CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Abrey Terbuai


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, penjaga gudang menerima bayaran dari Adrie selama satu Minggu. Arti nya Lina sudah terkurung selama tujuh hari. Tindakan Adrie pada Lina benar benar kejam, agar istri nya jera dengan hukuman yang Adrie berikan.


" Ini bayaran untuk anda, selama tujuh hari."


" Trimakasih, boss."


" Saya permisi dulu!"


" Baik boss."


Setelah Adrie pergi, penjaga pintu gudang itu menghitung jumlah uang di dalam amplop yang baru Adrie berikan.


" Wuiihh..lumayan, bayaran nya!. Si boss memang orang berduit, gampang sekali yaa cari duit cuma duduk doang dapat duit, sering sering saja lah!, boss."


Penjaga pintu gudang itu bicara pada diri nya sendiri lalu tangan nya memasukan amplop berisi uang itu ke dalam jaket nya.


" Ngopi dulu, ahh!, mumpung masih panas. Sudah ada kopi plus pisang goreng, ahhh..mantap!"


Tidak lama kemudian, penjaga pintu gudang itu merasa bosan, kopi sudah di minum nya sisa setengah gelas.


" Lama lama bosan juga, hoaammm."


Penjaga pintu gudang mengulatkan tubuh nya dan mulai ngantuk.


" Mending gue tidur dulu, lagian aman, lahh!, istri si boss gak bakalan bisa kabur."


Penjaga pintu itu mengatur bantal untuk kepala nya, dia mulai memejamkan mata nya hanya beberapa detik penjaga pintu itu sudah mendengkur.


Abrey berada dikamar nya, sedang menerima telepon dari teman nya.


" Jam berapa?, nihh!, nanti gue kesana!"


" Oke, baik lah!"


Setelah menutup telepon, Abrey keluar dari kamar nya untuk segera mandi dan bersiap siap untuk bertemu dengan teman teman nongkrong nya. Tapi lagi lagi Abrey membutuhkan uang, dia memikirkan supaya dapat uang dari Lina yang sedang dikurung di dalam gudang.


" Gue mau jalan, tapi duit gue kurang, nihh!, gimana yaa?, kan gengsi kalau nongkrong mau makan, minum di cafe gak megang duit. Ah..apa gue minta sama Lina saja?"


Abrey ingin menemui Lina, untuk meminta uang. Tapi nampak nya itu tidak mungkin, karena pintu gudang sedang di jaga ketat oleh orang suruhan Adrie.


Tapi setelah di amati oleh Abrey, rupanya penjaga pintu gudang sedang tertidur pulas.


" Dasar!, bukan nya jaga!, malah tidur nih orang, mana ngorok lagi." Umpat Abrey kesal tapi sejurus kemudian Abrey berfikir ini adalah kesempatan untuk bicara pada Lina.


" Tapi..justru ini kesempatan gue bicara sama Lina."


Abrey mendekati penjaga pintu itu, untuk melihat wajah penjaga pintu gudang dan memastikan, apa penjaga pintu itu benar benar sedang tidur?.


" Dia benar benar tidur sangat pulas."


Abrey mulai melangkah pelan pelan untuk menuju pintu gudang itu. Sampai di depan pintu gudang Abrey mengetuk pintu itu dan memanggil Lina.


TOK TOK TOK


" Lin..Lina." Abrey memanggil dengan suara pelan.

__ADS_1


TOK TOK


" Lina..Lina."


Lina yang tertidur di dalam gudang terbangun karena mendengar suara ketukan pintu dan seperti ada yang memanggil nama nya di balik pintu gudang itu.


TOK TOK


" Lin..ini gue, Abrey."


Lina langsung berdiri dan mendekati pintu itu.


" Itu suara, Kak Abrey?" Lina bergumam.


Rasa kantuk itu hilang seketika, Lina penasaran apa yang akan Abrey lakukan? secara Abrey memanggil nya, pelan.


" Lina.."


" Kak Abrey?" Lina bicara berbisik.


Lina bingung?, kenapa Abrey bisa memanggil nya?. Padahal pintu gudang sedang di jaga. Lina langsung membaca situasi di luar gudang dalam pikiran nya.


" Apa tidak ada penjaga, di luar?"


Buru buru Lina menjawab panggilan Abrey dari dalam.


" Kak Abrey, Kak tolong buka pintu nya!"


" Euh..euh aduh!, gimana, ya?


