
Lina telah selesai berdandan semenjak, ia suka mengunjungi salon kecantikan ia sudah bisa merias wajah nya sendiri, riasan yang natural.
Adrie nampak kagum pada riasan wajah istri nya yang tipis semakin pertegas kecantikan nya dan sangat manis. Biasa nya Lina hanya memakai bedak dan lipgloss saja.
" Abang lihat riasan wajah mu, beda?"
" Euh?, apa terlalu berlebihan?, menor ya, Bang?"
Lina kembali merogoh cermin kecil di dalam tas nya dan memeriksa kembali riasan di wajah nya.
" Tidak, Abang malah kagum kau semakin cantik dan manis. Abang sangat suka dengan dandanan mu itu, sayang."
" Terimakasih Bang."
" Oke, kita jalan!"
Di sebuah gedung pertemuan, tempat acara reuni akbar itu di selenggarakan sudah banyak berdatangan para alumni SMA sekolah ternama Adrie. Suasana dalam gedung para alumni sudah bertemu saling berpelukan dan tertawa. Ada yang membawa keluarga mereka masing masing dan juga pasangan.Selama 25 tahun berpisah kini di pertemukan kembali. Obrolan obrolan mereka seputar kenangan mereka di SMA.
Tiara sudah lebih dulu sampai, dia bertemu dengan teman teman sekelas nya yang dulu waktu di sekolah sering bikin ulah. Teman teman yang membentuk Genk Koplak terkenal di sekolah itu sering membully Tiara dan sering berkelahi antar sekolah.Tak ayal orang tua mereka selalu di panggil oleh Kepala sekolah untuk menghadap, membuat para guru mereka pusing di buat nya. Kenakalan kenakalan mereka masih di usia remaja seiring waktu dengan bertambah nya umur, mereka sudah berubah karena semakin dewasa.
" Tiara!"
Tiara yang masih berdiri dipintu masuk gedung sambil mata nya mengedar mencari teman sekelasnya. Menoleh karena merasa nama nya di panggil.
" Cindy?, ya ampun kau rupanya. Aku hampir tidak mengenali mu."
" Iya, kau hampir tidak mengenali ku, karena bobot ku yang mengendut ini, kan?"
Tiara dan Cindy tertawa lepas, sambil berpelukan.
" Dan kau, masih tetap saja langsing tidak berubah."
" Ya, karena aku benar benar menjaga tubuh ku agar tetap langsing. Karena profesi ku selalu bertemu dengan klien yang berbeda, jadi..aku harus tampil menarik."
" Iya, beda dengan ku semenjak menikah dengan Riyan dan punya anak tubuh langsing ku berubah...Hahhaha."
__ADS_1
" Tapi kau tetap saja cantik, walaupun tubuh mu gempal, Cin."
" Trimakasih, Ra."
" O' iya, mana yang lain?, Suami mu kan ketua Genk koplak apa mereka datang?"
Baru saja mereka di tanya oleh Tiara, Tidak lama mereka muncul menghampiri Tiara dan Cindy.
" Itu mereka!" tunjuk Cindy.
Riyan, Niko, Vio, dan Sara nampak sudah berubah. Sampai Tiara menjadi pangling terhadap mereka. Pantas saja Tiara tidak mengenali Vio dan Sara lagi, karena kedua nya sudah berhijab. Sedangkan Riyan tubuh nya gemuk dengan perut yang buncit. Niko masih tetap kurus namun berotot.
" Wah wah wah, kalian sudah berubah, ya?"
" Apa kabar, Tiara?"
" Baik, Riyan!, eum..apa kalian tidak membully ku, kan?, karena aku sekarang sedang bersama kalian."
" Hahahaha.."
Sontak mereka tertawa terpingkal pingkal dengan ucapan Tiara. hingga membuat ingatan mereka kembali di masa masa SMA dengan kenakalan mereka yang suka membully Tiara sampai nangis.
" Iya ya?, kenangan buruk ku karena ulah kalian, sekarang malah menjadi kisah yang lucu untuk kita ceritakan."
" Betul, Tiara." Lanjut Niko.
