
Hai Readers!..
Author akan meneruskan bab novel ini kalau yang masih suka trimakasih..Nah!, bagi yang mengikuti cerita ini Freddo Leander adalah Kakak nya Freddy yaa, yang di episode Supir Tampan yang jatuh hati pada Maria.
Freddo sendiri masih status jomblo author akan pasangkan Freddo dengan Via sahabat kental Lina, bagaimana kisah mereka ikuti saja.
Untuk yang masih gondok sama Tiara, yaa sepertinya Tiara sudah mendapatkan karma
nya tapi...ada kisah nya sendiri Tiara dengan Brata Mussaffer, Cekidot ok👍
Laura, Derick Bastian dan Sander sudah datang dalam waktu bersamaan, Sander dan Bastian segera melangkah cepat untuk menemui adik mungil mereka, Hasya.
TOK TOK
" Pah Mah."
Devis segera membuka kan pintu untuk dua putra nya.
" Kalian sudah datang."
Tanpa di suruh masuk oleh Ayah mereka kedua nya langsung ngeloyor masuk membuat Devis gemas dengan kedua putra nya.
" Hei..kalian berdua belum Papa ijin kan masuk."
Rupanya kedua putra Devis pura pura tidak mau mendengar nada larangan Devis. Namun Devis hanya terkekeh Ia tahu Bastian dan Sander sudah rindu pada adik mungil nya.
" Ouwgh..dia sedang tertidur."
" Hi my little youngest sister, wake up!"
Devis dan Lina terkekeh dengan Bastian dan Sander.
__ADS_1
" Hasya akan terbangun nanti masih lama, sabar lah!" Ucap Devis.
" Mah." panggil Bastian.
" Iya Bastian."
" Boleh aku menggendongnya?"
Lina tersenyum.
" Kau bisa menggendong Hasya?" balas Lina
" Tentu!"
" Tapi dia masih tertidur sayang." ucap Devis pada Lina.
" No!" larang Devis pada Bastian
" Kalian berdua baru datang bersihkan dulu ganti pakaian kalian setelah itu Papa dan Mama akan turun membawa Hasya."
" Baiklah."
Bastian dan Sander menurut dan keduanya keluar dari kamar.
Devis kemudian merangkul Lina.
Sepertinya orang tua ku sudah datang, sebaiknya kita turun aku sudah lapar."
" Baiklah Dev sayang."
Devis kemudian menggendong Hasya yang masih tertidur rupanya bayi mungil itu makin terlelap dan nyaman di gendongan Devis.
__ADS_1
Sang Baby sitter segera membawa perlengkapan Hasya dan mengikuti Tuan dan Nyonya itu. Setelah keduanya memerintahkan nya untuk membawa perlengkapan Hasya.
Devis dan Lina keduanya sedang menuruni tangga, ya!.. di bawah ruangan itu sudah berkumpul anak anak Lina, orang tua Devis, Bastian dan Sander.
Laura langsung menatap Lina dan Devis dan segera menghampiri Hasya di gendongan Devis.
" Cucu ku..oww..rupanya dia masih tidur." Laura yang mendekat ingin mencium cucu nya langsung sedikit kecewa.
" Iya Mom, dia semakin nyenyak di gendongan ku."
" Hasya bangunlah!, kau tidak terganggu Kakak kakak mu sudah membuat gaduh di rumah ini." Ucap Laura sambil mengelus pipi Hasya, nampak wajah nya sangat gemas pada Hasya.
Devis kemudian menatap ke arah anak anak nya, di ruangan itu memang sangat ramai dan riuh dengan suara anak anak, sebuah pemandangan yang indah bagi Devis baru ini dia merasakan rumah riuh dengan anak anak nya. Sebelum menikah dengan Lina setelah kepergian almarhum istrinya Devis menetap di rumah Ayah dan ibunya sangat sepi mereka hanya bertiga hari harinya, hanya dengan Ayah Ibu nya dan Devis. Sedangkan Bastian Sander hanya seminggu sekali pulang dari mess di Universitas mereka.
Makanan ala Indonesia menyusul setelah Lina meminta kembali pada Buk Jum dan Buk Inah untuk memasak makanan khas Indonesia dan segera di hidangkan dengan hidangan makanan khas Belanda.
Keluarga besar Devis Bakker menyantap makanan itu dengan tenang. Lina tangan nya masih melayani untuk suami nya, rupanya Devis benar benar sangat lapar hingga dia meminta makanan ini itu untuk di makannya dan tak henti hentinya Devis masih mengunyah makanan makanan itu.
Lina sendiri makan hanya cukup sedikit nasi dan banyak makan sayur.
" Dev."
" Iya Mom."
" Jangan lupa besok kita harus menghadiri undangan keluarga Leander."
" Tentu Mom."
" Bawa saja Hasya, akan seru di perjalanan nanti, iya kan Hasya." mata Laura beralih pada Hasya di gendongan Lina, dan rupanya bayi itu merespon ucapan Nenek nya.
Bayi itu mengeluarkan suaranya, membuat Devis dan Lina juga yang berada di meja itu tertawa gemas mendengar nya.
__ADS_1
" Ahhh..rupanya Hasya setuju dengan ajakan Nenek nya, Dev ."
Devis langsung mengangguk tangan nya mengelus pipi Hasya dengan punggung tangan nya.