
Setelah Devis pergi Lina menutup pintu kamar perlahan, matanya masih memandangi punggung Devis sampai tidak terlihat lagi Lina baru menutup pintu itu rapat. Ia segera mandi menyegarkan tubuh nya dan beristirahat. Dalam pikiran nya, apa sudah wajar dirinya yang baru di tinggal almarhum suaminya dengan status baru janda semester ini sudah menjalin hubungan lagi?.
Apa dirinya sudah siap untuk menikah lagi? seandainya Devis melamar dirinya. Sebenarnya diri nya masih ingin menikmati hari hari hidup nya bebas dari aturan yang akan membatasi pergaulan nya.
Selama masih bersuami memang harus patuh dan hormat pada Almarhum Adrie, melayani suami dan harus tertata hidup nya. Lina ingin sebenarnya biarlah dulu hidupnya bebas dari aturan apapun, bebas kemana yang ia mau, bebas berteman dengan siapa pun dan bebas mengatur waktu nya sendiri tanpa ada yang membatasi nya.
Lina menilai Devis adalah pria yang sangat disipilin dengan waktu nya, apalagi seorang pengusaha hidupnya sangat tertata. Lina belum siap untuk itu. Lina ingin bebas dulu bersama anak anak. Tapi Devis memang sangat menyayangi diri nya, bahkan cenderung posesif. Adrie dulu demikian mengatur waktu nya mau kemanapun harus ijin, mau ini itu harus dengan persetujuan dengan almarhum.
Lelah dengan pikiran dan tubuh nya, Lina akhirnya memejamkan mata dan tertidur sampai pagi menjelang hampir siang.
Lina mengerjapkan kedua kelopak mata nya, saat melirik kesamping putra nya yang bungsu berada di samping nya, Aldeen sudah mandi dan sudah berpakaian bersih. Anak itu sedang tersenyum pada Lina. Lina pun tersenyum pada Aldeen.
" Mama."
" Iya, Nak."
" Mama sudah bangun."
" Iya kenapa memangnya, sayang."
Lina sedikit merapihkan rambut Aldeen yang masih sedikit basah karena anak itu baru saja mandi.
" Mama jalan jalan lagi yuuk!, Kan besok kita sudah pulang ke Jakarta."
" Iya kalian sudah mulai masuk sekolah." Ucap Lina lembut.
__ADS_1
Tak lama Aileen dan Sakya menyusul mendekati Mama nya yang sudah bangun, sepertinya anak anak itu sengaja menunggu Mama mereka bangun karena mereka tidak ingin mengganggu istirahat nya.
" Aileen, Sakya kalian juga sudah mandi?"
" Sudah Mam."
" Mama mandi dulu ya!, habis itu kita belanja oleh oleh kalian mau?"
Ketiga anak itu mengangguk.
Lina sengaja menghabiskan waktu sisa liburan di Bali mengingat besok mereka akan kembali ke Jakarta. Lina ingin mengajak berbelanja di Mal atau pusat oleh oleh yang terdekat di pantai Kuta.
Buk Jum dan Buk Inah juga ikut serta Lina sengaja akan membelikan buah tangan untuk kedua orang yang sudah Lina anggap keluarga sendiri, juga oleh oleh buat para pegawai Lina, Surya dan Lesti dan pegawai toko sembako lain nya juga pegawai butik dan salon nya.
Lina tidak memusingkan berapa pengeluaran yang Lina belanjakan. Lina sangat senang memberi nya wujud rasa perhatiannya pada mereka. Lina berbelanja tas, baju, celana, sandal atau pun souvernir yang lucu dan makanan oleh oleh khas Bali tentunya.
Lina merogoh tas nya dan segera mengeluarkan ponsel nya di lihat ada 10 panggilan dari Devis, dan 5 chat dari Devis.
" Ya Tuhan aku lupa." Lina menepuk kening nya.
Lina kemudian telepon balik pada Devis, namun Devis belum mengangkatnya . Perasaan Lina menjadi tidak enak pada Devis dan sedikit gelisah, takut Devis marah pada nya dan membatalkan janji nya untuk mengajaknya berkencan.
TOK TOK TOK TOK
Mendengar suara ketukan pintu yang ketukan nya seperti buru buru ingin di buka, Lina dengan langkahnya sedikit lari menghampiri pintu itu dan segera di buka.
__ADS_1
" Sayang apa kau baik baik saja?" Devis langsung memeluk Lina masih di ambang pintu.
" Euh?" Lina menatap Devis wajah nya terlihat panik.
" Aku Baik baik saja."
" Syukurlah!, aku menghubungi mu sampai berkali kali?"
"Maaf!, aku mengabaikan panggilan telepon dari mu."
" Kau memang nya kemana?, sampai tidak menjawab telepon ku?"
" Aku baru pulang dengan Buk Jum dan Buk Inah juga anak anak dari belanja oleh oleh untuk pegawai ku, aku lupa Devis."
Devis mengambil nafas dan tangan nya sambil memijit pangkal hidung nya. Lalu tersenyum pada Lina.
" Masuk lah dulu!"
" Iya sayang."
" Apa..jadi?"
" Tentu aku tunggu!"
" Baik aku mandi, dan ganti baju dulu."
__ADS_1
Lina segara masuk kamar mandi, Devis menunggu Lina bermain dengan ketiga anak anak Lina. Devis duduk dan merangkul Aileen dan Aldeen mereka bercanda dan bercengkrama layak nya Ayah mereka dan anak anak nya yang baru bertemu karena baru pulang seharian bekerja.