
Pagi hari nya Lina sudah bangun dan mulai berkutat didapur mata nya tidak sengaja melihat kantong dan dus dus makanan itu. Lina kemudian mendekati makanan resto itu dari kantong dan dus dus itu Lina langsung hapal bahwa makanan itu berasal dari restoran Devis. Lina seketika hati nya gelisah dan berfikir kenapa makanan restoran Devis ada di meja.
" Makanan ini bukan kah dari restoran Devis?, Devis dan Adrie bertemukah? .Dalam pikiran Lina.
Tiba tiba Buk Jum mendekati majikan yang sedang berdiri di sisi meja.
" Pagi Nyonya, maaf makanan biar saya panaskan dulu."
Lina sedikit kaget.
" Ahh eh..Iya Buk Jum...Buk Jum apa makanan ini suami ku yang bawa?"
" Iya Nyonya, Tuan yang bawa semalam."
" Oh...ya sudah saya mau buka toko dulu."
" Baik Nyonya."
Adrie sudah bangun dan mandi untuk bersiap siap ke kantor. Ia melihat pakaian nya sudah di siap kan oleh Lina, selesai Adrie berpakaian Lina masuk kamar dan membantu suami nya memasangkan dasi.
" Bang kau sudah berpakaian rupanya, sini aku bantu pasang dasi."
Adrie tersenyum ia masih sedikit lega istrinya masih memperhatikannya.
" Maaf Bang aku tidak menunggu mu semalam, sampai sampai aku tidak tahu kalau Abang sudah pulang." Lina bicara sambil tangan nya memasang dasi.
" Tidak apa sayang."
Tiba tiba Adrie menarik kedua tangan Lina untuk dipeluk, kedua mata Adrie menatap mata Lina dalam dalam dalam.
" Kenapa Bang, ada yang ingi kau bicarakan?"
" Tidak Abang hanya ingin memandang mu saja."
Membuat Lina salah tingkah tangannya mengusap usap bahu Adrie, mulut nya tiba tiba langsung mengecup bibir Adrie. Adrie pun membalas ciuman bibir Lina hingga kedua kehabisan nafas.
" Kita sarapan!"
" Iya Bang."
Mereka keluar kamar dan menuju meja makan. Makanan resto itu sudah dihidangkan di meja, Melihat makanan resto itu, Adrie ingin sedikit memancing istri nya, lain dengan Lina yang pura pura tidak tahu kalau makanan resto itu asal dari restoran Devis lebih baik Lina diam saja.
" Sayang."
" Iya?"
" Bukan kah makanan ini adalah makanan resto yang sama yang kau bawa 3 hari lalu."
" Euhh..i i ya mungkin, memang nya kenapa?"
" Kau tahu makanan resto ini rupanya sangat enak tempat nya juga sangat bagus dan bersih."
" Iya kah?"
__ADS_1
" Kau kan baru 3 hari yang lalu ke restoran itu bukan?"
" I i ya Bang." Lina semakin gugup.
Adrie memperhatikan istri nya nampak sangat gugup.
" Kau terlihat gugup sayang..kenapa?"
" Tidak apa apa, Bang."
" Kau tahu pemilik resto makanan ini?"
" Tentu saja aku tidak tahu, memang nya siapa?"
" Devis sepupuku."
" Oh iya kah?,
" Iya sayang dan kemarin Abang sempat menanyakan pada pelayan resto, kalau Devis 3 hari yang lalu datang ke restoran nya berdua saja dengan seorang wanita, rupanya sepupuku itu sedang dekat dengan seorang wanita tapi entah lah siapa wanita itu aku tidak tahu?, karena setahu Abang, Devis tidak sembarangan membawa wanita ketempat usaha nya. Kalau pun ia sudah membawa wanita itu berkencan dan di bawa ke restoran nya berarti wanita itu sangat special."
Lina mendengar nya sedikit senang dengan kata special, tapi juga pikirannya menangkap arah pembicaraan suaminya seperti sedang memancing dirinya.
" Begini Bang, aku memang datang ke restoran itu tapi hanya teman ku saja yang masuk memesan makanan untuk di bawa pulang, karena aku hanya menunggu teman ku diluar sambil memandangi pemandangan di sana memang indah...tapi yang kau bilang resto itu milik Devis aku baru tahu sekarang."
Lina mencari alasan yang tepat untuk berbohong.
