CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Durian Jatuh


__ADS_3

Devis dan Lina masuk, keduanya sudah duduk bersama dengan kedua orang tua Lina, Om Tante Lina juga Omah Opah Lina.


" Maafkan Mama Papa Lina waktu Adrie meninggal Mama Papa tidak bisa ke Jakarta, Papa mu sedang sakit."


" Tidak apa Mah."


" Bagaimana dengan anak anak mu Lina, apa cucu cucu ku sehat semua?"


" Cucu cucu Mama Papa sehat sehat Mah, Sakya sudah semakin besar dan sebentar lagi masuk jenjang SMA."


" Syukurlah..kalau dorang sehat sehat samua."


" Kakaakk..."


" Adelia."


Lina langsung memeluk adik nya yang masih berseragam pegawai negeri.


" Kakak baru datang."


" Iya Dek, kenalkan ini calon suami Kakak nama nya Kak Devis."


" Adelia."


" Devis."


Adelia membisikkan di telinga Lina.


" Dia tampan Kak."


" Dia sepupu Abang Adrie."

__ADS_1


" Owhh.."


" Kau baru pulang bekerja?"


" Iya Kak."


" Adel masuk dulu ya!, mau ganti pakaian dulu."


" Oke Kakak tunggu di sini ya!"


Lina kembali duduk disamping Devis.


" So..kapan ngoni dua Nikah?"


Devis berbisik di telinga Lina.


" Omah kamu bicara apa?"


Devis mengangguk.


" Omah Opah ku, bisa Holland speaken ajak dia bicara bahasa Belanda. Dev."


" Oh ya!" Devis tersenyum.


Devis dan Opah Omah Lina mulai dengan percakapan bahasa Belanda, Omah Opah Lina dan Devis jadi semakin akrab.


Hingga siang menjelang sore, Lina dan kedua sepupunya hendak ke sungai mereka ingin menangkap ikan dan udang untuk makan malam mereka sedang kan Om Lina sedang memetik kelapa hijau, Opah dan Ayah Lina menangkap babi untuk di jadikan santapan makan malam mereka.


" Kau mau kemana?"


" Aku dan sepupuku ingin menangkap udang yang besar di sungai tidak jauh dari sini."

__ADS_1


Namun perhatian Devis beralih pada Opah Lina sedang menangkap seekor babi. Devis pun ingin menghampiri mereka. Dengan berbahasa Belanda tentunya.


Terlihat Devis dan Opah Lina berlarian menangkap babi itu untuk dijadikan makanan babi guling. Devis tertawa saat Opah Lina menangkap babi itu agak kesusahan.


Makan malam mereka sangat nikmat di halaman belakang rumah panggung itu, Tante Tante Lina sedang membakar nasi jaha yang terbungkus dari bambu. Devis mencium harum makanan makanan itu tidak sabar rasa nya untuk di santap. Devis dan Ayah Lina sedang berdiri di perapian dengan babi di atas api itu hasil tangkapan nya.


Kini di meja itu tersedia ikan cakalang bakar nasi jaha, ayam rica, udang bakar dan sayur tumis bunga pepaya juga bubur Manado dan kelapa hijau.


" Ini minumlah!"


" Apa ini sayang."


" Ini namanya saguer, minuman yang di fermentasi dari buah aren kadar alkoholnya rendah, biar hangat tubuh mu."


Devis menerima minuman itu dan meneguknya.


" Enak dan segar."


Devis dan Lina duduk berdua di beranda depan rumah panggung. Mereka berbincang bincang menikmati minuman dan udara dingin malam hari. terdengar suara jangkirik dan burung hantu.


Devis belum pernah merasakan suasana seperti ini. Namun saat berbincang bincang Lina mendengar suara durian jatuh.


" Ada durian jatuh. kau mau ikut?"


" Kemana?"


" Mencari durian Jatuh."


" Hah?"


Lina menarik tangan Devis menuju pohon durian tak lama di susul oleh sepupu Lina. Benar saja ada 5 durian besar besar jatuh tidak jauh dari pohon durian itu. Lina dan Devis membawa durian durian jatuh sampai mendapat 10 buah rupanya mereka menunggu durian yang jatuh karena angin malam hari.

__ADS_1


Devis dan Lina juga sepupu Lina pun menikmati durian durian jatuh dari pohon.


__ADS_2