Abrey dan Lina bicara dengan posisi membungkuk mulut kedua nya di dekat kan tepat di lubang kunci pintu, agar terdengar dengan jelas.


" Euh..gue bukan nya mau bukain pintu, Lina!"


Lina berfikir, apa tujuan Abrey bicara pada nya?.


" Lalu..maksud Kak Abrey, apa?"


" Euh..Lina, Gue minta duit, dong!"


" Apa Kak, duit?


Lina langsung memutarkan matanya, seraya tangan nya menepuk dahi nya dan menggelengkan kepala.


" Benar benar ya!, Kak Abrey ini?, situasi aku lagi di kurung, bisa bisa nya Abrey minta uang?, apa Abrey sedang tidak waras?" umpat Lina kesal.


Namun seketika otak Lina bekerja, dia sedang berfikir. Ini cara satu satunya kesempatan Lina agar bisa lolos dari kurungan dalam gudang.


" Kak Abrey, butuh uang?"


" Iya Lina, gue mau jalan sama temen temen gue!"


" Baik, tapi Kakak harus buka pintu gudang ini!, kalau tidak, bagaimana Lina mau ambil uang?, untuk di berikan pada Kakak?"


" Iya' ya?"

__ADS_1


" Berapa yang Kakak, butuhkan?"


" Euh..tiga juta, deh!"


Lina tersenyum, Lina harus membuat Abrey terbuai. Dengan iming iming memberi uang dengan jumlah yang besar, yang akan Lina berikan pada Abrey.


" Gampang, Kak!, asalkan Kakak harus buka pintu gudang ini, dulu!. Nanti Lina berikan buat Kakak, lima juta."


" Lima juta, Lin?" Mata Abrey membulat.


" Iya, Kak!"


Abrey langsung terbuai, mendengar jumlah uang yang akan Lina berikan pada Abrey


" Tapi..pintu ini terkunci?"


" Begini, Kak!, sekarang Lina tanya?, penjaga itu sedang apa?"


" Sedang tertidur."


Lina sudah menduga pasti penjaga itu sedang tidur.


" Sekarang Kakak, ambil kunci itu!, pasti kunci itu di simpan oleh penjaga, Kak."


" Terus?" wajah Abrey nampak serius mendengar perintah dari Lina.


" Mumpung penjaga itu sedang tidur, Kakak periksa!, pasti ada di dalam kantong nya."


Abrey mengangguk anggukan kepala. Mengerti apa yang Lina perintahkan.


" Ya sudah."


Abrey kembali mengamati penjaga pintu itu yang masih tertidur pulas. Langkah nya ia pelankan sedikit menjinjit. Sampai jarak Abrey sudah dekat beberapa senti dengan penjaga pintu itu, Abrey memperhatikan penjaga itu yang tidur nya mendengkur dengan mulut yang menganga lebar.


Abrey membungkuk kan badan, tangan nya meraba mulai dari luar kantong celana sebelah kiri.Tapi nihil, tidak ada isi dikantong sebelah kiri. Tangan nya kembali meraba kantong di sebelah kanan. Dan telapak tangan merasakan ada benda kecil di dalam kantong itu. Abrey sedikit menekan dengan jari nya seperti mendeteksi bentuk benda itu yang sedikit timbul berbentuk kunci dari dalam kantong.


" Ini seperti kunci gudang?"


Abrey memang penuh perjuangan,untuk mengambil kunci gudang itu. Ia memasukan tangan nya pelan pelan merogoh ke dalam kantong penjaga pintu, dada nya deg degan. Belum lagi Abrey harus menahan nafas, karena penjaga itu mengeluarkan nafas yang tidak sedap dari mulut nya yang menganga. Juga aroma tubuh keringat yang membuat Abrey ingin muntah.


" Wueek.."


Hidung Abrey mendengus seperti ingin membuang kotoran yang mampet dalam hidung.


" Ini orang tidak mandi berapa hari, sih?, sudah nafas ngorok nya, bau banget lagi!" Abrey menggerutu dalam hati.


Tapi mau bagaimana lagi, Abrey harus mendapatkan kunci gudang itu. Setelah tangannya berhasil mendapatkan kunci itu, ia keluarkan dengan perlahan.


" Ahh..akhirnya, gue dapat juga kuncinya."


Abrey segera menjauh dari penjaga pintu itu, dan buru buru membukakan pintu gudang untuk Lina.


Tubikuntinyu👍😀


Jangan lupa beri Like, komen, hadiah🙏

__ADS_1


Happy reading.😍


__ADS_2