CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Bimo Di Tolak


__ADS_3

Sampai di parkiran halaman sekolah Lina dan Bimo berpisah menuju mobil mereka masing masing. Tapi perasaan Bimo ingin mengajak Lina jalan sudah tidak bisa di tahan lagi, rasa nya ia penasaran apa Lina mau menerima ajakan nya?, Bimo berfikir di coba dulu dari pada tidak sama sekali. Ia menghilangkan rasa gugup nya untuk memberanikan diri nya mengajak Lina. Kalau di tolak pun wajar saja karena kedua nya baru kenal.


" Lina tunggu!"


Lina yang membuka pintu mobil tertunda.


" Iya ada apa Pak Bimo?"


" Maaf..maaf kalau saya lancang, boleh saya ngajak kamu jalan?, kebetulan ini hari Sabtu. Kalau kamu mau, nanti malam saya jemput kamu."


Dada Bimo sedikit lega, tinggal tanggapan Lina ia ingin tahu apa jawaban nya Lina.


" Eugh..?" Ekspresi wajah Lina langsung tak terbaca.


" Kau mau?" ucap Bimo berharap tapi sudah siap untuk di tolak.


" Eumm..Maaf Pak Bimo saya tidak bisa, saya sudah punya calon suami."


Hati Bimo langsung mencelos mendengar balasan Lina, bukan hanya mendengar penolakan nya tapi sekaligus mendengar ucapan Lina yang sudah punya calon suami membuat Bimo jadi tidak bisa berharap lagi.


" Oh..maaf kalau begitu Lina, saya harap kamu jangan marah ya!, saya tidak tahu kalau kamu sudah punya calon."

__ADS_1


Lina tersenyum pada Bimo, menurut Lina Bimo adalah pria yang ramah, sopan dan santun bicara nya. Ia pun tidak bisa marah karena ketidak tahuan Bimo kalau dirinya memang sudah punya calon suami. Di bandingkan pria lain yang mendekati nya kadang sikap nya kurang ajar.


" Tidak apa Pak Bimo, saya tidak marah kok!, Terimakasih untuk ajakan nya. Terus terang saya lebih suka dengan sikap Bapak yang gantleman. Saya mengerti, kita hanya berteman saja Pak Bimo dan kalau memang Aldo ingin bermain dengan Sakya dirumah saya dengan senang hati."


Bimo langsung lega walaupun di tolak wanita ini punya sikap yang baik, Lina benar benar menjaga hubungan nya dengan seseorang.


" Terimakasih Lina, maaf sekali lagi.'


Lina mengangguk dan tersenyum.


" Kalau begitu saya duluan ya Pak Bimo."


Lina sudah melajukan mobil nya, Bimo lansung masuk ke dalam mobil nya sebelum menghidupkan mobil nya. Ia membuang nafas lega sekaligus sedih.


" Apek gue, Haaaahhh." Bimo membuang nafasnyadi udara sambil menyenderkan bahu nya di kursi.


Sejak saat itu Bimo tak lagi masuk ke dalam rumah Lina atau sekedar duduk di teras rumah Lina. Ia hanya menunggu di mobil saja bila menjemput putranya main di rumah Lina kadang menyuruh supirnya.


Liburan sekolah, Aldo meminta Ayahnya menginap di rumah Ibunya, Bimo mengantar putra nya.


" Kamu jangan nakal sama Mama kamu."

__ADS_1


" Iya Pah."


" Bermain yang baik dengan adik adik kamu."


Tak lama Ibu Aldo keluar ingin menyambut putra nya yang diantar oleh mantan suaminya. Ibu nya Aldo menghampiri mobil Bimo. Bimo melihat mantan istri nya sedang hamil dengan perut besar. Ia menatap mantan istrinya dari dalam mobil.


Mantan istrinya ternyata lebih bahagia dengan suami nya sekarang. Iya mantan istrinya sudah mempunyai 2 anak dan sekarang sedang mengandung, terlihat sangat cantik mantan istrinya di mata Bimo dengan perut besar nya.


" Aldo mari masuk, Nak."


" Iya Mam."


" Terimakasih Mas, sudah mengantar Aldo."


" Iya,.sudah berapa bulan kandungan. Dek?"


" Hampir delapan bulan, Mas."


" Oh..ya sudah Mas pulang dulu, nanti kalau Aldo mau pulang biar Mas yang jemput lagi."


" Iya Mas."

__ADS_1


__ADS_2