal.


" Ini, bayaran nya, yang pasti laporan yang saya terima, benar."


" Oke, terimakasih Pak."


" Ya, saya permisi!"


Orang suruhan Adrie keluar dari ruangan itu. Di dalam ruangan, wajah Adrie nampak sedang marah.


" Devis, sialan kau!" Adrie bergumam kesal.


Adrie langsung meraih kunci mobil dan segera keluar. Saat mobil sudah di nyalakan, ponsel Adrie berdering ada panggilan dari Tiara.


" Halo, Ra."


" Nanti malam aku pulang, tunggu aku!"


Adrie langsung menancap gas dengan kecepatan tinggi. Sampai tiba di depan rumah Adrie memarkirkan mobil nya sembarang saja. Ia turun dan melebarkan langkah nya, untuk mencari istri nya. Segala kekesalan, amarah, emosi sudah mengumpul di diri Adrie. Kedua tangan nya sudah mengepal tatapan nya dingin, wajah nya sudah berkeringat.


" Buk Jum, kemana Nyonya?'


" Euh, Nyonya di kamar, Tuan!, dari semalam Nyonya tidak keluar dan tidak mau makan, Tuan"


Adrie sedikit mereda emosi nya ketika tahu istri nya berdiam dalam kamar dan tidak mau makan. Tapi nampaknya Adrie tidak peduli. ia ingin segera menghukum istri nya itu.


Adrie dengan cepat membuka pintu kamar dan melihat istri nya langsung berdiri dari sisi ranjang. Dan menghampiri istri nya.


" Ba-Bang, kau?"


Ketika Adrie sudah berhadapan dengan Lina.


PLAK

__ADS_1


Adrie menampar Lina, sampai tubuh nya tersungkur di lantai. Kemudian Adrie menarik tangan Lina untuk berdiri.


" Dasar pela*ur!, kau."


Lina yang masih memegang pipi nya, Adrie kembali menarik tangan Lina dan kembali menampar pipi Lina hingga mengeluarkan darah di sudut bibir nya.


" Rupa nya kau sedang berhubungan dengan Devis, hahh!, aku sudah curiga dari dulu, katakan sudah berapa lama kau berhubungan dengan nya?, JAWAB?"


"A- aku...aku."


" Tidak ku sangka, kau telah menggoda sepupuku?, katakan?" berapa yang sudah Devis bayar, untuk menyentuh tubuh mu?, hahh?"


Lina menangis, sedikit ada rasa penyesalan pada diri nya. Tapi itu terjadi Adrie selalu saja menemui wanita itu. Lina masih tetap diam.


" Jangan nangis, aku tidak suka dengan air mata kamu, sok polos itu....aku sudah mengetahui semua nya, Lina!, apa yang sudah kamu lakukan dengan Devis selama ini."


Lina memberanikan diri menatap wajah Adrie, sambil terisak.


" Ceraikan, aku!' dengan bibir bergetar


Seketika dada Adrie terhenyak mendengar ucapan yang keluar dari mulut istri nya. Adrie tidak menyangka. Walau betapa kecewa nya Adrie pada Lina, Adrie tidak menduga istri yang di cintai nya ini, meminta untuk bercerai. Adrie tertawa tapi juga sedih, ada secuil di hati nya untuk tidak terima Lina minta bercerai pada nya.


" Itu tidak akan terjadi, istri laknat!'


" Ikut aku, sekarang!'


Adrie menarik tangan Lina kasar. dan membawa Lina pada rumah yang ditempati Abrey dan Michel. Abrey yang melihat Adrie menarik tangan Lina menatap bingung pada kedua nya.


" Bang lepasin!'


Seperti kesetanan, Adrie tetap menyeret Lina sampai depan pintu gudang di belakang rumah. Adrie membuka pintu gudang dan mendorong Lina sampai tersungkur.


" Akhh, Lina kembali meringis.


Adrie menutup pintu gudang itu.


" Ba- Bang, jangan di tutup pintu nya!" Lina segera bangkit dan berusaha mencegah Adrie yang ingin menutup pintu gudang itu.


" Bang.." jangan!, Bang aku mohon!, jangan lakukan itu!'


" DIAM!!"


Adrie sudah menutup pintu itu dan meminta kunci pintu gudang pada Abrey.


Lina sempat memohon pada Abrey, untuk menghentikan tindakan Adrie pada nya.


" Kak Abrey, tolong aku!"


Abrey tampak bingung, karena ia pun sedang asik menonton tv, tiba tiba Adrie masuk menyeret Lina tanpa ampun.


" Drie, apa yang sudah elu lakuin?, pada Lina?" ucap Abrey sarkas.


" Bukan urusan Kakak, berikan kunci gudang ini, cepat!" ucap Adrie pada Abrey.


Abrey hanya menuruti permintaan adik nya itu.


" I-ini."


Adrie tidak peduli, melihat air mata Lina yang sudah berderai. Adrie menutup pintu gudang itu dan menguncinya.


" Rasakan kau, Pela**r."


Abrey menutup mulut nya yang menganga, ketika mendengar adik nya bicara kasar pada Lina.


Adrie mengantongi kunci gudang itu dan meninggalkan Abrey yang terdiam.


Lina mengedor gedorkan pintu itu, sambil menangis.

__ADS_1


" Abang buka pintu nya. aku mohon!, Kak Abrey tolong buka pintu nya, Kak!"


Abrey tidak berani membuka kan pintu itu. Takut akan ada ancaman dari Adrie pada nya.. Abrey hanya memandangi pintu itu, yang masih saja Lina mengedornya dan memohon untuk di buka kan.


__ADS_2