CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Hasya Kencana Ayudisha Bakker


__ADS_3

Devis mulai gugup, ketika musik sudah mulai mengalunkan lagu pernikahan. Devis nampak menghela nafas menghilangkan rasa gugup nya. Demikian juga Lina manarik nafas dalam dalam dan di hembusnya pelan. Lina mulai memajukan langkah nya tegak dan anggun, tak lupa dengan senyum di wajah nya. Lina melangkah pelan sampai di altar nya, kini Lina berhenti di hadapan Devis, Devis memegang tangan kanan Lina dan berdiri di sisi kanan Devis lalu kedua nya sudah menghadap pada pendeta yang akan memulai memberkati pernikahan mereka. Di altar itu kini hanya Devis dan Lina juga seorang pendeta.


Semua para jemaat yang hadir nampak diam ruang dalam gereja itu terasa hening dan kusyuk, ketika sang pendeta akan mulai memberkati pernikahan Devis dan Lina. Devis dan Lina kini berlutut saat kedua tangan sang pendeta meletakan di atas kepala Devis dan Lina


" Aku memberkati kalian berdua dalam pernikahan suci ini, bangunlah!"


Devis dan Lina berdiri dan saling berhadapan. Devis dan Lina akan bersumpah janji.


Devis.


" Paulina Mayoffa Sari, aku mengambil engkau menjadi istri ku untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita."


Kini ucapan sumpah janji berganti pada Lina.


" Devis William Bakker, aku mengambil engkau menjadi suami ku, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita."


Kini kedua nya mulai penyematan cincin.


Pendeta.

__ADS_1


" Cincin ini melingkar dan tidak ada ujung nya, sebagai simbol cinta kalian berdua yang tidak akan pernah putus. sematkanlah!"


Devis menyematkan cincin di jari manis Lina begitu juga Lina menyematkan cincin di jari manis Devis.


" Kini kalian berdua sudah sah!, menjadi suami istri, berikan ciuman pada istri mu, Devis!"


Devis membuka cadar Lina dan mulai memajukan wajah dan mencium kening Lina dan bibir Lina.


Para jemaat yang hadir serta keluarga Devis dan Lina berdiri dan memberikan tepuk tangan menyaksikan keduanya. Tak tanggung tanggung Devis menarik pinggang Lina dan memagut bibir Lina dalam. Para jemaat yang menyaksikan tersenyum lebar dan semakin riuh dalam ruangan gereja itu dengan tepukan tangan mereka dengan keras.


8 bulan kemudian.


Lina sedang di kamar, menunggu kedatangan Devis yang akan tiba dari USA, Devis semakin merambah bisnis usahanya di sana. Cabang usaha Devis di Indonesia pun makin menjamur di berbagai kota di antaranya Manado, Makasar, Jogja dan Bandung. Sedangkan diberbagai negara menambah di Jepang, filiphines, Vietnam dan Thailand Devis juga sedang membangun sebuah hotel dan cafe di Jakarta. Devis semakin mengembangkan sayap nya di kala Lina sedang mengandung 8 bulan yang sudah di ketahui jenis kelamin bayi nya adalah perempuan.


" Suami ku kau sudah pulang?" Lina berusaha bangun ingin duduk merebahkan tubuh nya di kepala ranjang.


Devis mengulas senyum lalu bokong nya mengambil tempat untuk duduk di samping Lina.


" Maaf membangunkan mu."

__ADS_1


" Hamil besar seperti ini, tidur pun tidak bisa pulas Dev sayang."


" Besok jadwal periksa kandungan, kan?"


" Iya."


Lalu tiba tiba perut Lina bergerak sepertinya bayi nya mendengar suara Papa nya. gerakan dalam perut Lina begitu kentara, sehingga bulatan perut nya terlihat penyok.


" Ahh..dia bergerak sangat kencang."


Devis langsung menatap perut Lina telapak tangan Devis langsung meraba perut Lina, terasa sekali sundulan dalam perut Lina. Devis pun tersenyum lebar.


" Kau sudah mendapatkan nama untuk bayi perempuan kita, Dev sayang?"


" Sudah, aku mendapatkan nama yang indah saat aku dalam perjalanan pulang tadi."


" Siapa namanya?"


" Aku berikan nama perempuan Indonesia saja..eumm..Hasya Kencana Ayudisha Bakker. kau setuju?"

__ADS_1


Lina tersenyum dan mengangguk Devis memang sudah cinta Indonesia hingga dia pun tahu arti nama nama itu.


" Nama yang bagus, pasti sangat mengandung makna kebaikan, tentu aku setuju."


__ADS_2