CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Partner


__ADS_3

" Ra, kau sudah siap?"


" Ya, aku sudah siap!"


" Semoga Airline untuk bekerjasama dengan gudang kita tidak ada kendala, Ra."


Tiara dan Adrie nampak sibuk di perusahaan Pak Harry, sesuai dengan ucapan Adrie pada Pak Harry yang akan meneruskan perusahaan adalah putri kandung nya. Selama dua bulan ini Tiara selalu mengikuti Pak Harry dan Adrie, bagaimana menjalan kan perusahaan Pak Harry?. Dari mulai Tiara mengikuti rapat rapat penting. Ternyata Tiara sangat cepat belajar dan semakin paham seluk beluk operational gudang.


Tiara kini harus sudah siap menanggalkan profesi nya sebagai desain grafis. Tiara dan Adrie bekerja sangat profesional. Sedikit pun tidak ada sangkut paut kan masalah hubungan mereka yang pernah mereka lakukan. Arti nya Adrie dan Tiara benar benar murni hanya sebagai parter kerja. Tiara pun juga sudah di nasehati oleh ke empat orang tua nya, agar jangan ada lagi menjalin hubungan dengan Adrie. Bagaimana pun Adrie sudah memiliki Keluarga, yang harus Tiara hargai dan hormati. Pak Purnomo pun bertindak tegas pada Putri adopsi nya itu. Tiara harus memenuhi janjinya Pada Papa Harry dan juga Papa angkatnya.


" Bagaimana kerja kamu hari ini.Tiara?"


" Baik saja Ayah."


" Kau lelah?"


Tiara tersenyum, ia harus semangat dengan pekerjaan baru nya.


" Sedikit, tapi aku senang Ayah. Pekerjaan ku yang dulu tidak jauh beda sama yang sekarang ini, selalu bertemu dengan orang banyak dan orang yang berbeda. Jadi aku sudah biasa menghadapi nya."


" Biar Adrie Ayah tetap tempat kan di kantor pusat, dan kau memimpin di gudang ini, dulu!"


" Oke Ayah, Tiara malah suka di gudang Ayah, rata rata pria semua, karyawan di sini pasti senang menggoda ku."


Papa Harry tertawa lepas, ia sendiri menyadari putri nya itu memang sangat cantik.


" Kau seperti Ibu kamu, kalau bicara ceplas ceplos. Ingat !, pulang jangan terlalu malam."


" Iya Ayah."


😍😍😍


" Bang, makan malam sudah siap."


" Abang juga sudah lapar."


Seperti biasa keluarga Adrie makan malam dengan tenang.


" Sayang, bagaimana dengan salon kecantikan kamu?"


" Baik saja Bang."


Bulan terus berganti, Semua nampak normal dengan aktifitas Adrie dan Lina.


Lina membagi hari dan waktu di toko, di salon dan untuk keluarganya.


Adrie sudah jarang bertemu dengan Tiara. Mereka memang sudah beda divisi. Tiara memimpin di gudang sedangkan Adrie di kantor pusat.


Pak Harry, Tiara, dan Juga Adrie sedang membahas tentang penawaran jasa cargo dengan perusahaan Airline untuk bekerjasama. Namun nampak nya perusahaan Airline belum bisa memenuhi nya.


" Perusahaan Mussaffer, belum juga menyetujui untuk bekerja sama dengan perusahaan kita."


" Biar Tiara dan Adrie saja datang menemui beliau, Ayah."


" Coba saja!, Nama nya Pak Agnibrata Mussaffer, orang tua nya, Ayah sudah kenal, cuma beliau sudah almarhum. Orang nya dulu sangat baik, anak nya yang meneruskan perusahaan Ayah nya."


TOK TOK


" Masuk!"


" Pak Brata, maaf! ada tamu."

__ADS_1


" Dari?" Brata menautkan alisnya.


" Perusahaan Harry Cargo


" Tunggu 10 menit!"


" Baik Pak."


Tiara dan Adrie menunggu di ruangan sekretaris Pak Brata.


" Maaf tunggu sebentar!, beliau sedang menerima telepon."


" Baik, kami tunggu."


Hingga 30 menit berlalu Pak Brata belum juga perintahkan sekretarisnya untuk menyuruh Adrie dan Tiara masuk.


" Ck, lama sekali." kesal Tiara.


" Sabar, Ra!, beliau ini orang yang sangat penting."


" Tapi waktu kita tidak banyak, Drie!, masih ada pertemuan penting dengan perusahaan lain, kita tidak mungkin meminta yang lain untuk memundurkan waktu. Karena kita yang butuh mereka."


Tiara menghela nafas dan beberapa kali melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.


