
Hingga destinasi yang sudah dituju oleh Lina dan Via yaitu mengunjungi tanaman bunga tulip sudah sampai. Mereka semua turun dari mobil, Via nampak terkagum kagum dengan hamparan luas bunga bunga tulip yang berwarna warni itu.
" Whuu..bagus banget say." kagum Via.
" Gue juga baru kesini Via."
" Ahh..elu, tempat segini indah nya malah belum pernah kesini, boleh di petik gak ya? hihihi." cengir Via.
" Tau deh..kalau bunga Teleng boleh elu petik?" Lina terkekeh.
" Dasar lu!, Lina gue mau foto..foto in gue dong!"
" Sini mana hp elu?"
Via dan Lina serta anak anak nya mengambil foto bersama di sana, Via ingin mengambil gambar hamparan bunga bunga tulip itu dan akan diposting di Instagram atau fecebook juga di jadikan foto profil WA.
" Keren cuy!, foto foto nya." Via melihat hasil foto foto itu di ponsel.
" Ya sudah..mau kemana lagi?, gue anterin!"
" Gue mau lihat kincir baling baling, Lina."
" Oke..siap Boss."
" Jarang jarang kan, elu supirin gue..hehehe."
__ADS_1
" Oke..kalau gue pulang ke Jakarta elu gantian antar jemput gue."
" Siap Makk!"
Lina mengajak Via mengelilingi pemandangan kota Amsterdam,.Via selalu mengambil kesempatan untuk foto di mana dia kunjungi. Tidak lupa Lina mengajak Via makan di restoran khas Belanda. Sesudah itu mereka kembali kerumah, Via ingin beristirahat.
Sudah hampir satu Minggu Lina mengajak Via jalan setiap hari nya, Via menyempatkan untuk membeli oleh oleh dan tak lupa membeli bermacam macam coklat dan permen untuk di bagikan pada teman teman kantor nya.
Devis suami Lina sudah kembali, tentu Via tidak ingin menginap di kediaman Lina, sebab Via akan terasa sungkan. Via memilih menginap di hotel saja. Sebagai sahabat yang baik Lina yang membiayai segala kebutuhan Via.
" Sayang mana teman mu?" ucap Devis.
" Dia memilih menginap di hotel saja."
Devis memang sedang sibuk sibuk nya, baru tiba dari perjalanan bisnis nya ia harus bekerja kembali, Devis kini sedang berada di ruang kerja nya. Lina mengantar kan kopi untuk Devis.
" Iya terimakasih sayang."
" Kau tidak lelah?, baru saja tiba sudah kembali bekerja."
" Aku hanya sebentar saja."
Lina ingin melihat lihat cara kerja Devis, Devis pun memangku Lina sambil menatap layar laptop nya. Lina tidak mengerti bacaan di layar laptop itu. karena memakai bahasa Belanda.
" Aku tidak mengerti yang kau lihat ini apa sih?"
__ADS_1
Devis terkekeh.
" Ini adalah laporan perusahaan."
" Owh..." Lina mengangguk.
Setelah nya Devis menutup layar laptop nya dan mulai menatap Lina yang di pangku nya.
" Kau ingin mandi atau mau makan dulu?, aku sudah siapkan."
" Aku ingin memeluk mu." wajah nya dia tempelkan kedada Lina.
Devis sendiri masih memakai kemeja yang di gulung sampai sikut. Lina menciumi harum tubuh Devis bercampur keringat itu. Tangan Lina membelai rambut Devis lalu kedua telapak nya menangkup wajah Devis dan menatap kedua mata manik Devis, Lina melepaskan kacamata bening Devis kemudian menciumi wajah Devis. Devis hanya memejamkan mata membiarkan Lina mengecupi kening hidung kedua pipi Devis.
" Aku ingin mencukur kumis dan jenggot mu, lihat!, sudah mulai tumbuh." Kedua bola mata Lina menyusuri bibir dan rahang Devis.
" Baiklah!, aku ingin berendam juga."
" Kau seperti Putra duyung senang berendam." ucap Lina lembut.
Devis pun tertawa.
" Kita berendam berdua yaa!" ajak Devis.
" Owhh..kalau aku berendam juga nanti malah olah raga air, Dev sayang!" rengek Lina.
__ADS_1
Devis semakin ketawa.