" Apa kabar nya dengan Adrie, Ra?, dia yang selalu membela kamu?, waktu kami bully."
" Sampai sampai karena Adrie suka membela kamu, Adrie jatuh cinta sama kamu, kan Ra?, terus kalian berdua jadi pacaran." Goda Vio.
" Eh..itu, Adrie kan?" lanjut Riyan wajah Adrie masih sangat di kenali oleh Riyan.
Tiara langsung menoleh. Karena Riyan menunjuk arah pada Adrie dengan dagu nya. Adrie baru saja tiba bersama Lina, Tiara menatap Adrie yang di dampingi oleh Lina. Lina sendiri sudah melihat Tiara, tatapan mata kedua nya seketika menjadi tatapan dingin.
Lina langsung menggandeng Adrie, Lina ingin pamerkan pada Tiara kalau ia dan Adrie adalah pasangan yang bahagia. Adrie pun demikian, mata Adrie langsung melihat dan mengenali mereka si Genk Koplak. Hingga Adrie ingin menggoda mereka, walaupun Tiara sudah datang dan lagi bersama di antara mereka.
__ADS_1
Tiara merasakan kalau Adrie biasa saja dengan nya, pandangan mata nya tidak terlihat berbinar. lain dari tatapan sebelum nya, bila melihat dirinya langsung bergairah. Adrie sudah berubah terhadap nya, apa perubahan itu karena sedang bersama istri nya?. Tiara menarik nafas dan menghembus nya pelan, dada nya terasa sesak dengan hadir nya Adrie dengan istri nya itu.
" Halo, Riyan apa kabar?, kau malah subur sekarang, padahal waktu SMA tubuh mu atletis bukan?"
" Entah lah, Drie?, karena Cindy selalu masak yang enak enak untuk ku, tak ku sangka Cindy pandai memasak. Padahal waktu di kelas dulu, hanya ber make up tidak pernah lepas cermin kecil di tangan nya. hehhehe."
" Kalian berjodoh rupanya, maaf!, waktu kalian menikah aku tidak bisa hadir."
" Tidak apa apa, Drie."
" O' iya, kenalkan!, ini istri ku, nama nya Lina."
" Halo, senang bisa bertemu dengan kalian." ucap Lina.
Genk Koplak itu, memandang ke Lina, teman teman Adrie suka melihat penampilan Lina yang cantik dan anggun.
" Hai, nama ku Cindy, dan ini Riyan suamiku, ini Vio, Niko dan Sara. Kami semua teman sekelas Adrie."
Mereka saling bersalaman pada Lina. Sedangkan Tiara masih diam mata nya tidak mau menatap Lina, ia berpura pura melihat ke arah lain.
" Dan yang di belakang suami mu itu, nama nya Tiara." lanjut Cindy.
" Oh, kalau yang itu aku sudah mengenal nya."
Lina enggan menoleh pada Tiara. Lina juga tidak pernah lepas tangannya terus menggandeng Adrie.
Acara pun di mulai hingga obrolan mereka terhenti, karena panitia reuni sudah memberikan sambutan. Panitia penyusun acara
akan memberikan yang mana di sekolah dulu akan memilih siswa yang pernah berprestasi, untuk maju ke depan. Siswa yang berprestasi itu mengucapkan terimakasih pada guru guru yang telah mengajar, hingga bisa mencapai kesuksesan. Panitia sudah menentukan 10 orang siapa siapa yang pernah berprestasi di sekolah untuk maju ke depan bersama para guru. Salah satu di antara dari 10 orang itu Tiara terpilih.
Panitia menyebut.
" Tiara Purnomo."
Sontak teman teman sekelas juga Genk koplak bertepuk tangan. Adrie sempat melirik nya saat Tiara melangkah untuk maju ke depan.
__ADS_1
Namun tiba tiba saja dalam pikiran Adrie terhubung dengan pencarian putri Om Harry.
" Apa?, Tiara Purnomo?, apa jangan jangan dia lah putri Om Harry yang sebenar nya." Dalam benak Adrie yang menduga duga.