" Ohh begitu, mungkin kapan kapan kita akan berkunjung ke restoran Devis, bagaimana?
" Boleh aku mau, Bang."
" Iya Bang."
Lina berdiri dan mengantar suaminya sampai mobil. Tapi sebelum masuk mobil langkah Adrie berhenti.
" Sayang."
" Iya Bang?"
" Abang hanya ingin bilang, jadilah istri yang baik selama suami mu masih disamping mu. dan membutuhkan mu."
Lina memandang suami nya mencoba menafsirkan perkataan suami nya.
" Iya Bang pasti." Lina mengangguk mengerti.
" Berikan pipi mu?"
Lina mendekat kan wajah nya lalu Adrie mencium kedua pipi Lina.
Mobil Adrie sudah menjauh, Lina sedikit lega tapi dia juga merasa Adrie sedang mencurigai nya.
Hari pun berlalu, hari kemenangan akan tiba, Lina dan Adrie sudah memberikan THR pada 2 orang pengasuh anak anak mereka dan Asisten rumah tangga Buk Jum juga pegawai toko Surya dan Lesti serta pegawai toko cabang 3 orang.
" Buk Jum, hati hati yaa dijalan selamat merayakan lebaran bersama keluarga di kampung."
__ADS_1
" Iya Nyonya, saya juga pasti gak lama di kampung selesai idul Fitri Buk Jum sudah kembali di rumah ini."
" Iya Buk Jum, kami tunggu yaa jaga kesehatan selama di kampung,"
" Iya Nyonya trimakasih Nyonya juga jangan sampai capek jaga kesehatan!'
" Buk Inah kan masih membantu kami, karena memang Buk Inah dekat dengan rumah." Sambung Adrie.
" Iya Tuan saya juga tidak betah berlama lama liburan, lha saya cuma di rumah bertiga saja kok!, kalau bosan saya datang main main sama Aldeen."
Lina dan Adrie pun tersenyum mereka memang sudah cocok dengan Buk Inah.
" Surya Lesti kalian hati hati ya di jalan, Bapak mau tanya pada kalian apa kalian kembali untuk bekerja di toko kami?"
" Tentu saja Tuan, saya sih pasti balik lagian jadi pegawai Tuan dan Nyonya saya sudah gak mau kemana mana lagi, tapi saya tidak tahu dengan burung celepuk." Surya melirik pada Lesti.
Adrie dan Lina menahan tawa dengar banyolan Surya.
" Owhhh kalau sayaaahhh pasti balik Kok,Tuan!, saya gak akan lama di kampung Tuan..mmh ahhhh lagiaann saya pasti akan merindukan Tuan."
Mendengar ucapan Lesti yang di buat manja membuat Surya memutarkan matanya jengah, tapi tidak dengan Lina yang hanya pasang wajah biasa Lina sudah tahu Lesti memang genit pada suaminya, kadang melihat tingkah Lesti dan Surya jadi hiburan untuk Adrie dan Lina. pasangan Tom N Jerry itu akan mereka rindukan juga di toko.
" Kalian bertiga bagaimana?" Tanya Adrie kepada 3 orang pegawai toko cabang nya.
" Kami mungkin 10 hari saja tuan."
Adrie hanya menganggu.
" Baik, tapi beri kami kabar yaa!, kalau kalian memang tidak bisa lagi bekerja di toko kami."
" Iya Tuan."
Selesai pegawai, ART dan juga pengasuh bicara. Mereka pun pamit dan cium tangan pada majikan mereka. Lain dengan Lesti yang ingin di peluk dengan Tuan nya, Adrie.
" Kenapa Les?" Tanya Lina
" Mm..saya mau di peluk sama Tuan Adrie." Ucap Lesti manja dan malu malu.
" Abang peluk lah!" Lina menepuk bahu Adrie membuat Adrie garuk kepala.
" Sini Lesti saya peluk."
Lesti tidak membuang waktu lagi di peluknya Adrie dengan kencang.
" Tuan maafin Lesti yaa, kalau Lesti ada salah."
" Iya Lesti, Bapak sudah maafin."
Lina yang masih berada di samping Adrie menahan tawa ia pun ingin menjaili suami nya.
" Abang balas peluk dong! kasihan Lesti."
Adrie memutarkan mata sudah jengah dan melirik pada istri nya yang puas mengerjainya.
__ADS_1
Lina tertawa menutup mulutnya dengan tangan.