
Devis segera mematikan lampu ia ingin mengajak wanita yang sangat dia cintai ini kembali bercinta seperti yang dulu pernah mereka lakukan.
Ruangan kamar redup, Devis membuka dua daun pintu ia ingin mengajak Lina bercinta di outdoor, Kamar itu terhubung langsung dengan pemandangan laut. Terdengar jelas ombak yang berderu serta angin laut yang semilir membelai rambut Lina. Resort itu terdapat saung dengan pilar pilar nya terpasang kelambu dan beralaskan kasur busa. Pada sisi saung ada sebuah jacuzzi yang sudah terisi air panas.
Devis menggandeng Lina hingga di tepian saung itu. Kedua tangan Devis kembali menangkup kedua pipi Lina hingga wajah Lina mendongak lekat menatap Devis.
Tangan kanan Lina masih menyangga kedua dadanya menutupi dengan baju yang sudah terkoyak karena ulah Devis agar tidak merosot.
" Sayang aku sangat merindukan mu, katakan kalau kau juga merasakan hal yang sama?"
Lina menunduk kemudian mengangguk.
" Iya Devis."
" Iya apa?, katakan yang jelas!"
Lina mengangkat wajahnya
" Iya aku juga sangat merindukan mu."
Devis tersenyum kedua bola matanya menelusuri wajah Lina, matanya menurun pada leher Lina ada bekas gigitannya yang mulai membiru. Kemudian menelusuri bahu dan lengan Lina yang sangat dia sukai, bahu yang indah, lengan yang ramping berkulit kenyal dan mengkilat. Tangan Devis mengelus lengan Lina dengan punggung tangan nya. Sebelum mencium bibir manis Lina, Devis mengecupi bahu Lina sampai lengan yang memang sudah favorit nya. Hidung bangir Devis menelusup ketiak Lina menghirup nya dalam dalam.
Kecupan kecupan bibir Devis membuat tubuh Lina meremang, terasa geli sampai pucuk dada Lina. Lina melenguh tanpa sadar tangan yang menutupi kedua dadanya dengan baju koyak itu merosot sampai pinggang Lina. Mata Devis langsung menatap kedua dada Lina yang putingnya coklat kemerahan itu sudah mencuat. Devis tahu Lina sudah bergairah.
Mendengar lenguhan dari mulut Lina Devis langsung memagut bibir Lina dalam dalam tangan nya menangkup dada Lina sedikit meremas. Lina memekik tidak tahan dengan gerakan tangan Devis yang memainkan pucuk nya dada itu.
" Eugh..Devis tolong!" kedua bahu Lina sampai bergidik karena menahan rasa nikmat pada dada nya.
" Hemm kenapa sayang?"
__ADS_1
Nafas Lina berderu matanya sayu.
" Devis jangan siksa aku seperti ini!"
Devis menatap Lina kedua telapak tangannya masih di dada Lina dengan gerakan memutar dan menekan.
Lina tidak tahan lagi dengan pekerjaan tangan Devis, Lina tiba tiba menjadi agresif dengan liar nya menarik leher Devis dan mencium bibir Devis. Lina mendorong tubuh Devis pada alas dipan saung yang empuk hingga tubuh Devis terbaring. Lina langsung duduk di atas perut Devis, Devis membiarkan Lina membuka kancing kemeja Devis hingga lolos. Tubuh Devis sudah polos karena sedari tadi Devis memang sudah tidak memakai kembali celana jeans dan CD pada saat memaksa Lina me lips servis bagian kerasnya.
Lina terlihat sangat binal, liar dan seksi di mata Devis, bibir Lina langsung melahap bibir Devis memagutnya. Tangan Devis mengelus kedua paha Lina, lalu menarik meloloskan kain yang masih melekat dipinggang Lina. Lina berdiri dan melepas kan celana pendeknya ke sambarang tempat kemudian menurunkan bokong nya kembali menduduki perut Devis. Devis hanya diam membiarkan Lina mengerjai tubuh nya.
Lina bak seperti j***g gerakan Lina sangat erotis di mata Devis.
" Devis."
" Iya sayang."
" I- ya sayang." Devis menelan ludah melihat Lina menggigit bibir bawah nya sangat sensual.
" Iya Devis aku merindukan ini." Lina menunjuk dada bidang Devis yang berbulu dengan bibir nya.
Lina mengecupi dada Devis bertubi tubi lidah nya menjilati pucuk pucuk dada Devis. Devis jadi gila di buat nya.
" Linaahh." Suara Devis sudah berat
" Iya sayang." wajah Lina mendongak.
Lina kembali mengecupi dada Devis hingga turun ke perut sixpack nya. Perut Devis naik turun karena nafas yang mulai terengah engah menahan nikmat cumbuan mulut Lina.
Bokong Lina bergeser hingga wajah nya tepat pada junior Devis.
__ADS_1
" Aku merindukan ini, Devis."
" Oh Gosh!" ucap Devis.
Lina mulai melips servis bagian bawah Devis.
Kini giliran Devis yang di buat tersiksa oleh Lina.
" Linaah, jangan siksa aku!"
" Kenapa sayang." Lina menggoda Devis dengan gerakan tangan menyampir rambut panjang nya ke bahu nya.
Devis ingin duduk saat badannya ingin mengangkat, buru buru Lina mendorong kembali dengan tangan nya menahan dada Devis.
" No Devis, lay down back!" Pinta Lina.
Devis makin gila wanita ini benar benar ingin membuatnya memberi kepuasan untuk dirinya.
Devis pasrah ia kembali menikmati sentuhan sentuhan tangan Lina terutama mulut Lina yang mulai mengerjai bagian bawah nya. Devis makin cinta dengan perlakuan Lina yang liar. Tapi Devis lama lama tidak kuat menahan nya. Jiwa kepemimpinan Devis mulai muncul ia tidak mau lagi Lina berada di atas nya. Devis menarik Lina, ia membalikkan tubuh Lina dan mengungkung nya.
" Ok janda ku, kau sudah membuatku tergila gila. Aku habisi kau, bersiaplah!"
Devis mulai meraup bibir manis Lina, Lina membalas dengan membuka mulut nya membiarkan lidah Devis mengakses rongga mulut Lina hingga keduanya memejamkan mata. Malam itu mereka bercumbu dan bercinta dibawah langit malam. Gerakan bercinta mereka terlihat sangat erotis. Lenguhan dan d***h*n nafas mereka bersahutan. Devis membolak balikkan tubuh Lina dengan bermacam gaya bercinta. Lina menikmati setiap hentakan hentakan pinggul Devis. Hingga setiap mendapat pelepasan Lina selalu menyebut nama Devis.
" Devis."
Devis mendapat pelepasan sampai 3 tiga kali, pukul 2 pagi Devis mengajak Lina untuk berendam di jacuzzi menikmati air panas sekaligus ingin menyegarkan tubuh dan membersihkan sisa sisa peluh keringat dari kenikmatan yang mereka ciptakan.
Langit malam itu penuh bintang bintang, Devis dan Lina menikmati indahnya malam sambil meneguk 2 gelas wine untuk menghangatkan tubuh mereka. Devis menarik kepala Lina bersandar di bahu nya.
__ADS_1