CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Hukuman yang manjur


__ADS_3

Broommm..Brrommm


Freddy mengegas ngegas motor gede salah satu koleksi nya, motor gede Harley Davidson favorit nya ditunggangi dan siap meluncur dari dalam garasi bengkel Freddy. Celana jeans, jaket kulit hitam dan sepatu boots jadi satu kesatuan identik aktifitas ekstrem Freddy. Sebelum melajukan moge nya ia memakai helm dan tidak lupa kacamata hitam Rayban semakin menambah kelakian Freddy yang gagah dan jantan. Freddy hari ini juga akan pulang untuk memenuhi panggilan Ibunya


" Tuan sudah siap?"


Freddy mengacungkan jempol nya pada anak buah nya. Anak buah Freddy bergegas membuka pintu rolling itu. Freddy memang lebih suka mengendarai roda dua. Perjalanan menuju rumah nya memasuki daerah hutan Pinus dan pegunungan sambil melintas sekaligus akan menikmati pemandangan dan udara yang segar, Mansion Freddy memang jauh dari kawasan perkotaan.


Tiba di mansion nya, seorang penjaga rumah nya membuka kan pintu garasi yang di dalam nya ada 2 motor gede yang berjejer. Freddy sudah memarkir rapih moge nya sejajar dengan motor motor Harley itu.


" Tuan Freddy!" ucap kepala pelayan rumah yang sudah berusia 60 tahun itu.


" Apa kabar Bu Hilda." Freddy memberi pelukan pada kepala pelayan itu.


" Baik Tuan muda, Papa mu sangat rindu pada Tuan Akhirnya Tuan pulang."


" Mommy di mana, dan sedang apa?"


" Nyonya sedang berada di kamar,Tuan. Tuan besar sedang di periksa kesehatannya oleh dr. Ilyas."


" Trimaksih Bu Hilda. Freddy lihat Papa dan Mommy dulu!"


" Baik Tuan."


Freddy menuju ke kamar di mana orang tua nya berada. Ia menapaki anak tangga itu. Lift di rumah nya jarang di gunakan mengingat orang tua nya lebih memilih naik turun tangga agar lebih sehat. Tapi sekarang keadaan nya sudah berubah orang tua Freddy lebih sering menggunakan lift karena Papa nya duduk dengan kursi roda. Terlihat oleh Freddy kursi roda Papanya berada di pintu kamar.


Freddy menautkan kedua alisnya melihat kursi roda itu, dirinya membathin Apa kini Papa nya sudah kesulitan berjalan? karena mengingat Papa Freddy sudah mulai sakit sakitan.


Terakhir Freddy meninggalkan rumah ini sudah dua tahun lamanya.


TOK TOK


Nyonya floren membuka pintu kamar, ia tersenyum hangat menyambut kedatangan putra nya itu. Mendengar suara ketukan Tuan Leander menanyakan siapa yang datang pada istrinya.


" Floren siapa yang datang?"

__ADS_1


" Putra kita, Freddy."


" Freddy?"


Nyonya Floren mengangguk, Tuan Leander yang terbaring ingin duduk tubuh nya bersandar pada headboard ranjang.


Freddy melangkah masuk dan menghampiri Papanya.


" Tuan Leander saya permisi." ucap dokter Ilyas selesai memeriksa Tuan Leander.


" Trimakasih dr. Ilyas." ucap Tuan Leander.


" Jangan lupa obat nya di minum teratur."


Dokter pribadi keluarga Leander pun bergegas keluar. Ia sebelum nya bertegur sapa pada Freddy.


" Apa kabar dr. Ilyas?"


" Kabar baik Fredd."


" Yaa, Papa mu biarkan istirahat dulu, dan jangan terlalu banyak pikiran saja. Saya sudah memberi suntikan. Beberapa hari mungkin sekitar 3 hari Papa mu boleh beraktifitas."


" Baik, trimakasih Dokter."


" Sama sama."


Tuan Leander terlihat senang dengan kedatangan putra nya itu, hanya saja ia melihat putra nya itu semakin hitam dan kusam, entah apa yang dikerjakan putranya itu selama ia meninggalkan rumah.


" Apa kabar, Pah?"


" Kau masih ugal ugalan di jalan?, lihat pakaian mu seperti preman saja."


Freddy mengulas senyum, ia duduk di sisi ranjang, berhadapan dengan Papa nya


" Tidak Pah, aku pulang mengendarai motor, tapi tidak ugal ugalan, aku sudah berubah Pah."

__ADS_1


" Lalu bagaimana biaya kehidupan kamu, karena kamu meninggalkan rumah ini tanpa uang sesen pun."


" Aku bekerja serabutan, uang yang Papa kirimkan aku buat modal usaha."


" Usaha apa?"


" Membuka bengkel dan Laundry juga..eumm."


" Juga apa?"


" Memuat pesanan Meja dan Kursi."


Tuan Leander hanya mengangguk, sepertinya hukuman yang diberikan pada putra nya itu sangat manjur. Freddy memang dulu hanya bisa nya menghabiskan uang dan mabuk mabukan pantas saja Tuan Leander meragukan putranya untuk mengelola perusahaan.


" Dan kau bekerja sebagai supir juga."


" I- iya pah."


" Lalu bagaimana usaha bengkel mu?'


" Lancar, aku butuh modal makanya aku bekerja sebagai supir."


Tuan Leander pun terkekeh, ada rasa bangga pada putra nya, walau bagaimana pun putra nya memegang ucapan nya, untuk tidak mengandalkan uang perusahaan. Putranya itu benar benar sudah berubah. Bukan lagi anak yang manja. Keras nya hidup yang Freddy jalani di luar sana, mengubah diri nya menjadi pria yang bertanggung jawab.


" Kau mau bekerja di perusahaan?"


" Kalau Papa masih meragukan?"


" Perusahaan Papa serahkan pada mu, jadi lah CEO."


" Hah?, apa Papa yakin?, lalu bagaimana dengan Freddo?"


" Kakak mu memimpin perusahaan cabang."


" Baiklah Pah."

__ADS_1


__ADS_2