CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Supir Yang Tampan


__ADS_3

Hai Readers ku!.


Maaf baru up lagi, author sudah buat dua episode dari kemarin tapi lama banget untuk lulus review nya😭 Entah salah di mana?, ku tak tau?😂😂😂


Padahal adegan Endul surendul takendul kendul nya sudah author tipisin lho!! jadi pembaca tidak sedang membaca stensil.😋😋


Buat yang masih setia mengikuti cerita ini Trimakasih untuk like dan komen nya Author minta vote nya dong!🙏😀


Di Apartement


" Dev, apa kamu sudah tahu?, kalau Maria hamil."


" Hem, dia ingin mengancam ku, Mom. Sampai anak itu lahir aku tidak akan pernah mengakuinya, Mom."


" Tapi, Dev..?


" Aku ini di jebak, Maria sengaja memberikan obat tidur di saat dia menawarkan aku untuk minum kopi."


" Apa?, apa kau yakin?"


" Devis sudah memeriksakan diri untuk tes urine ke dokter, hasil nya positif."


" Tapi..Nak kenapa Maria bisa hamil?"


" Itu akan Devis selidiki. Mom."


" Kalau memang Maria menjebak mu, itu artinya dia sangat terobsesi dengan mu. Cara dia sangat licik rupanya, Mommy tidak pernah menyangka kalau memang Maria berbuat sampai seperti itu." Tatapan Laura tiba tiba langsung berubah menjadi dingin.


" Ayah mu juga meragukan Maria. jadi dia meminta kita ikuti saja permainan dia dulu sampai di mana ia memerankan permainan ini."


Devis pun mengangguk setuju. Ia membuang nafas terasa lega di dada nya.


" Syukurlah kalau Ayah juga meragukan Maria, itu arti nya Ayah percaya padaku, Mom."


Laura kemudian berdiri.


" Ya sudah, Mommy pulang dulu."


" Iya Mom."


Devis mengantar Laura sampai pintu. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi orang kepercayaan nya.


" Cari info tentang Maria, ikuti kemana pun dia pergi. Segera laporkan kepada saya!"


" Baik Pak."

__ADS_1


😍😍😍


POV Maria.


" Fredy."


" Iya Tuan Revano."


" Putri ku Maria akan pulang hari ini, tolong kau jemput dia di bandara."


" Baik Tuan." Fredy mengangguk hormat pada Tuan Revano.


Maria melangkah sangat anggun, sambil menggeret tas travel nya keluar dari area bandara. Maria selama 3 tahun tinggal di Austrlia menyelesaikan gelar sarjana untuk menunjang karir nya, ia di harapkan pulang oleh orang tuanya untuk dipertemukan putra dari rekan bisnis Ayah nya yaitu, Devis Bakker.


Sambil melangkah Maria sudah melihat mobil Ayah nya yang terparkir tidak jauh dari pintu keluar. Namun seketika tatapan Maria tertuju pada sosok supir yang sangat gagah tubuh tinggi besar dan atletis berkulit sawo matang yang juga sama sama sedang menatap diri nya. Entah Maria merasakan tatapan sang supir Ayah nya itu sangat tajam hingga menusuk di jantung Maria membuat Maria sedikit gugup dan aneh nya Maria merasakan gelenyar di dada nya.


Freddy sang supir Tuan Revanno menatap lekat Maria, masih dari jarak kejauhan Freddy sendiri terpana pada kecantikan putri sang majikan nya itu. Tubuh nya dan sepasang kaki jenjang nya yang putih mulus membuat Freddy bergejolak. Jarak Maria semakin mendekat pandangan nya kini sangat jelas pada tubuh Maria, Freddy menelusuri leher jenjang Maria yang putih hingga membuat jakun nya naik turun. Bathin nya berkata.


" **** dia cantik sekali."


Freddy berada di sisi mobil berdiri tegap bak seorang prajurit bersikap sangat profesional, tapi di dalam dada nya terasa terbakar hasrat yang membara, tapi ia mampu menutupi kekaguman sosok Maria dengan ekspresi wajah yang tidak terganggu oleh objek di depan nya.


" Selamat siang, apa anda Nona Maria Lefrandt


" Iya betul."


" Ohh..baiklah, trimakasih!"


Freddy langsung membuka kan pintu mobil belakang untuk Maria.


" Silahkan Nona!"


Saat Maria melewati Freddy untuk masuk ke mobil. Maria mencium harum maskulin tubuh sang supir yang begitu nyaman dan segar di penciumannya. Ia duduk mata nya memperhatikan sang supir memutari mobil dan duduk di kemudi.


Maria bergumam pelan hanya dua kata.


"Tampan dan keren."


