CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Kepergian Adrie


__ADS_3

Deg


" Apa maksudnya Pak,?" Lina bertanya pada pria itu. Pria belum berani memutuskan Adrie sudah meninggal.


Petugas medis datang, pria itu mengatakan pada petugas.


" Segera larikan kerumah sakit!, semoga masih ada harapan."


Petugas medis dengan cepat membawa Adrie kedalam ambulan untuk di larikan kerumah sakit. Lina Tiara dan Brata ikut kedalam ambulan. Tiara memberi kekuatan pada Lina, agar ia harus sabar dan ikhlas.


Brata sendiri pun berharap sampai di rumah sakit Adrie kembali berdetak jantung nya walau Adrie sudah tidak bernyawa. Ia sudah menduga hanya saja ia belum memberitahukan pada Tiara apalagi Lina.


Sampai di rumah sakit, Para tim medis dan dokter melakukan pacu jantung pada dada Adrie yang sudah tidak berdetak. Namun dokter akan terus berusaha walau hanya sekian persen jantung Adrie bisa berdetak, pacu pompa yang dilakukan oleh dokter belum ada sinyal tanda jantung Adrie berdetak. Hingga sampai ketiga kali nya jantung Adrie kini benar benar sudah tidak bisa bekerja. Adrie tidak bisa tertolong lagi, dan dokter pun menyatakan bahwa Adrie sudah meninggal.


Tiara dan Brata yang menunggu di luar kamar hanya bisa pasrah, Lina yang yang duduk selalu berdoa agar suaminya selamat, pikiran nya berusaha tidak memikirkan hal yang membuat ia takut selalu berharap suami nya bisa pulih.


Pak Harry menyusul ia pun berusaha tegar dan tetap menaruh harapan pada dirinya, bahwa Adrie akan selamat.

__ADS_1


Setelah 20 menit pintu ruangan di buka. Dokter keluar dengan ekspresi wajah tidak tertebak.


Lina Tiara Brata dan Pak Harry langsung berdiri, mereka mendekat pada dokter yang tangannya melepas topi hijau itu.


" Bagaimana dengan suami saya. dokter?" Lina gugup wajah nya terlihat tegang, tangannya memegang ujung bajunya.


" Maaf Nyonya!, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Tuhan berkehendak lain, Tuhan telah memanggil suami Nyonya."


" Ma- maksud dokter apa?" Lina masih mencerna kata kata dokter.


" Suami anda meninggal dunia."


Deg


" Tidak, itu tidak mungkin dokter!"


Lina bergegas masuk ingin melihat kondisi suaminya, ternyata Adrie sudah menutup mata dengan tali kassa yang mengikat melingkar kepala sampai bawah dagu.

__ADS_1


" Abang bangun, jangan pergi!" Lina menangis sejadi jadi nya ia histeris di hadapan tubuh suami nya yang sudah tertidur selamanya.


" Ahhkkkk, tidak mungkin!, Abang bangun!, jangan tinggalin akooh." Lina menangis di dada Adrie sambil mengguncang tubuh Adrie yang tidak ada lagi pergerakan.


Tiara pun semakin terisak, namun ia sudah pasrah, ia kini berdiri di samping Lina memeluk Lina erat erat.


Brata dan Pak Harry mendekat berdiri di sisi ranjang mata mereka pun berkaca kaca.


" Selama jalan, Nak Adrie." Pak Harry pun memutuskan jarak rasa nya ia tidak percaya orang andalan nya kini pergi untuk selama lamanya.


" Selamat jalan, Bung." semoga kau tenang di sana." ucap Brata lirih.


Tiara yang masih berdiri di sisi Lina, menatap pada wajah Adrie sambil terisak.


" Drie, selamat jalan ya!, aku janji aku akan menjaga anak anak mu."


rasa tidak percaya Ia dan Adrie baru satu jam yang lalu masih bicara.

__ADS_1


Kepergian Adrie bagaikan petir di siang bolong, mereka serasa tidak percaya umur Adrie hanya sampai di sini saja. Kepergian Adrie sangat meninggalkan duka yang lara bagi mereka.


__ADS_2