" Kayak apa sih orangnya?, harusnya dia sudah tahu, kita ini juga orang sibuk waktu sangat berharga."


" Orang nya ganteng, Ra, bisa bisa kamu klepek klepek lihat nya." Adrie tersenyum.


" Ihh, kamu!, paling juga orang nya sombong."


Wajah Tiara cemberut, karena bosan menunggu terlalu lama.


" Tuhh, kan? ingat bae bae, gue bilangin Papa Harry lu, elu godain gue lagi."


Adrie menahan tertawa kalau saja dia tidak di ruangan sekretaris Pak Brata, ia ingin tertawa terbahak bahak.


" Sabaaar!" lanjut Adrie.


" Iya, terima telepon saja lama sekali, obrolin apa sih?, gosipin selebritis?"


Adrie semakin ingin ketawa lagi, di saat situasi sedang serius dan tegang, Tiara malah membuat nya ingin ketawa.


" Gue sumpahin, kuping nya budeg!, terima telepon lama sekali."


Kekesalan Tiara, malah semakin lucu di dengar Adrie, Sumpah nih anak malah kocak. Dalam hati Adrie.


" Bapak Ibu silahkan masuk!"


" Trimaksih, Mba."


Tiara merasa lega karena orang yang ingin di temui nya menyuruh Masuk.


" Selamat siang, Pak Brata." ucap Adrie masih di ambang pintu.Tiara dan Adrie membungkukkan badan.


" Selamat siang." balas Brata yang masih duduk di kursi CEO enggan berdiri menyambut kedatangan Adrie dan Tiara. Tatapan nya dingin pada Kedua nya.


" Sombong sekali." Bathin Tiara. namun Tiara tetap pasang wajah senyum.


" Ada keperluan apa?, Bapak Ibu datang ke sini?"


" Tidak di persilahkan duduk, gitu?" dalam hati Tiara.

__ADS_1


Tiara berdehem, mengatur tenggorokan sebelum bicara.


" Kenalkan, saya Tiara Harry Purnomo." Tiara langsung mengulurkan tangan untuk berjabatan namun tidak di sambut uluran tangannya oleh Brata.


Tiara mata nya ke arah Adrie, merasa tidak enak hati pada Adrie tangan nya langsung ia diturunkan.


" Dan ini, Bapak Adrie selaku pemimpin wakil direktur."


Brata hanya mengangguk.


"Eumm...,begini." lanjut Tiara.


" Waktu saya tidak banyak, 20 menit saya persilahkan untuk bicara maksud dan tujuan kalian ke kantor saya." ucap Brata tanpa basa basi.


Ucapan Brata seketika membuat Adrie dan Tiara saling menoleh mata keduanya seperti memberi kode. Adrie dulu atau Tiara yang bicara . Tiara menunjuk diri nya pada Adrie. Adrie mengangguk.


" Boleh kami duduk, Tuan Agnibrata Mussaffer."


" Silahkan!"


" Perusahaan kami ingin mengajak perusahaan anda untuk bekerjasama tentunya, kami sudah mengajukan proposal ketiga kali nya pada perusahaan ini, tapi belum juga di setujui. Bisakah kami di beri kesempatan?, karena perusahaan Airline anda sangat epik jauh dari berita...eumm amit amit!, pesawat jatuh!,


Tiara tersenyum kaku.


Kaki Adrie langsung meyentak kaki Tiara, dibawah kursi.


Tatapan Brata semakin tajam ke Tiara. Tiara menundukkan kepala.


Namun hati Brata senang dengan ceplas ceplos Tiara.


" Trimakasih, tentu saja!, karena kami mengutamakan keselamatan penumpang."


" Maka dari itu perusahaan kami juga sangat menjaga kualitas dan keamanan barang sampai di tempat tujuan." lanjut Tiara.


" Sudah 20 menit saya ada urusa. Nanti akan saya kabari, dan proposal anda saya pelajari lagi!"


" Trimakasih Tuan, untuk waktunya, maaf!, mengganggu. Kami permisi."


Adrie dan Tiara kembali ke kantor keruangan Pak Harry.


" Bagaimana?, Drie Tiara?"


" Berharap saja Ayah!, semoga Pak Brata mau bekerjasama."


TOK TOK


" Masuk!


" Maaf Pak Harry Ada email masuk dari perusahaan Mussaffer." Linda sekretaris Pak Harry memberi laporan.


" Ok kirimkan!"


Pak Harry membuka email itu tidak di sangka isi surat itu berisikan perihal persetujuan kerjasama. Pak Harry tersenyum.


" Apa isi surat itu, Om?"


" Perusahaan Mussaffer menyetujui kerjasama dengan kita."


" Yes!" girang Tiara.


" Kalian berdua, berhasil."

__ADS_1


__ADS_2