Freddy langsung melajukan mobilnya, mata Freddy sesekali mencuri pandang pada Maria dari kaca spion yang asik memainkan ponsel nya. Namun bila mata Maria lepas dari tatapan pada ponsel nya Freddy buru buru membuang kedepan. Begitu juga Maria sesekali ia memperhatikan Freddy dari balik tubuh sang supir. Di perjalanan Maria yang penasaran pada Freddy ia ingin mengajak bicara.


" Sudah berapa lama kau bekerja di rumah ku?"


" Iya Nona, baru 6 bulan Nona."


" Oh pantas saja aku baru melihat kamu."

__ADS_1


Supir dan penumpang itu diam kembali, suasana dalam mobil kini kembali kaku. Masing masing kedua nya ada rasa gengsi dan malu untuk berbincang bincang. Padahal Maria sendiri adalah karakter yang banyak bicara pada lawan bicara nya.


Freddy sang supir diam diam adalah lulusan sarjana ia melamar pekerjaan pada Tuan Revanno menggunakan ijasah SMA sebagai supir. Freddy sendiri sedang merintis sebuah usaha kecil, Ia bekerja ingin mengumpulkan uang untuk modal usaha yang sudah berjalan dua tahun. Usaha Freddy adalah laundry dan reparasi mobil. Ia ingin mengembangkan usaha nya namun tersendat karena modal yang ia butuhkan cukup banyak. Selain itu ia punya bisnis pengrajin kayu. Ia punya keahlian membuat pintu lemari dan meja. Hanya saja ia membuat bila ada yang memesan nya saja.


Mobil sudah memasuki area hutan Pinus tiba tiba saja mogok di perjalanan. Freddy mencoba menghidupkan mesin mobil tapi tidak nyala. Kemudian Freddy mencoba menghidupkan mesin mobil tetap saja mobil itu tidak bekerja mesin nya. Freddy mengecek bahan bakar mobil masih fuel.


" Ada apa Freddy?"


" Mobil ini tiba tiba saja mogok, Nona."


" Kenapa bisa mogok, mobil ini sangat mewah."


" Tidak menjamin Nona, sebentar saya cek dulu."


Freddy kemudian keluar dan membuka bagian depan mobil ia segera memeriksa mesin mobil mencari penyebab mobil itu tiba tiba mengalami mati mesin. Sudah 10 menit Maria duduk menunggu Freddy bisa menghidupkan kembali mobil Ayahnya, karena bosan Maria pun keluar ingin melihat apa yang sedang Freddy lakukan.


Namun Maria terpana melihat Freddy yang sudah membuka seragamnya, Freddy kini hanya memakai kaos yang ketat yang membentuk otot lengan dan dada bidangnya. Maria menggelengkan kepala menepis hayalan nya untuk menyentuh otot Freddy yang terlihat sangat keras. Ia sadar Freddy hanyalah seorang supir.


" A- apa penyebab mobil ini mogok." Maria sedikit gugup.


Freddy menjawab tanpa menoleh pada Maria yang sudah berdiri di dekat nya, ia sedang fokus pada mesin mobil itu tangan nya yang sudah kotor dengan oli mobil kerena memegang selang yang tersambung dengan air radiator.


" Mobil ini kehabisan air radiator, Nona. lihat! sudah kering."


Maria yang ikut melihat dalam mesin hanya mengangguk.


" Oh.."


Lagi lagi Maria melihat keringat Freddy yang sudah mengucur membasahi kening dan leher nya serta otot tangan nya, kulit nya terlihat mengkilat karena keringat yang terpantul dari cahaya matahari. Freddy sangat eksotik


" Oh Gosh!"


Maria mebathin, Ia buru buru tubuh nya membelakangi Freddy dan berdiri bersandar di sisi mobil.


" Maaf Nona, seragam saya lepas takut kotor."


" Tidak apa."


Freddy berjalan menuju belakang mobil, ia ingin mengambil botol bertulis coolant radiator di bagasi mobil. Saat Freddy lewat depan Maria ia kembali mencium aroma keringat yang tercampur harum maskulin di tubuh Freddy, entah kenapa Maria menghirupnya dalam dalam ia suka sekali harum tubuh Freddy yang terkesan macho.


Maria sudah tidak sanggup lagi ia buru buru masuk kembali ke dalam mobil. Tak lama Freddy sudah selesai dengan urusan mesin mobil. Freddy mencoba menghidupkan mesin dan ternyata mesin mobil bekerja. Sebelum mobil di kemudikan Freddy memakai kembali seragam nya.


" Maaf Nona, atas tidak kenyamanan ini."


" Emm..tidak apa, tapi lain kali jangan seperti ini lagi sebelum bekerja cek dulu agar tidak ada masalah pada mobil."

__ADS_1


" Baik Nona."


__ADS_2