CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU

CINTA NYA SEPUPU ALMARHUM SUAMI KU
Tidak Update


__ADS_3

Hingga pagi harinya, Lola terbangun di sisi ranjang itu ia hanya sendiri, rupanya Bimo sudah berpakaian rapih dan ingin bekerja.


" Tuan sudah mau kerja, ya?"


" Maaf saya tidak bangunin kamu."


" Ya sudah Lola pulang dulu, Tuan."


Bimo hanya mengangguk ia langsung mengeluarkan cek yang dia tulis 50 juta untuk Lola. Selesai mandi dan berpakaian kembali, Lola menerima cek itu, betapa senang nya Lola menerima cek yang bernilai 50 juta


" Itu buat kamu."


" Wahh..Tuan emang tajir melintir, Terima kasih Tuan." Lola mengecup pipi Bimo.


" Iya."


Lola lebih dulu keluar dari kamar itu. Kemudian tak lama Bimo pun keluar dari kamar hotel nya. Tubuh nya terlihat sangat segar luar dan dalam.😀


Saat bekerja Bimo teringat putra nya, Bimo menelpon Aldo meminta agar Aldo pulang saja dan jangan menginap lagi.


" Halo Nak."


" Iya Pah."


" Kau setelah sekolah, langsung pulang, ya!"


" Papa aku lagi kerkel."


" Kerkel, apa tuh?"


" Ck..kerja kelompok, Pah!, Papa sih gak updet."


Bimo terkekeh, ia sadar karena terlalu sibuk dengan pekerjaan.

__ADS_1


" Kerja kelompok di mana?"


" Di rumah Sakya lah, Pah!"


Bimo membuang nafas pelan, sambil memijit kening nya.


" Papa minta nomor ponsel Tante Lina, Papa mau telpon Tante."


" Ck..yailah, Papa lihat aja di grup ortu, ada nomor Tante Lina."


" O, iya Papa lupa." Bimo baru sadar kenapa tidak berfikir ke situ.


" Jangan lupa Pah, ada rapat hari Sabtu, Papa harus datang ke sekolah."


" Rapat sekolah?, jam berapa?"


" Wah..parah nih Papa, kan ada info nya di grup."


Lagi lagi Bimo merasa bersalah hati nya mencelos dengan ucapan putra nya, bagaimana bisa diri nya tidak tahu info sekolah putra nya.


" Ok Pah, hati hati di sana."


" Terimakasih, Nak."


Bimo senang dengan ucapan putra nya sebelum putra nya menutup pembicaraan di telpon.


Jari Bimo kemudian menggeser ke aplikasi wa dia mulai membaca grup sekolah putranya 1000 pesan belum di baca nya tertera sudah 2.minggu lalu, Bimo benar benar tidak membaca grup kelas putra nya. Ia mulai membaca grup satu persatu banyak info info kelas putra nya yang dia tidak ketahui.


Pada saat Bimo membaca salah satu balasan komen orang tua.


" Terimakasih untuk info nya Buk."


Guru itu kembali membalas komen yang menyebut.

__ADS_1


" Sama sama Mama Sakya."


Bimo langsung melihat foto profil nomor Lina di anggota grup kelas putranya, Bimo langsung menyimpan nomor Lina.


" Kenapa gue gak kepikiran." gumam Bimo.


Bimo pun segera menelpon Lina, dada nya terasa deg degan. Ia ingin dengar suara Lina di ponsel nya. Bimo mulai menelpon Lina dengan mengambil nafas dalam dalam. Namun saat menelpon, Lina belum mengangkat panggilan dari nya sampai 2 kali, penasaran Bimo mencoba lagi menelpon Lina. Begitu mendengar suara Lina menjawab.


" Halo.."


Ponsel Bimo terlepas dari tangan Bimo. Tangan Bimo reflek menangkap ponselnya yang hampir jatuh ke lantai saking gugup nya.


" Shits." Bimo merutuki diri nya.


Tangan Bimo gemeteran memegang ponsel nya, ia menjawab dengan suara terbata bata.


" Ha-halo Lina."


" Iya dengan siapa saya bicara?"


" Saya Bimo."


" Oh..Pak Bimo, ada apa ya?"


" Ehrgm..sa- saya mau tanya apa benar Aldo sedang di rumah kamu."


" Oh iya Pak Bimo benar, Aldo dan Sakya sedang kerja kelompok."


" Oh sukurlah,.saya lagi tugas keluar kota, Lina. Aku mohon maaf biar Aldo nanti saya yang jemput."


" Iya tidak apa apa Pak Bimo, nanti saya sampaikan."


" Ok terimakasih Lina."

__ADS_1


" Sama sama Pak."


Setelah telpon di tutup Bimo membuang nafas. Ia heran kenapa bisa segugup ini bicara pada Lina.


__ADS_2