CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Moodbooster Devis


__ADS_3

Devis dan Johan akan terbang ke Korea, setelah pertemuan nya dengan Mr LeJhoung, untuk membuka beberapa cabang di Korea bersama Mr. LeJhoung.


Sampai di Korea seperti biasa Devis selalu video call dengan Lina. Devis meminta semangat nya pada Lina, wanita yang dicintainya itu sudah seperti moodboosternya. Rasa nya kurang pas bila tidak video call dengan Lina di manapun Devis berada.


" Halo Dev."


Muncul wajah Lina dengan memakai kacamata baca, dengan rambut yang ingin ia cepol namun Lina mencari cari ikat rambutnya.


Devis memperhatikan Lina sedang sibuk mencari sesuatu.


" Kau sedang mencari sesuatu?"


" Iya..kemana itu karet rambut?"


Devis tertawa padahal menurut Devis biarkan saja rambut Lina di urai.


" Biarkan saja seperti itu."


" Panas Dev. gerah."


Lina sudah malas mencari ikat rambut yang Lupa ia taruh. Lina mencepol rambut dengan bulpen. Menjadi perhatian Devis, Devis hanya terkekeh ada saja yang di buat Lina, Devis jadi ingin ketawa.


" Sudah, kau sedang di mana?"


" Korea."


" Eugh?" untuk apa di sana?"

__ADS_1


" Untuk masa depan kita tentunya."


Lina tersenyum, ia menautkan kedua alisnya.


" Berapa hari?"


" Sekitar dua hari saja."


" Dev."


" Iya?"


" Boleh tidak aku meminta kau mengajak Buk Jum ikut dengan kita menetap di Amsterdam?, aku sudah cocok dengan nya aku sudah menganggap nya Ibu aku."


Devis tersenyum, Lina memang sudah tidak bisa jauh dari Buk Jum dari anak anak Lina masih kecil Buk Jum selalu ikut Lina.


" Terimakasih, Dev."


" Mulai sekarang kau harus memanggil ku, Sayang sama seperti aku."


" Iya Dev, euh..iya sayang."


" Kau harus membiasakan nya."


" Dev."


" Sayang."

__ADS_1


" Oke,..ehem..Devis sayang. kita berdua akan mengukur baju pengantin bukan?"


" Iya..tunggu aku!"


" Baiklah, aku tunggu kamu."


Lina sudah menghubungi sahabat sahabat nya, mereka siap mau membantu Lina untuk pernikahan sahabat nya itu. Dari undangan, seragam sampai gedung untuk resepsi pernikahan Lina. Lina sudah menyiapkannya hampir 50 persen.


Pernikahan Lina masih tersisa 3 Minggu lagi, Devis sendiri masih sibuk dengan pekerjaan nya. Devis dan Johan masih harus bulak balik ke Korea, setelahnya Devis akan Off selama satu Minggu untuk menuju pernikahan nya dengan Lina.


Kedua orang tua Devis akan datang ke Indonesia begitu juga dengan kedua orang tua Lina akan ke Jakarta. Johan sudah menyiapkan hotel untuk orang tua Lina dan Devis untuk menginap. Rencana nya sebelum hari H pernikahan Devis dan Lina, kedua orang tua Lina dan Devis akan menginap selama dua hari di hotel.


Devis kini sudah tiba di Jakarta, ia ingin beristirahat saja di mansion nya. Ia sudah menghubungi Lina untuk minta Lina datang ke mansion nya di bilangan Jakarta Barat. Lina memang belum pernah mendatangi Mansion Devis yang ada di Jakarta sebelum nya.


Johan masih harus kekantor setelah tiba dari Korea bersama Devis sore tadi, tapi ia harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya dulu. Johan sedang bersama Lidya di ruangan, sebelum pulang Johan meminta Lidya untuk mengantar dokumen yang sudah di tunggu oleh Devis untuk di tanda tangani. Tubuh nya sudah sangat lelah ia juga ingin beristirahat.


" Lidya."


" Iya Pak Johan."


" Nanti kau sekalian pulang kau bawa dokumen ini ke rumah Pak Devis untuk di tanda tangani. Beliau sudah menunggu, saya sudah bilang pada Pak Devis bahwa kamu yang mengantar dokumen ini."


" Baik Pak Johan, sekalian mampir karena perjalanan pulang rumah saya satu arah dengan Pak Devis."


" Biar supir yang mengantar mu pulang."


" Baik Pak Johan."

__ADS_1


__ADS_2