CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Kesepian


__ADS_3

Selama dua bulan terakhir Adrie sudah jarang pulang kerumah nya, ia lebih sering menghabiskan waktu tinggal di rumah bersama Tiara. Dan hari ini, setelah pulang dari kantor Adrie menyempatkan pulang kerumah nya. Dan setelah itu Adrie segera kembali ke rumah yang Tiara tempati.Tapi karena jalur menuju rumah Adrie macet parah, ia mengurungkan niat nya untuk kembali ke rumah itu. Adrie tiba pukul 10 malam. Mobil ia parkir hanya di depan garasi, Adrie sudah lelah harus buku tutup pintu garasi yang biasa di lakukan oleh Buk Jum kalau tidak sempat di lakukan oleh istri nya, Lina.


Sebelum turun dari mobil, tiba tiba Adrie membayangi hal hal yang biasa di lakukan oleh istri nya setiap hari, yaitu menyambut nya di ambang pintu, mengambil tas kantor dari tangan nya dan saling membalas cium pipi istri nya. Sudah lama ia tidak merasakan kebiasaan itu. Adrie kemudian turun dan mengambil kunci rumah yang biasa Buk Jum simpan di balik alas kaki depan pintu.


Adrie buka pintu, lagi lagi ia membayangj kebiasaan istri nya itu membawakan segelas air putih dan duduk disamping diri nya di sofa. Belum lagi Lina menawarkan makan malam untuk nya.


Sebelum masuk kamar mata nya mengedar sekeliling ruangan dalam rumah. Adrie kembali membayangi dengan suara riuh nya suara anak anak, yang sudah lama tak terdengar. Kaki nya melangkah menuju pintu kamar Sakya, tangan nya memutar knop pintu itu dan membukanya mata nya mengelilingi ruangan kamar Sakya. Ada sebuah gitar yang selalu ia mainkan. Teringat Sakya yang meminta untuk di ajarkan bila anak tampan itu, belum mendapatkan kunci nada yang pas pada lagu.


" Pap, ajarin kunci nada lagu ini, dong?"


Adrie meraih gitar yang di letak kan di atas tempat tidur itu, ia duduk di sisi tempat tidur jari Adrie mulai memainkan nada lagu. Adrie teringat lagu yang Adrie ajarkan pada Sakya pertama kali nya. " Kisah sedih di hari Minggu".


Kemudian pindah ke pintu kamar Aileen di buka pintu itu, di lihat nya ada dua tempat tidur Aileen dan Aldeen, yang biasa nya kedua anak itu selalu memanggil Adrie. Terbayang Aldeen dan Aileen berucap.


" Papa sudah pulang?'

__ADS_1


" Papa gendong, aku."


Terbayang Aldeen dan Aileen selalu berebut minta di gendong oleh nya.


Adrie tersadar di rumah ini, ia hanya seorang diri di rumah yang luas ini. Rasa kesepian mulai menggelayuti pada diri Adrie. Adrie melangkah ke dapur, ia membayangi istri dan buk Jum berdua biasa berkutat di dapur. Ya, Adrie sudah sangat lama tidak memeluk Lina dari belakang tubuh istri nya terbayang saat istri nya sedang memasak. Adrie biasa menciumi nya, terbayang kata kata.


" Abang geli, ahh!, Abang kalau terus memeluk ku seperti ini, aku tidak akan selesai memasak sayur ini."


Ingatan itu tanpa sadar membuat Adrie menarik kedua sudut bibir nya membentuk senyuman.


Adrie menarik pintu kulkas, terlihat kosong pada rak rak lemari es, hanya ada tiga butir telur saja. Biasa istrinya selalu menaruh banyak makanan siap saji, buah buahan, makanan makanan kebutuhan anak anak nya. Selalu penuh isi lemari es itu.


Malam semakin larut, sunyi sepi hening malam makin terasa. Hanya suara detik jarum jam yang terdengar. Di ranjang kamar tidur, mata Adrie masih belum enggan terpejam. Adrie masih saja membayangi seisi rumah ini, kehangatan, keharmonisan dalam rumah ini. Adrie membayangi semua hal yang biasa di lakukan istri anak anaknya juga ke akraban canda tawa bersama art dan pengasuh anak berinteraksi dengan keluarga nya. Kini lama tak di rasakan, tanpa sadar Adrie menitikkan air mata, ya! Adrie menangisi kebodohannya. Rumah tangga yang telah lama dia bina harus nya dia jaga dengan baik.


Adrie teringat akan nasihat Om Harry.

__ADS_1


" Jangan terlalu berlebihan pada seseorang!, kalau kau tidak mau mendapatkan sakit yang lebih sakit, dari apa yang pernah kamu lakukan."


Adrie sadari mungkin ini jawaban dari semua apa yang Adrie lakukan selama ini pada Lina.


Adrie menoleh ke samping, Adrie merindukan harum tubuh dan rambut istri nya. Adrie terbayang saat tangan Lina selalu melingkar di pinggang nya saat ia dan istrinya belum memejamkan mata Lina ingin meminta pendapat dan berdiskusi dengan nya. Adrie merindukan dekapan istri nya.


Adrie sedang mengingat ingat, kapan terakhir ia dan istri nya terakhir bercinta dengan penuh gairah dan saling mendamba. Yang Adrie rasakan beberapa bulan ini, Lina sudah malas bila di ajak bercinta dengan nya. Apa Lina, memang sudah enggan? dengan sentuhan belaian kecupan dari nya, Apa Lina sudah merasa? pada diri nya, cinta dan perhatian Adrie yang mulai berkurang untuk istri nya?, atas perubahan sikap diri nya sendiri terhadap Lina. Lagi lagi Adrie di rundung rasa bersalah.


Adrie kemudian duduk, Adrie sadari semua hal yang telah terjadi. Kesalahan nya sudah sangat besar pada Lina, Adrie ingin kembali normal seperti dulu lagi, rumah ini harus di isi kembali oleh orang yang paling penting dalam hidup nya. Istri dan anak anak nya.


Rumah ini harus di ciptakan kembali kehangatan dan keharmonisan. Adrie tidak sanggup lagi di landa kesepian, senyum tawa dan canda wajah anak anak nya harus ada di rumah ini lagi. Mumpung masih ada kesempatan dalam hidup Adrie. Selagi masih ada nafas, Adrie akan mengembalikan semua itu. Demi keluarga ku, demi masa depan anak anak ku, demi istri yang Adrie sayangi.


Adrie bergumam.


" Sakya Aldeen Aileen, papa akan membawa kalian di rumah ini lagi, istri ku kau akan kembali dalam dekapan ku."

__ADS_1


Adrie berdiri, Adrie akan mencari mereka besok. Adrie ingat Lina pernah membeli rumah tanpa sepengatahuan nya. Tapi yang Adrie tahu Lina sudah menjual nya kembali. Adrie memang tidak pernah ingin tahu uang yang di simpan istri nya. Hasil jual rumah Lina, Adrie tidak pernah mempertanyakan?


Adrie ingat ingat alamat rumah Lina itu, memang Adrie tidak pernah melihat bentuk wujud bangunan rumah itu. Adrie kemudian membuka lemari mencari berkas berkas yang mungkin masih tersimpan. Benar saja Adrie menemukan copy sertifikat rumah itu. Adrie mengecek dan melihat alamat yang tertera pada copy sertifikat itu. Mungkin rumah itu Lina belum menjual nya, Adrie akan mendatangi rumah itu besok pagi.


__ADS_2